Tampilkan postingan dengan label Social Enterprise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social Enterprise. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 September 2016

Boneka Atauro, Dakocan dari Timor Leste


Adalah boneka legendaris Dakocan (Dakko-chan) yang pernah memiliki masa kejayaan sejak tahun 1960-an hingga tahun 1990-an. Boneka khas berwarna hitam ini berasal dari Yokohama, Jepang dan begitu mendunia. Semula adalah boneka plastik berisi angin yang ditiupkan hingga kemudian menjadi boneka mainan dengan berbagai bentuk. Sejarah boneka sebagai mainan tertua sudah ada sejak zaman Yunani, Romawi dan Mesir kuno. Baru pada abad ke-15, boneka di produksi massal dan dijual, negara perintisnya adalah Jerman. Dan kini industri boneka berkembang pesat dengan berbagai karakter dan dari segala penjuru dunia. Salah satunya datang dari salah satu industri kecil yang dikembangkan dari Pulau Atauro di negara Timor Leste, dan telah menjadi boneka ikon dari Pulau Atauro yaitu Boneca de Atauro (Boneka Atauro).

comments
Jumat, 16 Agustus 2013

Ubi Nuabosi, Singkong Cita Rasa Bumi Flores



Kalau berkunjung ke Kabupaten Ende - Nusa Tenggara Timur, maka oleh-oleh yang wajib dibawa pulang adalah Ubi Nuabosi. Hasil bumi yang satu ini selalu menjadi pilihan buah tangan atau oleh-oleh dari Ende. Petugas pelabuhan laut atau bandara sudah mengetahui secara pasti bahwa kardus-kardus penuh yang akan keluar dari Ende adalah berisi Ubi Nuabosi yang cukup memenuhi bagasi, sedangkan yang telah diolah dengan direbus, digoreng atau dibuat keripik biasanya hanya dijiinjing untuk memenuhi ruang kabin. Keripik Ubi Nuabosi juga telah menjadi usaha home industry yang berkembang di Kota Ende. Cita rasa khas Ubi Nuabosi menjadi buah bibir yang kemudian mutlak menjadi buah tangan, tanpa perlu dibesar-besarkan lagi dengan promosi mahal. Jika anda datang bertamu di Kota Ende baik di instansi pemerintahan, swasta atau masyarakat, maka peganan yang biasa disajikan adalah Ubi Nuabosi rebus atau goreng dengan sambal serta dilengkapi minuman hangat. 

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;