Mural
dan grafitti sudah bukan barang baru di dinding-dinding kota. Begitupun dengan
Kota Kupang. Pada kali ini, sebanyak lima seniman mancanegara yang tergabung
dalam Arts 4 Israel melakukan aksinya
dalam lawatan untuk pertama kalinya di Kota Kupang – Timor Barat. Mereka berafiliasi
dengan komunitas perupa lokal di Kota Kupang yang juga bersama-sama melukis
dinding tembok bangunan pertokoan di Kota Lama Kupang atau tepatnya di
Kelurahan Lai-Lai Besi Kopan (LLBK) pada 22-23 Februari 2018 lalu. Aksi mereka
cukup menyita warga kota yang sedang beraktifitas di pusat perekonomian tertua
di Pulau Timor ini, ada yang heran dan menampilkan wajah kebingungan kala
melihat aksi mereka, ada juga yang kagum dan juga yang sedang menarik
kesimpulan di dalam kepalanya.
Tampilkan postingan dengan label Kota Kupang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Kupang. Tampilkan semua postingan
Kupang hari ini 19 September 2016, jam menunjukkan pukul
16.00 wita, waktunya pulang kerja. Namun langit di luar sana begitu gelap dan
hujan pun datang menguyur Kota Kupang sore ini. Sepertinya aktivitas pulang
rumah hari ini tertunda!. Untuk pertama kalinya hujan turun setelah jeda musim
panas yang panjang. Hujan pertama yang mengawali kiprah di awal musim penghujan
di kota yang panas ini. Namun tunggu dulu, ini adalah anomali iklim di Kota
Kupang dan juga di Nusa Tenggara Timur. Hujan yang turun lebih awal, padahal
puncak musim panas di Kota Kupang ada di bulan Oktober. Hujan yang membuat para
petani ladang kering di kampung-kampung sana kebingungan mengambil keputusan,
apakah sudah waktunya musim tanam atau belum, mengingat hujan ini mungkin hanya
pengecoh saja. Bisa jadi kemarau akan mengambil kembali ke tracknya dan di bulan Oktober kedepan akan lebih panas lagi dan petani
mengalami apa yang disebut ‘gagal tanam’.
Selasa, 19 Juli 2016
Feminisme,
Hiburan,
Kota Kupang,
Sastra
Panggung Perempuan Biasa di Kota Kupang
Beberapa tahun terakhir pembangunan fisik di Kota Kupang
meningkat pesat. Kehidupan sosial, politik dan ekonomi mengalami perkembangan
yang lebih masif dibandingkan waktu sebelumnya. Walau
perkembangan Kota Kupang bisa dikatakan terlambat jika dibandingkan dengan
kota-kota lainnya di Indonesia bagian Timur, namun kini kehidupan masyarakat
kota Kupang mengalami pergeseran kehidupan ala urban yang mempengaruhi paradigma dalam
berpikir, mengambil keputusan dan bertindak. Ada pergumulan batin dalam mencerna berbagai realitas, apakah pembangunan selamanya memberikan manfaat yang besar atau pada sisi lain memberikan ujian. Sehingga
dibutuhkan ruang partisipasi antara ide dan realitas, dimana suara-suara itu bisa terdengar tanpa ada kekangan idiologi, ekonomi dan terlebih politik.
Bulan Desember
tahun 2015, mungkin adalah bulan tersibuk sepanjang sejarah Kota Kupang.
Bagaimana tidak, jika beberapa event nasional diselenggarakan di Kota Kupang.
Mulai dari Perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Perayaan Hari
Ibu Nasional dan
khususnya Perayaan Natal Nasional yang untuk pertama kalinya dilaksanakan
di NTT. Di samping itu
event tahunan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Nusa Tenggara Timur,
yang jatuh pada tanggal 20 Desember 2015, juga event lainnya seperti expo dan
pameran untuk menarik investor dalam rangka menyambut Hari HKSN serta event kegiatan Tour
de Timor dengan titik start di Atambua, Kabupaten Belu dan finish di Kota
Kupang. Kupang menjadi kota digelarnya berbagai event tersebut,
telah menjadi sebuah kepercayaan yang diberikan dan diharapkan agar warga Kota
Kupang menjadi tuan rumah yang baik.
Selasa, 27 Oktober 2015
Kota Kupang,
Sejarah
Tragedi Terbakarnya Bemo Ridho Galih di Kupang 17 Mei 1978
Jam menunjukan pukul 7.00 wita pagi hari. Seperti biasanya masyarakat Kota Kupang memulai aktivitasnya, pergi ke pasar, tempat kerja hingga ke sekolah. Dan seperti biasa
pula masyarakat kota menggunakan sarana masing-masing menuju tempat tujuan,
jika dekat ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan pribadi atau
menggunakan transportasi umum. Bagi yang menggunakan transportasi umum akan menggunakan
angkutan bemo model mikrolet tipe Pick Up dengan pintu
penumpang berada di bagian belakang kendaraan. Di tahun
70-an ongkos dalam kota jauh dekat masih
sebesar Rp. 25,-
saja dan keadaan Kota Kupang saat itu masih lengang,
tak banyak kendaraan dan suasana tidak seramai saat ini.
Kota Kupang, sama
halnya dengan berbagai kota di nusantara, berkembang dengan berbagai aktivitas
ekonominya. Berbagai macam profesi atau pekerjaan hadir untuk mengadu nasib,
untuk bisa menikmati hasil dari pertumbuhan ekonomi kota. Dari penjual asongan
hingga pedagang keliling, dari warung makanan hingga kios sembako. Pekerjaan
non formal ini menyerap banyak tenga kerja dan merupakan usaha dari kelangan
masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Kini beberapa diantaranya
berangsur-angsur menepi, bahkan menghilang dan tak muncul lagi untuk selama-lamamnya.
Telah terjadi pergeseran prilaku ekonomi yang membuat profesi mereka tidak
dibutuhkan lagi. Catatan ini untuk mengenang keberadaan mereka di masa lalu di sekitaran
tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an di Kota Kupang. Mereka diantaranya:
photo: whatjesusdid.org
Dahulu
sewaktu masih bersekolah dasar di Kota Kupang, saya sering mendengar istilah telinga swasta. Telinga swasta diartikan sebagai kemampuan
mendengar yang kurang. Jika ada teman
yang butuh
hingga dua kali atau lebih mengulang omongan yang kita sampaikan, maka cap memiliki telinga swasta, sudah kita berikan
kepadanya. Dalam bahasa baku, kita tidak akan menemukan kosakata demikian,
karena hanya menjadi guyonan kita di masa tersebut yang hingga kini masih dipakai
dalam kosa kata bahasa Kupang. Mungkin karena di masa tersebut yang dinamakan dengan
sekolah
dan instansi swasta masih kalah jauh dengan sekolah dan instansi negeri yang lebih maju, sehingga sebutan swasta menjadi label kelas dua. Namun kini telah berubah jauh, di mana-mana kecenderungan sekolah swasta
dan perusahaan swasta jauh lebih baik dibandingkan negeri.
Beberapa tahun
terakhir pertumbuhan akomodasi perhotelan di Kota Kupang mengalami peningkatan signifikan. Walau terbilang terlambat dibandingkan dengan pertumbuhan
perhotelan di Kota-kota lainnya di Indonesia. Namun Kota Kupang saat ini sudah bisa menikmati pertumbuhan lapangan usaha di sektor perdagangan,
hotel dan restoran. Sebagai tolok ukur
pertumbuhan ekonomi, berdasarkan kenaikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Kupang. Dengan demikian semua stakeholder
dapat berkerja sama meningkatkan lagi keadaan yang ada, untuk terus memacu
pertumbuhan sektor yang satu ini di Kota Kupang.
Rabu, 09 Juli 2014
Flobamora,
Kota Kupang,
Perencanaan Pembangunan
Sejarah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kronologis
berdiri dan terbentuknya Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Timur bermula dari
terbitnya Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 1964 tentang Pembentukan Badan
Koordinasi Pembangunan Daerah (BAKOPDA). Menimbang dalam rangka usaha
peningkatan keserasian pembangunan di daerah maka diperlukan adanya peningkatan
keselarasan antara pembangunan sektoral dan pembangunan daerah serta untuk
menjamin laju perkembangan, keseimbangan, dan kesinambungan pembangunan di
daerah sehingga diperlukan perencanaan yang lebih menyeluruh, tearah, dan
terpadu, maka atas dasar berbagai pertimbangan terbitlah Undang undang
Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok Pokok Pemerintahan di Daerah dan Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 1974
tentang Pembentukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Kedudukan,
fungsi dan tugas Bappeda sebagai berikut:
Sebuah hotel yang berada di Jalan Timor Raya Nomor 122,
Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Hotel
dibuka sejak awal tahun 2011 dengan fasilitas 60 kamar, yang hingga saat ini
terus dikembangkan untuk menjadi hotel berbintang tiga yang nyaman dan ramah di
Kota Kupang. Hotel yang dibangun melalui konsorsium Taruna Kusan ini,
menjadikan sebagai salah satu hotel bintang dengan kepemilikan lokal di Kota
Kupang. Hotel yang menawarkan pilihan akomodasi sederhana terbaik untuk
perjalanan wisata atau bisnis dengan lokasi strategis di dekat pantai Laut
Timur Kupang, yang memudahkan akses ke berbagai destinasi di Kota Kupang dengan
berbagai tambahan pelayanan spesial lainnya. Kehadiran hotel ini akan meningkatkan pertumbuhan konstribusi sektor ekonomi tersier bagi Kota Kupang yang juga tentunya berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Rabu, 12 Maret 2014
Budaya,
Kota Kupang
Kepiting Bakau, Sebutan Sifat Kikir hingga Tuan Krab dalam serial kartun Spongbob
Sekitar tahun 90-an di kota
kupang, saya sering melihat pedagang kepiting membawa barang dagangannya dengan
mengunakan lalepak, yaitu bilah bambu
yang digunakan sebagai pikulan di bahu
untuk membawa barang yang dikaitkan di kedua ujungnya. Uniknya setiap kepiting
dibungkus dengan anyaman menggunakan daun kelapa, daun lontar atau juga daun
gewang yang masih muda, dibuat seperti dompet yang penutupnya dijahit dengan
tali dari daun. Kepiting yang ada dalam bungkusan diberi lumpur untuk
membuatnya tetap berair. Cara demikian mungkin untuk membuat kepiting dapat
bertahan hidup lebih lama, tetapi kemudian cara membungkus seperti ini tidaklah
praktis. Kadang karena terlalu lama kepiting berada dalam bungkusan daun,
setelah dimasak daging capitnya terlihat menyusut. Sekarang ini cara membungkus
kepiting dengan daun tidak akan ditemui lagi dan hanya menjadi kenangan masa
kecil.
Jika Anda
pernah datang atau berangkat dari Kupang menggunakan jasa transportasi udara
maka Anda akan menngunakan prasarana Bandar Udara El tari. Bandara yang dikelola
oleh PT. Angkasa Pura II ini memulai aktivitasnya sejak dini hari dengan
penerbangan pertama pukul 06.00 Wita hingga tengah malam pukul 24.00 Wita
dengan penerbangan terakhirnya. Maskapai penerbangan yang beroperasi adalah
Garuda Indonesia, Merpati Nusantara Airlines, Lion Air, Sriwijaya Air, Wings
Air, Sky Aviation, Trans Nusa dan Susi Air. Namun Anda suatu saat mungkin akan
merasakan ketidaknyamanan di ruang tunggu manakala pada jam sibuk, para
penumpang banyak yang tidak kebagian tempat duduk. Hal ini dimaklumi saja bahwa
Kota Kupang sebagai kota yang bertumbuh sedang mengalami perkembangan yang juga
berpengaruh pada aspek tranportasi masuk dan keluar. Saat ini bandara melayani
rata-rata 1.200-1.500 orang atau 2.500-3.000 orang pada musim mudik per harinya
atau kurang lebih 1 juta penumpang setiap tahunnya dan terbagi dalam 20 sampai 30
kali penerbangan dalam sehari.
Rabu, 21 Agustus 2013
Flobamora,
Kota Kupang,
Media,
Perencanaan Pembangunan
Stan Pameran Pembangunan Bappeda Provinsi NTT Tahun 2013
Peta Sebaran Program Desa Mandiri Anggur Merah
Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan badan yang melaksanakan
kebijakan perencanaan pembangunan
dan juga melakukan koordinasi perencanaan pembangunan di tingkat daerah serta
melakukan evaluasi dan pengendalian pembangunan. Untuk itu lembaga ini terasa
penting untuk memberikan informasi sejauh mana rencana dan realisasi
pembangunan dapat memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Bersama
dengan instansi Pemerintah
Provinsi NTT lainnya, pemkab/pemkot se Provinsi NTT, BUMN, BUMD dan swasta menjadi
peserta dalam pelaksanaan Pameran Pembangunan Provinsi NTT Tahun 2013. Acara ini
juga dimeriahkan dengan berbagai pergelaran seni dan budaya.
Dalam
menyelenggarakan event semacam pameran atau expo pembangunan di Kota Kupang,
sudah mulai tampak menggunakan cara modern dalam menarik perhatian pengunjung,
berbagai cara telah dilakukan seperti informasi kegiatan yang diumumkan dalam
berbagai media atau juga dengan melibatkan peran serta peserta sendiri baik itu
dari kalangan pemerintahan atau swasta. Di Arena Pameran dan Promosi Fatululi yang menjadi salah satu
ikon Kota Kupang merupakan tempat penyelenggaraan event tahunan perayaan Hari
Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penyelenggaran pameran
berlangsung rutin dalam waktu dua pekan.
Rabu, 31 Juli 2013
Budaya,
Flobamora,
Human Interest,
Kota Kupang,
Media
Pameran Seni Rupa di Kota Kupang
Mungkin untuk pertama kalinya digelar pameran seni rupa di Kota Kupang,
yang setidaknya memberi warna terhadap perkembangan dan minat terhadap karya
seni. Bahwa seni
senantiasa dapat menampilkan isu-isu kontemporer dalam pengaruhnya terhadap kondisi
sosial, budaya, ekonomi dan tema-tema urban lainnya. Pameran ini mengambil tema potpuri: reposisi medium dan lokasi,
dengan melibatkan 30 peserta seniman seni rupa dari Kota Jakarta, Bandung,
Yogyakarta dan Kupang. Menampilkan dan memadukan karya seni rupa seperti seni
lukis, karya grafis, keramik dan karya instalasi kontemporer dalam media dua
dan tiga dimensi.
Sebuah buku tentang khazanah sejarah
Kota Kupang berjudul “Koepang Tempo Doeloe”, setidaknya menambah deretan buku-buku sejarah yang masih sedikit tentang keberadaan kota Kupang dalam skala lokal
hingga nasional. Buku yang menambah referensi tentang Kota Kupang ini, tentunya menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi
masyarakat Kota Kupang yang merindukan dan ingin kembali menemukan unsur heritage
pembangunan Kota Kupang dari masa ke masa, dan dibawakannya ke hadapan pembaca sebagai bacaan
alternatif kilasan sejarah dengan nuansa yang baru dan sedikit berbeda. Salah
satunya adalah dengan menguatkan kajian dengan menambah unsur folklore atau cerita rakyat yang
berkaitan dengan migrasi komunitas yang semula berasal dari sejarah penceritaan
(oral history).
![]() |
| Photo: http://mashable.com |
Saat
pertama kali dipopulerkan oleh lima orang remaja (the sunny coast skate) dari
Queensland, Australia, dalam video yang diunggah ke ke situs video streaming
Youtube tanggal 2 februari 2013 dengan durasi 0:31 menit yang dapat dilihat
disini. Video ini mengikuti kesuksesan video buatan komedian blogger Filthy
Frank, dengan memperlihatkan para remaja yang sedang duduk bersantai dalam
sebuah kamar diiringi musik potongan lagu "Harlem Shake". Seseorang
menggunakan helm dan bergoyang sendirian di tengah ruangan di antara
teman-temannya yang seolah mengacuhkannya, namun tiba-tiba saja pada scene kedua
semuanya ikut bergoyang tidak karuan. Hingga saat ini video tersebut telah
ditonton hingga 24 juta kali.
Harus disadari bahwa lukisan tempo
doeloe adalah produk masa lalu yang dikembangkan di negeri Hindia Belanda, oleh
para penjelajah Eropa dengan kepentingan tertentu. Sehingga karya-karya pelukis
Eropa tersebut memiliki unsur subjektivitas dalam memahami realitas. Terkadang
lukisan dihasilkan lebih mempertimbangkan hasil imajinasi, bahkan lebih ekstrem
lagi jika sang pelukis tidak pernah datang ke nusantara atau melihat realitas secara
langsung dan malah melukis berdasarkan naratif dan deskriptif dari orang lain
yang pernah bertualang di nusantara. Dengan demikian lukisan sebaiknya ditelaah
untuk memahami unsur imaji dari para pelukisnya.
Dalam beberapa pengamatan, saya
telah menemukan beberapa kisah yang ambigu dalam lukisan seperti terlihat pada
rangkaian lukisan-lukisan dengan argumen berikut ini:
1) Ambassadors of the VOC to Timor in 1756
![]() |
| collectie.tropenmuseum.nl |
Saat ini Facebook telah menjadi
situs jejaring sosial paling populer di dunia. Facebook memberikan berbagai
layanan yang memuaskan para penggunanya. Selain fans page (halaman komunitas), facebook
juga menyediakan fitur sejenis yaitu facebook groups. Demikian hal dengan fans
page, layanan ini bukan hanya dikembangkan untuk entitas makro dengan ranah
internasional, tetapi juga dapat dikembangkan secara lokal, bahkan sampai pada
entitas terkecilpun. Untuk itu saya mencoba mencari facebook groups terbanyak di Kota Kupang saat ini, Maka saya telah
melakukan penelusuran dan menemukan 15 Top Facebook Groups dengan anggota terbanyak di Kota
Kupang.
Rabu, 24 Oktober 2012
Human Interest,
Kota Kupang
12 Top Facebook Fans Page Terbanyak di Kota Kupang
Sejak didirikan Mark Zuckerberg tahun 2004, Facebook
telah menjelma menjadi situs jejaring sosial terbesar di dunia. Dengan 900 juta
lebih pengguna aktif, tidak heran jika media ini dapat menghubungkan berbagai
macam individu ataupun kelompok dimana saja tanpa mengenal batas territorial.
Berbagai pihak dapat memanfaatkan bermacam
layanan Facebook,
diantaranya adalah facebook fans page (halaman
komunitas). Layanan ini
bukan hanya dikembangkan untuk entitas dengan ranah internasional, tetapi juga
dapat dikembangkan secara lokal, sehingga siapapun dapat merepresentasikan eksistensinya. Berangkat dari uraian di atas, saya mencoba mencari facebook fans page
terbanyak di Kota Kupang saat ini, penasaran bukan!. Maka saya telah melakukan penelusuran dan menemukan 12 Top Facebook Fans
Page Terbanyak di Kota Kupang.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Facebook
Catatan....!!!
Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!




















- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact