Tampilkan postingan dengan label Old notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Old notes. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Maret 2013

Catatan Sahabat tentang Reproduksi

Dahulu saya sempat menyampaikan niat kepada seorang sahabat untuk memperbanyak dua tulisannya tentang kesehatan reproduksi. Menurut saya tulisan berkualitas ini, berguna bagi para ibu dan perempuan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan terhadap kesehatan dan keselamatan persalinan dalam rangka menciptakan kualitas hidup ibu dan anak. Tiga setengah tahun lamanya baru saya sempat mengingat kembali dan memiliki kesempatan untuk menyebarluaskannya lagi, yang kali ini melalui media yang lebih luas lagi, terutama setelah saya mempunyai dan mengelola media blog pribadi. Saya masih mengingat di saat saya memintanya untuk belajar menulis tentang keseharian yang mungkin lebih dekat dengan profesinya sebagai bidan (dari Keping XI). Berikut ini dua tulisan tersebut: 


* * * * * * * * * * * * *

Abortus Provokatus

Photo: http://makassar.tribunnews.com

comments
Senin, 08 Oktober 2012

Name is Nama



Picture: http://john.ellingsworth.org/

“Apalah arti sebuah nama?, Apa yang kita sebut mawar dengan kata apapun, keharumannya akan sama saja...” (William Shakespeare, dalam Romeo dan Juliet)

Kalimat milik pujangga Shakespeare yang dilantunkan oleh Juliet, sepertinya telah menjadi trade mark di abad modern ini, entah dengan nada sinis atau bukan. Sentilan ini setidaknya memacu kita untuk mengerti dan memahami sejauh mana arti sebuah nama. Nama secara kontekstual adalah identitas non fisik pertama yang diterima manusia setelah dilahirkan, selain identitas fisik seperti ras, jenis kelamin dan ciri-ciri fisik lainnya. Tak berlebihan jika seorang bayi yang dilahirkan dengan nama yang telah dipersiapkan dan diberikan adalah sosok manusia yang didoakan dan dinantikan kehadirannya dalam keluarga. Sedangkan di sekitar kita masih banyak bayi yang tidak pernah diharapkan kehadirannya, yang tentu namanya tak akan pernah diberikan. Nama adalah doa orang tua, demikianlah pembelaan terbaik dari sindiran Shakespeare.

comments
Minggu, 19 Februari 2012

Aku Takut maka Aku Ada

photo: http://pisbon.blogspot.com
Filsup sekaliber Rene Descrates (1596-1650), pernah mengungkapkan “aku berpikir maka aku ada”, demikian juga dengan sastrawan Andre Gide (1869-1951), mengungkapkan pula bahwa, “aku merasa maka aku ada”, lalu tak ketinggalan kemudian penulis Albert Camus (1913-1960) juga mengungkapkan, “aku memberontak maka aku ada”. Sekilas ungkapan oleh ketiga tokoh beda zaman yang sama-sama berasal dari Prancis tersebut di atas, mencoba untuk menggambarkan tentang eksistensi kehidupan manusia di muka bumi ini. Selain berpikir, berperasaan dan memberontak. Ada hal yang terlewatkan, bahwa eksistensi manusia dibentuk juga oleh rasa takut.
 
comments
Minggu, 12 Februari 2012

Wawasan Kuliner (Culinary Insight)

photo: http://pinoytraveller.com
“Kita tidak dapat hidup tanpa makan, tetapi kita tidak hidup untuk makan” (Stephen Covey)

Satu dekade terakhir ini, ada fenomena yang lagi marak diekspos oleh berbagai media televisi tanah air, hampir setiap saat hadir segmen acara yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Fenomena yang sebenarnya klise tapi dikemas dengan atmosphir yang berbeda, dan fenomena itu tak lain adalah acara bernuansa kuliner. Kata kuliner sendiri berasal dari Bahasa Inggris “culinary”, yang berarti segala hal yang berhubungan dengan dapur atau masakan, kata yang kini sangat populis. Mengapa topik ini menjadi perhatian dan tentu menarik untuk dideskripsikan, karena hampir semua hal dapat dimulai dari konsep yang sederhana seperti dari dapur atau masakan.
comments
Minggu, 05 Februari 2012

