Adalah boneka legendaris Dakocan (Dakko-chan)
yang pernah memiliki masa kejayaan sejak tahun 1960-an hingga tahun 1990-an.
Boneka khas berwarna hitam ini berasal
dari Yokohama, Jepang dan begitu mendunia. Semula adalah boneka plastik berisi
angin yang ditiupkan hingga kemudian menjadi boneka mainan dengan
berbagai bentuk. Sejarah
boneka sebagai mainan tertua sudah ada sejak zaman Yunani, Romawi dan Mesir
kuno. Baru pada abad ke-15, boneka di produksi massal dan dijual, negara
perintisnya adalah Jerman. Dan kini industri boneka berkembang pesat dengan
berbagai karakter dan dari segala penjuru dunia. Salah satunya datang dari
salah satu industri kecil yang dikembangkan dari Pulau Atauro di negara Timor
Leste, dan telah menjadi boneka ikon dari Pulau Atauro yaitu Boneca
de Atauro (Boneka Atauro).
Tampilkan postingan dengan label Social Enterprise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social Enterprise. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 Agustus 2013
Flobamora,
Social Enterprise,
Traveling
Ubi Nuabosi, Singkong Cita Rasa Bumi Flores
Kalau berkunjung ke Kabupaten Ende -
Nusa Tenggara Timur, maka oleh-oleh yang wajib dibawa pulang adalah Ubi Nuabosi.
Hasil bumi yang satu ini selalu menjadi pilihan buah tangan atau oleh-oleh dari
Ende. Petugas pelabuhan laut atau bandara sudah mengetahui secara pasti bahwa kardus-kardus penuh
yang akan keluar dari Ende adalah berisi Ubi Nuabosi yang cukup memenuhi
bagasi, sedangkan yang telah diolah dengan direbus, digoreng atau dibuat
keripik biasanya hanya dijiinjing untuk memenuhi ruang kabin. Keripik Ubi
Nuabosi juga telah menjadi usaha home
industry yang berkembang di Kota Ende. Cita rasa khas Ubi Nuabosi menjadi
buah bibir yang kemudian mutlak menjadi buah tangan, tanpa perlu dibesar-besarkan
lagi dengan promosi mahal. Jika anda datang bertamu di Kota Ende baik di instansi
pemerintahan, swasta atau masyarakat, maka peganan yang biasa disajikan adalah
Ubi Nuabosi rebus atau goreng dengan sambal serta dilengkapi minuman hangat.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Facebook
Catatan....!!!
Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!









- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact