Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Februari 2022

Komik Si Buta dari Gua Hantu: Tragedi Larantuka

Adalah komik cerita bergambar karya Ganes TH yang sangat populer dimasanya antara tahun 1970-an hingga 1980-an. Komik silat dengan tokoh utama “Si Buta dari Gua Hantu” menjadi karyanya yang monumental dan menjadi komik antik dan langkah yang diburu para kolektor hingga saat ini. Salah satu keunikan komik ini adalah kisah perjalanan yang tidak hanya berlatar belakang Jawa tetapi juga melintasi Bali, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah hingga ke Flores. Dan hal yang menarik adalah beberapa fakta yang terjadi, dijadikan latar belakang penulisan komiknya.

Salah satunya adalah peristiwa banjir bandang yang terjadi di Larantuka, pada tanggal 27 Februari 1979 yang menjadi background kisah “Tragedi Larantuka”. Tragedi banjir bandang membawa reuntuhan material dari gunung Ile Mandiri seperti batu-batu ukuran besar, batu kerikil, lumpur hingga kayu dari pepohonan. Fakta yang juga menyebutkan tentang dentuman yang terdengar diakibatkan oleh benturan batu-batu besar, yang berjatuhan karena terbawa oleh banjir dari gunung, di tambah dengan gemuruh petir yang membahana. Tentu pertiwa ini sulit dilupakan oleh masyarakat setempat. Bencana ini mengakibatkan korban 97 orang meninggal, 47 orang hilang, 350 orang mengalami luka-luka dan ribuan orang harus mengungsi.

comments
Rabu, 16 Juli 2014

Kamus Indonesia-Tetun # Tetun-Indonesia


Bahasa sebagai kapasitas yang dimiliki manusia merupakan sistem komunikasi yang kompleks. Sederhananya bahasalah yang membuat manusia saling mamahami dan bisa bekerja sama. Bahasa mengantarkan seseorang untuk berdiri di posisi sosial untuk saling mengekspresikan diri dan memanipulasi objek dalam lingkungan. Bahasa begitu beragam dan begitu produktif dari ribuan kosa kata bisa menjadi jutaan kalimat yang tidak terbatas. Selain itu bahasa bersifat dinamis sehingga berbagai kemungkinan perubahan dapat saja terjadi setiap saat dan apa saja dalam struktur bahasa.

comments
Minggu, 29 Juli 2012

Perang Makassar 1669, Prahara Benteng Somba Opu

Sebuah novel sejarah yang mengulas tentang kedudukan bandar niaga maritim Benteng Somba Opu pada abad ke-17. Dalam konstelasi persaingan dengan VOC berkaitan dengan penguasaan jalur ekonomi perairan Indonesia Timur. Novel ini mengisahkan dua kali perang laut antara armada Kerajaan Gowa dan barisan kapal perang VOC. Perang pertama terjadi di Laut Masalembo, mempertemukan armada Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh Kapal Gallek Karaenta, dalam rangka menghadang armada kapal VOC yang dipimpin Kapal De Leuwin dalam jalur pelayaran menuju Benteng Fort Rotterdam dari Batavia. Sedangkan perang kedua terjadi di laut Banda mempertemukan armada Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh dua kapal perang Gallek Karaenta dan Tunipallangga yang berusaha menghadang Armada VOC beserta sekutu-sekutunya yang dipimpin oleh Kapal Van Hoyer.
 
comments
Rabu, 18 Juli 2012

Gerson Poyk, Sastrawan Nusa Tenggara Timur


Serasa beruntung suatu kali sempat bercakap-cakap dengan seorang sastrawan besar Nusa Tenggara Timur yang telah lama bergelut dalam kubangan makna dunia kesusastraan. Beliau adalah Gerson Poyk, sastrawan senior Nusa Tenggara Timur yang lebih dikenal di luar daerah dibandingkan dengan tanah kelahirannya sendiri. Jika bukan dengan penjelajahan di dunia maya dan membaca karyanya, maka saya kurang mengenal siapa Gerson Poyk. Memang pada umumnya pelajar dan generasi muda Nusa Tenggara Timur saat ini kurang mengenal sosok hebat ini. Padahal Ia adalah seorang penulis, wartawan, dan juga mantan guru yang karya-karyanya telah menempatkan dirinya sebagai salah seorang penulis besar dari Kawasan Timur Indonesia. Hal yang mungkin dimaklumi karena Gerson Poyk adalah perintis sastra Nusa Tenggara Timur. Namun dibelakang Gerson Poyk sudah ada beberapa sastrawan muda yang mulai bermunculan untuk melanjutkan pengembangan sastra Flobamora kedepan, sebagaimana yang kita harapkan demikian. 
 
comments
Senin, 02 Juli 2012

Perempuan dari Lembah Mutis

Sebuah novel karya Mezra E. Pellondou, seorang pendidik di Kota Kupang yang telah dikenal sebagai sastrawati lokal yang sering mendapatkan penghargaan nasional di bidang sastra. Kehadiran novel Perempuan dari Lembah Mutis (2012), melengkapi beberapa novel yang  telah ditulis sebelumnya seperti Surga Retak (2006), Loge (2007) dan Nama Saya Tawwe Kabotta (2008). Novel Perempuan dari Lembah Mutis ini, sama halnya dengan beberapa novel populer lainnya, bercerita tentang anak kampung yang ketika masa kecilnya mengalami getirnya hidup, namun tetap memiliki semangat dan harapan. Asa itu kemudian dituangkan dalam bentuk imajinasi yang terinsipirasi dari kehidupan. Imajinasi itu dapat ditemukan di mana saja, baik dari pesan orang tua, petuah guru, nyanyian alam, kumpulan hewan bahkan hingga sesuatu yang dianggap sepele. Dari imajinasi yang mengawang itulah timbul hasrat untuk mencapainya, yang dinamakan motivasi hingga seseorang dapat mencapai mimpinya.

comments
Selasa, 10 Januari 2012

Penerbit Ledalero, Suluh dari Timur

Logo Penerbit Ledalero (PL)
Nusa Tenggara Timur acap kali dinilai sebagai wilayah yang terbelakang dalam pembangunan. Ini dapat dilihat pada beberapa indikator pembangunan daerah yang belum dapat mencapai angka yang memuaskan. Lemahnya pembangunan disebabkan oleh keterbatasaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, yang sebenarnya masih belum dikembangkan secara maksimal. Namun fokus masih diarahkan pada kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dituding sebagai penyebab lambatnya pembangunan di tanah Flobamora ini, hal ini terlihat dari rendahnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menempatkan Provinsi NTT di peringkat 31 dari 33 provinsi. Namun dibalik itu ada secercah harapan dari segi pembangunan pendidikan di Nusa Tenggara Timur, salah satunya melalui Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero atau yang biasa disingkat dengan STFK Ledalero yang berada di Flores.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;