Problem Kota

Pemahaman tentang kota, tentu dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Kota dengan aneka kompleksitasnya dapat dikaji berdasarkan pendekatan sosial, ekonomi, budaya, politik, administrasi, sejarah, geografis, demografi dan masih banyak lagi. Secara sederhana kota dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas manusia dalam batas teritorial tertentu. Peran kota begitu sangat penting bagi kehidupan manusia, kota telah menjadi parameter untuk mengukur kemajuan peradaban. Sejak kota kuno yang pernah didirikan oleh manusia seperti Kota Athena di Yunani, yang selalu hidup dengan aktivitas para filsup sampai pada kota modern yang selalu diisi dengan aktivitas perdagangan oleh pebisnis, atau kota abad pertengahan yang selalu dikelilingi tembok tinggi sebagai benteng kota, hingga kota modern yang terbuka dengan bermacam-macam aktivitas global.

comments
Jumat, 27 Januari 2012

Momentum Kecepatan

http://cache.gizmodo.com/assets/images/4/2011/10/speed2.jpg
Tanpa disadari kita telah berada dalam era yang penuh dengan kecepatan (speed), sedemikian hingga dimensi kecepatan menyentuh substansi hidup manusia di planet ini. Asumsi kecepatan selalu digunakan dalam berbagai instrumen tindakan dan gagasan manusia, bahkan kecepatan telah jauh melampui entitas dari kecepatan itu sendiri yaitu ruang dan waktu. Perubahan kecepatan tiap satuan waktu disebut sebagai percepatan atau akselarasi, yang kemudian dijadikan gagasan utama dalam gerak laju sejarah modern. 

comments
Rabu, 25 Januari 2012

Adaptasi dan Darwinisme Sosial

“Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, demikian peribahasa yang sering kali digunakan untuk menggambarkan perbedaan corak dan keanekaragaman. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa proses yang terjadi adalah proses adaptasi yang telah berlangsung lama. Jenis belalang atau ikan baik itu dari warna dan ukuran sangat tergantung dari proses adaptasinya terhadap lingkungan, berdasarkan jenis tanah, rumput maupun suhu. Mengapa adaptasi menarik untuk diperbincangkan, karena seluruh mahluk hidup, mau tidak mau harus beradaptasi dengan alam atau lingkungan di mana ia berada.

photo: http://images.picturesdepot.com/photo/d/dinosaurs_wallpaper-29125.jpg
comments
Selasa, 24 Januari 2012

Bilangan dalam Perspektif

photo: http://netsains.com/
“Matematika adalah bahasa Tuhan, ketika Dia menulis alam semesta” (Galileo Galilei)

Kutipan ilmuan penting abad ke-17 itu, telah melandasi cara berpikir ilmu pengetahuan terhadap susunan alam semesta. Jauh sebelum Galileo, Pytagoras pun pernah menyatakan bahwa bilanganlah yang telah mengatur alam semesta atau asas segala sesuatu dapat diterangkan atas dasar bilangan-bilangan. Selain kedua tokoh di atas, terdapat beberapa pemikir lain seperti Plato, Kepler, Newton hingga Einstein, yang yakin bahwa bilangan merupakan konsep alam semesta. Pemikiran Plato misalnya, menganggap matematika sangat mengasyikan karena dalam perhitungan matematika, akan selalu menghasilkan bilangan yang sama bagi setiap orang dan sebaliknya warna favorite bagi setiap orang akan selalu berbeda, dengan demikian keadaan matematika tidak pernah berubah. Hal ini menguatkan bahwa matematika adalah penemuan spektakuler dan hingga saat ini, para astronom dan ilmuan percaya bahwa bilangan biner dan bilangan prima adalah dasar dari komunikasi alam semesta, sebagai bahasa universal bagi setiap mahluk hidup yang berpikir.

comments
Rabu, 18 Januari 2012

Globalisasi dan Konsumsi

Globalisasi adalah kata yang begitu akrab dalam kehidupan kita, ditandai dengan berbagai proses modernisasi kehidupan ke arah kemajuan yang sangat signifikan. Hal ini membawa pada prinsip kosmopolitan yaitu seseorang tidak lagi terbatasi oleh sekat teritorial, tapi telah menjadi warga dunia. Dengan demikian setidaknya membawa perubahan prilaku menyeluruh bagi manusia yang hidup di zaman modern ini, namun timbul pertanyaan haruskah demikian.


photo: http://1.bp.blogspot.com/

comments
Jumat, 06 Januari 2012

Revolusi Informasi, sebuah langkah peradaban

photo: http://www.astronomind.com/
Segala yang ada di dunia ini, selalu mengalami perubahan transformasional. Transformasi yang terjadi menandakan kehidupan manusia sangat dinamis yang berdampak pada dimensi sosial, politik, ekonomi, budaya dan iptek berubah sejalan dengan transformasi besar yang dibangun oleh peradaban. Transformasi berlangsung terus menerus, semakin cepat dan membutuhkan waktu yang tidak lama. 

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;