Jam menunjukan pukul 7.00 wita pagi hari. Seperti biasanya masyarakat Kota Kupang memulai aktivitasnya, pergi ke pasar, tempat kerja hingga ke sekolah. Dan seperti biasa
pula masyarakat kota menggunakan sarana masing-masing menuju tempat tujuan,
jika dekat ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan pribadi atau
menggunakan transportasi umum. Bagi yang menggunakan transportasi umum akan menggunakan
angkutan bemo model mikrolet tipe Pick Up dengan pintu
penumpang berada di bagian belakang kendaraan. Di tahun
70-an ongkos dalam kota jauh dekat masih
sebesar Rp. 25,-
saja dan keadaan Kota Kupang saat itu masih lengang,
tak banyak kendaraan dan suasana tidak seramai saat ini.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Oktober 2015
Kota Kupang,
Sejarah
Tragedi Terbakarnya Bemo Ridho Galih di Kupang 17 Mei 1978
Selasa, 14 Oktober 2014
Flobamora,
Pulau Timor,
Sejarah,
Tokoh
Donald P. Tick, Sejarawan Pemerhati Kerajaan-Kerajaan Nusa Tenggara Timur
Tokoh yang satu ini telah
berkecimpung dalam penelitian tentang kerajaaan-kerajaan di Indonesia selama 30
tahun. Beliau telah membentuk Pusat
Dokumentasi Kerajaan-Kerajaan di Indonesia (PUSAKA) bermarkas di Vlaardingen (Belanda). Ia melakukan upaya
besar untuk meneliti sejarah dan para pewaris dari kerajaan-kerajaan di Indonesia
dengan kondisi kekiniannya. Dan saat ini Beliau sedang menekuni penyusunan ensiklopedia
seluruh kerajaan di Nusantara. Harapannya adalah tetap menjaga ketersediaan
informasi dari kurang lebih 300 kerajaan
di tanah air dengan segala pendokumentasiannya. Dalam proses ini Beliau
telah melakukan kunjungan ke berbagai kerajaan,
serta mengunjungi para raja dan sultan di daerah-daerah
tertentu di Indonesia untuk melakukan penelitian terkait sejarah mereka. Dengan demikian dapat
terkumpulnya berbagai informasi lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia. Hal ini juga melibatkan keterkaitan dengan sumber-sumber
dari banyak orang yang saling terhubung dengan sejarah kerajaan. Karena bagaimanapun
sejarah sebuah kerajaan memilki kepentingan yang luas bagi lapisan masyarakat
dalam mengukuhkan kearifan di masa lalu. Sumber-sumber yang ada seperti dokumentasi
foto lama dan kini, serta sumber-sumber tertulis lainnya. Mengingat selama ini
banyak sumber-sumber tentang sejarah sebuah kerajaan, hanya tersimpan rapi di
negeri Belanda, dan hasrat dari sejarawan ini adalah membawa kembali sejarah
kerajaan masa lalu ke tempat di mana sejarah itu berasal.
Minggu, 17 Agustus 2014
Flobamora,
Pulau Timor,
Sejarah
Upacara Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1960 di SoE - Timor Tengah Selatan
Upacara kemerdekaan Republik Indonesia pertama kali
digelar pada tanggal 17 Agustus 1945, dikediaman Soekarno, Jalan
Pengangsaan Timur 56, Jakarta. Kegiatan berupa pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia, kenaikan bendera dan nyanyian lagu Indonesia Raya telah menjadi tradisi yang hingga kini terus dirayakan setiap
tahunnya di seluruh penjuru tanah air. Saat ini upacara peringatan
proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia digelar di 3 tempat, yakni tingkat
Kabupaten/Kota (Kantor Bupati/Walikota), Provinsi (Kantor Gubernur), dan
Nasional (Istana Negara).
Jumat, 01 Agustus 2014
Human Interest,
Sejarah,
Soul
Mengintip Sedikit Sejarah Asia Tengah melalui Sabina Altynbekova
Pada pergelaran Kejuaraan Voli Asia,
Asian Women Volleyball U-19 Championship ke-17, pada 16-24 Juli 2014
di China Taipei lalu. Tampil sosok perempuan yang kemudian menjadi pembahasan
menarik di dunia maya, bukan karena aksi permainannya tetapi lebih pada
kecantikan dan kemolekan tubuh yang dimiliki seorang atlit bola voli asal Kazakhstan.
Namanya Sabina Altynbekova, mendadak tenar dan menjadi perbincangan di jejaring
sosial setelah salah satu user 9gag.com memposting foto-foto
aksinya di lapangan. Dengan
tubuh tinggi semampai, ditambah kecantikan wajah imut oriental dengan mata teduh
yang memesona, serasa memiliki kecantikan sempurna. Sehingga banyak komentar
dan guyonan yang muncul untuk menjadikannya sebagai kekasih dan segera menyatakan
diri sebagai penggemar.
Kesempatan kali ini,
kita akan beranjak keluar kota Kupang melintasi jalan trans Pulau Timor. Tujuan
kita adalah Kota SoE yang berjarak 110 km dari Kota Kupang. SoE sebagai salah
satu kota di pedalaman pulau Timor ini adalah ibu kota dari Kabupaten Timor
Tengah Selatan. Untuk sampai ke Kota SoE dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam
perjalanan, baik menggunakan mobil pribadi, travel, bus ataupun dengan sepeda
motor. Jalan trans Timor yang kita akan lewati relatif baik, namun sejenak kita
berpikir bagaimana keadaan jalan ini satu abad atau seratus tahun yang lalu.
Tentu tidak seperti yang kita lihat dan nikmati hari ini!
Kamis, 29 Agustus 2013
Flobamora,
Sejarah,
Ulas Buku
Aku Terkenang Flores, catatan Kapten Tasuku Sato
![]() |
| Cetakan II Penerbit Nusa Indah, Ende, 2005 |
Buku “Aku Terkenang Flores” pertama
kali terbit dengan judul asli I Remember
Flores yang diterbitkan oleh Farrar,
Straus And Cudahy, New York tahun 1957 yang merupakan karya misionaris Mark
Tennien berdasarkan catatan Kapten Tasuku Sato. Dan berselang hampir dua puluh
tahun kemudian baru diterbitkan kembali di tempat Sato mengenang Flores dalam edisi
Bahasa Indonesia oleh Penerbit Nusa Indah, Kota Ende. Cetakan pertama pada
tahun 1976 dan tahun 2005 untuk cetakan kedua. Pulau Flores berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang termasuk
dalam gugusan Kepulauan Sunda Kecil bersama Bali dan NTB, dengan luas wilayah
sekitar 14.300 km². Nama Flores sendiri berasal dari bahasa Portugis yang
berarti "bunga".
Sebuah buku tentang khazanah sejarah
Kota Kupang berjudul “Koepang Tempo Doeloe”, setidaknya menambah deretan buku-buku sejarah yang masih sedikit tentang keberadaan kota Kupang dalam skala lokal
hingga nasional. Buku yang menambah referensi tentang Kota Kupang ini, tentunya menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi
masyarakat Kota Kupang yang merindukan dan ingin kembali menemukan unsur heritage
pembangunan Kota Kupang dari masa ke masa, dan dibawakannya ke hadapan pembaca sebagai bacaan
alternatif kilasan sejarah dengan nuansa yang baru dan sedikit berbeda. Salah
satunya adalah dengan menguatkan kajian dengan menambah unsur folklore atau cerita rakyat yang
berkaitan dengan migrasi komunitas yang semula berasal dari sejarah penceritaan
(oral history).
Ketika masih bersekolah di tingkat SD dan SMP, saya masih menghapal hingga kini wajah para pahlawan nasional yang lukisannya terpajang di hampir sekeliling dinding ruang kelas dan termuat di dalam uang kertas BI dengan berbagai pecahan yang dicetak oleh Perum Peruri, sebut saja Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Imam Bonjol, Pangeran Antasari, Kapiten Pattimura, dan lain-lain atau juga bisa melihat siluet dalam tanda air uang kertas tersebut. Sejauh ini apa telah disosialisasikan pemerintah berbekas bagi generasi saat ini. Namun kemudian muncul pertanyaan siapa pahlawan nasional yang berasal dari NTT, yang berjuang dengan gigih mempertahankan wilayahnya dari ekspansi kolonial, kita hanya sekedar tahu dari pelajaran muatan lokal saja.
Pulau Timor (google maps)
Pulau Timor
dengan luas
sekitar 30.777 km² ini, terletak dibagian selatan nusantara. Dalam
sejarah politik pulau ini dipartisi
menjadi dua bagian selama berabad-abad akibat penjajahan. Melalui perjanjian Lisboa pada tahun
1859, Belanda
dan Portugis menjalin kesepakatan bahwa Belanda menguasai bagian barat pulau Timor dan
Portugis menguasai bagian timurnya. Sekarang Timor Barat atau dahulu
dikenal sebagai Timor Belanda
sampai 1949, telah
menjadi bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur - Indonesia, sedangkan Timor Timur atau dahulu dikenal sebagai Timor
Portugis, sebuah
koloni Portugis sampai tahun 1975 dan sempat menjadi bagian dari Indonesia hingga tahun
1999, dan pada tahun 2002 telah menjadi negara merdeka Republik
Demokratik Timor Leste. Walau demikian
menurut legenda masyarakat di Pulau
Timor baik di bagian barat maupun timur sebagai akar sejarah budaya yang sama
sebelum kedatangan imprealisme, bahwa Pulau Timor berasal dari buaya (Crocodylidae) yang
menjelma menjadi sebuah pulau.
Harus disadari bahwa lukisan tempo
doeloe adalah produk masa lalu yang dikembangkan di negeri Hindia Belanda, oleh
para penjelajah Eropa dengan kepentingan tertentu. Sehingga karya-karya pelukis
Eropa tersebut memiliki unsur subjektivitas dalam memahami realitas. Terkadang
lukisan dihasilkan lebih mempertimbangkan hasil imajinasi, bahkan lebih ekstrem
lagi jika sang pelukis tidak pernah datang ke nusantara atau melihat realitas secara
langsung dan malah melukis berdasarkan naratif dan deskriptif dari orang lain
yang pernah bertualang di nusantara. Dengan demikian lukisan sebaiknya ditelaah
untuk memahami unsur imaji dari para pelukisnya.
Dalam beberapa pengamatan, saya
telah menemukan beberapa kisah yang ambigu dalam lukisan seperti terlihat pada
rangkaian lukisan-lukisan dengan argumen berikut ini:
1) Ambassadors of the VOC to Timor in 1756
![]() |
| collectie.tropenmuseum.nl |
Sejarah Kota Kupang dapat ditelusuri dari
berbagai sumber tertulis yang terdokumentasi. Catatan dari berbagai
kalangan tersebut, tentu perlu ditunjang
oleh gambar yang setidaknya memberikan
pengalaman
visual. Kita telah sering melihat dokumentasi foto kupang tempo doloe yang
rata-rata di awal abad ke-20 atau di atas tahun 1900-an, namun
sulit untuk mendapatkan visualisasi abad ke-19. Sehingga sumber lain yang dapat
membantu visualisasi adalah lukisan Kupang tempo doloe. Jika kita berpikir
lebih cerdas, maka lukisan dapat memberikan
sumber
informasi Kota Kupang di masa lalu.
Eric
Thake (1904-1982) adalah seorang seniman Australia.
Ia terkenal dengan konsep surealisme
untuk menangkap suasana dari pemandangan yang dilihatnya. Ia memproduksi cetakan,
gambar, lukisan cat air dan foto, serta karya-karyanya dipertunjukan di galeri
seni nasional Australia dan luar negeri. Pada tahun 1943, Thake terdaftar di Angkatan Udara Royal
Australia (RAAF) dengan semula bekerja
sebagai juru gambar. Dan
karena
bakatnya ia kemudian diangkat sebagai seniman perang (warartist) di tahun 1944 pada liputan
sejarah Perang Dunia II.
Semalam tanpa
direncanakan saya menonton film yang ditayangkan Metro Tv, film berjudul Krakatoa: The Last Days.
Sebuah film drama dokumenter
produksi
BBC (British Broadcasting Corporation) yang disutradarai oleh Sam Miller
dan telah dirilis tahun 2006, namun sekarang baru saya menontonnya. Film yang mengisahkan letusan
Gunung Krakatau pada tahun 1883 dengan latar belakang kehidupan penduduk disekitarnya. Gunung berapi ini berada di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatra yang letusannya kala itu mengakibatkan gempa, tsunami, hujan abu dan gelombang panas yang menghujam daratan. Dampak letusan berakibat pada kerusakan alam lebih dari 18 kilometer dan menewaskan lebih dari 36.000 jiwa.
Sebuah novel sejarah yang
mengulas tentang kedudukan bandar niaga maritim
Benteng Somba Opu pada abad ke-17. Dalam
konstelasi persaingan dengan VOC berkaitan dengan penguasaan jalur ekonomi
perairan Indonesia Timur. Novel ini mengisahkan dua
kali perang laut antara armada Kerajaan Gowa dan barisan kapal perang VOC.
Perang pertama terjadi di Laut Masalembo,
mempertemukan armada Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh Kapal Gallek Karaenta, dalam rangka menghadang
armada kapal VOC yang dipimpin Kapal De
Leuwin dalam jalur pelayaran menuju Benteng Fort Rotterdam dari Batavia.
Sedangkan perang kedua terjadi di laut Banda mempertemukan armada Kerajaan Gowa
yang dipimpin oleh dua kapal perang Gallek
Karaenta dan Tunipallangga yang
berusaha menghadang Armada VOC beserta sekutu-sekutunya yang dipimpin oleh
Kapal Van Hoyer.
Jumat, 27 April 2012 lalu
diadakan Workshop Sejarah Kota Kupang yang digelar oleh Komunitas Fotografer Kupang
dan Sekitarnya (FOKU’S) & Komunitas Sejarah Kota
Kupang. Seminar sehari ini mengambil tema
“Mencari Jejak Kota Kupang”, dengan menghadirkan pembicara
tunggal Peter
Apollonius Rohi, seorang sastrawan, seniman dan jurnalis senior yang kini berdomisili di Surabaya - Jawa Timur. Penampilan
beliau nyentrik dengan rambut gondrong diikat serta memiliki suara yang
terdengar lebih muda dari usianya yang kini beranjak 70 tahun.
Di
antara Bulan November hingga April setiap tahunnya, beberapa kali sering
terjadi badai besar di pesisir Kota Kupang. Angin musim barat yang bertiup pada
musim penghujan tersebut sangat kencang hingga mengakibatkan gelombang laut
yang besar dan menghantam pesisir kota. Gelombang ini menghempas mulai dari
pesisir utara hingga barat pantai Kota Kupang yang berkisar 0,5 - 3,0 meter.
![]() |
| photo: http://www.kupangklubhouse.com/ |
Adalah sebuah Jembatan monumental bagi masyarakat Timor Barat yang terletak di perbatasan antara kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan atau berada di kilometer 77 dari arah Kota Kupang. Nama jembatan ini berasal dari kata “noel” yang berarti sungai dan “mina” adalah nama wilayah, sehingga dinamakan Jembatan Noelmina dari sungai yang berhulu di Gunung Mutis ini. Jembatan pertama kali di bangun tahun 1910 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan menggunakan tenaga rodi dari penduduk Timor. Ketika itu mereka diarahkan mengumpulkan batu untuk membangun pondasi beton dan juga mengumpulkan kayu hutan untuk membuat struktur dan rangka jembatan. Diperkirakan tahun 1920 jembatan ini selesai dibangun dan dapat dipergunakan.
![]() |
Sewaktu tamat dari SMP Negeri 2 Kupang, perjalanan membawa saya bersekolah di SMU Negeri 1 SoE Kabupaten Timor Tengah Selatan. Setelah mengikuti tes masuk dan mendapat peringkat 18, maka saya ditempatkan di kelas I.1 (saat ini sama dengan posisi kelas 10). Bermukim di Kota SoE kurang lebih tiga tahun hingga menyelesaikan SMU dan kemudian melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Makassar. Ketika berdomisili di SoE, saya tidak tinggal dalam wilayah Kecamatan Kota SoE, namun berada di wilayah Desa Mnelalete Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan 85551, sesuai dengan yang tertera di Kartu Tanda Penduduk Nasional yang saya miliki. Wilayah Amanuban dahulunya merupakan sebuah kerajaan (swapraja), yang kemudian bersama dengan Kerajaan Amanatun dan Kerajaan Molo membentuk Zuid Midden Timor atau saat ini lebih dikenal sebagai Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan Ibu Kota SoE.
![]() |
Melihat foto ini cukup menarik perhatian saya, bukan hanya sebuah potret klasik dari awal abad ke-20, namun lebih dari itu karena tampak seorang perempuan paru baya dengan wajah anggun khas aristrokrat Eropa sedang menggunakan balutan gaun tenun motif khas Pulau Sabu. Ia juga memakai perhiasan seperti tusuk konde (pena bola), kalung perak dan memegang kotak perhiasan atau mungkin adalah sebuah kotak pekinangan (wadah siri pinang) yang terbuat dari kuningan, disertai dengan dekorasi meja dari kain tenun yang terdapat semacam tempat kolekte diatasnya. Sama halnya dengan di Timor, di tanah Jawa orang Eropa dan Indo banyak menyerap unsur kebudayaan lokal dan melahirkan kultur Indisch, sebagai hibrida antara budaya Eropa (Belanda) dan berbagai budaya lokal, seperti terlihat pada perempuan Eropa yang sering menggunakan kebaya putih dengan kain corak batik. Tentu sebuah akulturasi kebudayaan antara barat dan timur.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Facebook
Catatan....!!!
Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!























- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact