Sejenak saya lama mengamati sebuah lukisan di selasar ruang Pameran Seni
Rupa Temu Karya Taman Budaya Nasional yang berlangsung di Kupang 9-12 September
2015 yang lalu dan mengambil tema Untaian
Sotis. Satu di antara sekian lukisan di pameran itu yang memperlihatkan
daya pikat esensi non visual dari sebuah lukisan dengan media 100cm x 100cm acrylic painting karya seniman
lokal Geradus Louis Fori berjudul Hawa.
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
picture: bonniegroessl.com
Sudah sebulan lebih tidak ada post terbaru dari blog ini!, dan juga untuk pertama
kalinya saya melewatkan sebulan lebih tanpa menulis apapun di blog pribadi ini.
Memang untuk enam bulan terakhir ini saya hanya mampu minimal menulis dua judul
saja di setiap bulannya. Tampaknya pekerjaan utama begitu menumpuk, sehingga
fokus terhadap pengelolaan blog sedikit terganggu atau lebih tepatnya ketiadaan
waktu dan kehilangan semangat. Untungnya aktivitas yang menurun ini tampaknya
tak menganggu jumlah intensitas pengunjung blog yang memperlihatkan track
positif, sebuah kesan yang baik namun seperti ada yang kurang terhadap apa yang
telah menjadi minat atau passion untuk
serius mengelola blog diawal ketika membuatnya.
Adalah menarik ketika membaca buku
“Reporter and The City” karya Noni Wibisono yang adalah catatan pengalaman
sebagai reporter dan news presenter Trans
Tv. Buku yang saya temukan ditumpukan buku-buku murah ini cukup mengoda, hampir
tidak pernah saya membaca buku dengan penyajian yang bahasa yang sangat pop dan
antroposentris narsis atau entah sebutan apa yang pantas. Belakangan baru saya
ketahui jenis buku seperti ini memang banyak dan punya pasar tersendiri atau yang disebut buku gokil abis. Memoar
yang seolah diambil langsung dari pikiran, tanpa dituangkan dalam diary dan
langsung menjadi buku, orisinil and jujur. Memang buku ini murah tetapi bukan
murahan dalam hal isi dan makna yang bisa perbagikan. Saya mungkin berharap
bisa membaca “Reporter and The City II” atau dengan judul berbeda dengan
penulis yang sama.
Rabu, 21 Agustus 2013
Flobamora,
Kota Kupang,
Media,
Perencanaan Pembangunan
Stan Pameran Pembangunan Bappeda Provinsi NTT Tahun 2013
Peta Sebaran Program Desa Mandiri Anggur Merah
Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan badan yang melaksanakan
kebijakan perencanaan pembangunan
dan juga melakukan koordinasi perencanaan pembangunan di tingkat daerah serta
melakukan evaluasi dan pengendalian pembangunan. Untuk itu lembaga ini terasa
penting untuk memberikan informasi sejauh mana rencana dan realisasi
pembangunan dapat memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Bersama
dengan instansi Pemerintah
Provinsi NTT lainnya, pemkab/pemkot se Provinsi NTT, BUMN, BUMD dan swasta menjadi
peserta dalam pelaksanaan Pameran Pembangunan Provinsi NTT Tahun 2013. Acara ini
juga dimeriahkan dengan berbagai pergelaran seni dan budaya.
Dalam
menyelenggarakan event semacam pameran atau expo pembangunan di Kota Kupang,
sudah mulai tampak menggunakan cara modern dalam menarik perhatian pengunjung,
berbagai cara telah dilakukan seperti informasi kegiatan yang diumumkan dalam
berbagai media atau juga dengan melibatkan peran serta peserta sendiri baik itu
dari kalangan pemerintahan atau swasta. Di Arena Pameran dan Promosi Fatululi yang menjadi salah satu
ikon Kota Kupang merupakan tempat penyelenggaraan event tahunan perayaan Hari
Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penyelenggaran pameran
berlangsung rutin dalam waktu dua pekan.
Rabu, 31 Juli 2013
Budaya,
Flobamora,
Human Interest,
Kota Kupang,
Media
Pameran Seni Rupa di Kota Kupang
Mungkin untuk pertama kalinya digelar pameran seni rupa di Kota Kupang,
yang setidaknya memberi warna terhadap perkembangan dan minat terhadap karya
seni. Bahwa seni
senantiasa dapat menampilkan isu-isu kontemporer dalam pengaruhnya terhadap kondisi
sosial, budaya, ekonomi dan tema-tema urban lainnya. Pameran ini mengambil tema potpuri: reposisi medium dan lokasi,
dengan melibatkan 30 peserta seniman seni rupa dari Kota Jakarta, Bandung,
Yogyakarta dan Kupang. Menampilkan dan memadukan karya seni rupa seperti seni
lukis, karya grafis, keramik dan karya instalasi kontemporer dalam media dua
dan tiga dimensi.
Beberapa minggu terakhir berbagai
media dalam dan luar negeri
merilis berita tentang tiga orang pemuda delegasi asal Uni Emirat Arab (UEA)
yang di usir keluar dari Arab Saudi. Ceritanya berawal dari tiga orang pemuda asal UEA yang datang ke Arab
Saudi untuk menghadiri festival kebudayaan Janadriyah
Heritage and Culture Festival di Riyadh. Mereka bersama delegasi lainnya,
sedang mempromosikan pariwisata UEA di festival tersebut, namun kemudian aksi
mereka dihentikan oleh rombongan polisi syariah yang datang menyerbu ruangan
dan menarik keluar ketiga
tersebut dengan alasan, "mereka terlalu tampan".
Kamis, 11 April 2013
Flobamora,
Media,
Perencanaan Pembangunan
Qua Vadis Musrenbang Provinsi Nusa Tenggara Timur
Serasa perlu kiranya saya menulis
tentang suatu proses yang selama beberapa tahun ini saya alami dalam pekerjaan.
Salah satunya adalah pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Memang banyak pihak yang menilai bahwa
Musrenbang Provinsi hanya seremonial tahunan belaka, sebagai ajang silahturahmi
antara pejabat pusat dengan daerah, antar Muspida atau antara pemerintah daerah
kabupaten dengan pemerintah provinsi. Penilaian seperti inilah yang kerap kali
muncul dalam perhelatan pelaksanaan Musrenbang digelar. Pemahaman ini dikarenakan banyak pihak tidak memahami proses
dalam perencanaan dan penganggaran yang menguras begitu banyak harapan dan
energi.
Anggapan bahwa musrenbang tidak menghasilkan apa yang diinginkan masyarakat,
mungkin bisa bahas kembali dengan memperhatikan kewenangan dan kapasitas
penganggaran yang dimiliki daerah. Sementara itu substansi penting dari sebuah
perencanaan adalah menentukan tindakan yang akan diambil berdasarkan urutan
pilihan yang ada dengan memperhitungkan kebutuhan dana yang tersedia. Sementara
Pemerintah Provinsi NTT masih dipusingkan dengan kesenjangan fiskal dalam
pembiayaan pembangunannya.
Lama nian baru saya menginjakkan kaki kembali di Kota
Makassar. Kebetulan suatu pagi saya berada di tempat fotocopyan di bilangan Pintu I Unhas, saya sempat melihat-lihat beberapa koran lokal yang dipajang
disuatu kios. Namun kemudian saya memiliki ide untuk membeli semua terbitan koran lokal saat
itu, tertanggal 18 Desember 2012. Dan akhirnya membawa pulang lima
koran terbitan Makassar ke penginapan. Adapun deskripsi kelima koran tersebut
adalah sebagai berikut:
- Harian Pagi Fajar Makassar
Langganan:
Postingan (Atom)
My Facebook
Catatan....!!!
Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!













- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact