Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 Maret 2024

Anendo, nuansa Flores dalam Novel Emilie Jawa 1904

Adalah Emilie yang berasal dari kota kecil Langon, Prancis. Keputusan menikah dengan Lucien Bernières, seorang administrator kolonial, mengantarkannya ke impian masa kecilnya. Menjelajahi tempat yang jauh, tanah Hindia Belanda, di Jawa. Di Batavia, ia menemukan apa yang menjadi pertanyaan di masa kecilnya tentang ketidakadilan dan diskriminasi yang kemudian memancing jiwa memberontaknya.

Sepertiga bagian terakhir dari novel ini akan menguras energi tokoh utama Emilie, yang akan difokuskan ke seorang pemuda asal dari Pulau Solor dari kepulauan Sunda Kecil. Ia bernama Anendo, pandai mengambar yang juga berprofesi sebagai wartawan, memikat dengan rambut panjang menjuntai diikat, berkulit gelap dengan wajah mestizo. 

comments
Selasa, 05 Oktober 2021

Puisi Pertama Gerson Poyk

Bagi yang berkecimpung dalam dunia sastra di Nusa Tenggara Timur, sudah mengiyakan bahwa Gerson Poyk adalah perintis sastra di Nusa Tenggara Timur. Gerson Poyk (1931-2017) sudah dikenal luas sebagai Tokoh kelahiran NTT yang sangat produktif menghasilkan karya sastra yang diterbitkan secara nasional. Tanggal kelahiran beliau 16 Juni, dijadikan sebagai Hari Sastra NTT. Dan juga untuk memperingati kiprah beliau di sastra nasional, secara monumental namanya diabadikan menjadi sebuah nama Taman Budaya di Kota Kupang yaitu Taman Budaya Gerson Poyk.

comments
Selasa, 19 Juli 2016

Panggung Perempuan Biasa di Kota Kupang


Beberapa tahun terakhir pembangunan fisik di Kota Kupang meningkat pesat. Kehidupan sosial, politik dan ekonomi mengalami perkembangan yang lebih masif dibandingkan waktu sebelumnya. Walau perkembangan Kota Kupang bisa dikatakan terlambat jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia bagian Timur, namun kini kehidupan masyarakat kota Kupang mengalami pergeseran kehidupan ala urban yang mempengaruhi paradigma dalam berpikir, mengambil keputusan dan bertindak. Ada pergumulan batin dalam mencerna berbagai realitas, apakah pembangunan selamanya memberikan manfaat yang besar atau pada sisi lain memberikan ujian. Sehingga dibutuhkan ruang partisipasi antara ide dan realitas, dimana suara-suara itu bisa terdengar tanpa ada kekangan idiologi, ekonomi dan terlebih politik.

comments
Jumat, 17 Juli 2015

Khotbah Sastrawi



Sebagai muslim kita sudah terbiasa mendengar khotbah di hampir setiap jumatan, tarawih atau hari raya. Namun pertanyaannya, apakah semua khotbah itu memberikan pengaruh pada sanubari kita sebagai pendengar. Sebagai jamaah sholat, kita punya ribuan kali pengalaman mendengarkan ceramah khotbah dari para khatib, dan ribuan kali juga kita mempunyai kesempatan untuk menilai apakah ceramah itu berkesan atau tidak. Tak jarang sebagai jamaah kita tak menangkap sepatah katapun yang diucapkan khatib. Begitu banyak hal yang masuk dalam pikiran kita dan menganggu, sehingga tubuh kita berada di mesjid namun jiwa kita seolah terbang ke permasalahan hidup yang belum terselesaikan di luar sana. Ibarat masuk telinga kiri keluar lagi telinga kanan. Kadang banyak jamaah yang tertidur karena ceramah khatib yang dingin, sehingga muncul penilaian bahwa sesi ceramah hanya membuang waktu para jamaah yang telah rela meninggalkan kesibukannya. Padahal sesungguhnya khotbah adalah syarat sahnya solat jumatan dan pelengkap ibadah solat lainnya, bahkan ada yang menilai jika jamaah tidak mendengarkan khotbah dengan baik akan dianggap kelalaian dan bisa diganjar dosa.

comments
Sabtu, 04 Juli 2015

Polisi Sampah


Latar belakang novel ini bercerita tentang petualangan Simonov Sinesky bersama Malaikat Jibrael mengunjungi sebuah institusi kepolisian di negeri tak bernama. Kisah novel ini menguak perbuatan polisi-polisi di negeri antah berantah yang tak lagi memiliki nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan, dimana sudah banyak oknum kepolisian yang telah bersekutu dengan pelaku kejahatan. Simon Sinesky bersama tokoh imajiner yang diwakili sebagai Malaikat Jibril datang menginvestigasi dan melakukan penyelidikan terhadap polisi-polisi di suatu negeri antah berantah. Dimulai dari polisi berpangkat rendah brigadir hingga perwira tinggi jenderal. Investigasi ini dilakukan berdasarkan buku dosa yang telah dicatat, karena bagaimanapun sebagai mahluk beriman segala amal kebaikan beserta dosa-dosa sudah dicatat untuk dipertangungjawabkan di kemudian hari.

comments
Kamis, 26 Desember 2013

Kukila, sebuah kumpulan cerita


Sudah menjadi tradisi bila sebuah kumpulan tulisan yang dibukukan berupa feature, cerpen atau puisi, akan memilih salah satu judul tulisan untuk dijadikan judul buku. Hal ini tampak juga pada buku kumpulan cerpen karya M. Aan Mansyur, terbitan Gramedia Pustaka Utama tahun 2012, namun judul buku ini seperti tersamarkan oleh judul sedianya “Rahasia Pohon Rahasia”. Buku yang berjudul “Kukila” ini melengkapi beberapa buku sastra yang telah ditulis oleh penulis sebelumnya. Siapakah Kukila sesungguhnya sehingga menjadi hal khusus, karena dijadikan sebuah pembuka di sampul buku ini yang menyegera menjadi ikon.

comments
Kamis, 31 Oktober 2013

Novel dan Film, Karya Pamusuk Eneste

Buku ini terbilang salah satu yang unik, dapat dinilai dari seringnya buku ini disebut-sebut dalam artikel yang berkaitan dengan tinjauan tentang filmisasi karya sastra dalam hal ini novel. Tak jarang buku ini juga di cari-cari hingga ke sosial media online oleh para calon peneliti, mahasiswa bahkan kalangan umum sebagai referensi dalam kaitan penulisan kajian sastra tulis yang diangkat menjadi film. Namun sayang buku ini hanya sekali dicetak dan diterbitkan pada tahun 1991 oleh Penerbit Nusa Indah, Ende - Flores, selebihnya buku ini hanya ditemukan dalam bentuk fotocopy-an dan sudah menjadi buku langkah yang tidak lagi ditemukan di toko-toko buku, kalaupun ada mungkin hanya ada dibeberapa perpustakaan tertentu saja yang masih menyimpannya sebagai koleksi.

comments
Minggu, 29 Juli 2012

Perang Makassar 1669, Prahara Benteng Somba Opu

Sebuah novel sejarah yang mengulas tentang kedudukan bandar niaga maritim Benteng Somba Opu pada abad ke-17. Dalam konstelasi persaingan dengan VOC berkaitan dengan penguasaan jalur ekonomi perairan Indonesia Timur. Novel ini mengisahkan dua kali perang laut antara armada Kerajaan Gowa dan barisan kapal perang VOC. Perang pertama terjadi di Laut Masalembo, mempertemukan armada Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh Kapal Gallek Karaenta, dalam rangka menghadang armada kapal VOC yang dipimpin Kapal De Leuwin dalam jalur pelayaran menuju Benteng Fort Rotterdam dari Batavia. Sedangkan perang kedua terjadi di laut Banda mempertemukan armada Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh dua kapal perang Gallek Karaenta dan Tunipallangga yang berusaha menghadang Armada VOC beserta sekutu-sekutunya yang dipimpin oleh Kapal Van Hoyer.
 
comments
Rabu, 18 Juli 2012

Gerson Poyk, Sastrawan Nusa Tenggara Timur


Serasa beruntung suatu kali sempat bercakap-cakap dengan seorang sastrawan besar Nusa Tenggara Timur yang telah lama bergelut dalam kubangan makna dunia kesusastraan. Beliau adalah Gerson Poyk, sastrawan senior Nusa Tenggara Timur yang lebih dikenal di luar daerah dibandingkan dengan tanah kelahirannya sendiri. Jika bukan dengan penjelajahan di dunia maya dan membaca karyanya, maka saya kurang mengenal siapa Gerson Poyk. Memang pada umumnya pelajar dan generasi muda Nusa Tenggara Timur saat ini kurang mengenal sosok hebat ini. Padahal Ia adalah seorang penulis, wartawan, dan juga mantan guru yang karya-karyanya telah menempatkan dirinya sebagai salah seorang penulis besar dari Kawasan Timur Indonesia. Hal yang mungkin dimaklumi karena Gerson Poyk adalah perintis sastra Nusa Tenggara Timur. Namun dibelakang Gerson Poyk sudah ada beberapa sastrawan muda yang mulai bermunculan untuk melanjutkan pengembangan sastra Flobamora kedepan, sebagaimana yang kita harapkan demikian. 
 
comments
Jumat, 06 Juli 2012

Tetralogi Buru (The Buru Quartet): Karya Pramoedya Ananta Toer


Di suatu tengah malam, seorang teman mengajak keluar hotel mencari santap malam. Walau tidak dalam keadaan lapar saya pun nurut saja. Kota metropolitan Jakarta membuat insomnia seolah kambuh. Kami menyusuri Jalan KH. Agus Salim, dahulunya jalan ini bernama Jalan Sabang, sehingga lebih dikenal dengan kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Kami singgah di sebuah warung tenda dan memesan ikan bakar lalapan. Memang tidak lengkap jika menunggu, menikmati dan mengakhiri santap malam tanpa di temani para pengamen dan peminta-minta. Namun ada juga beberapa pedagang yang membawa banyak buku-buku jualan. Disinilah baru saya melihat pedagang buku yang mobile dari satu warung tenda ke warung tenda yang lainnya, sambil membawa banyak tumpukan buku. Buku yang ditawarkan bermacam-macam ada yang asli ada juga yang bajakan. Buku bajakan dapat dikenali dari warna sampul buku yang berbeda dari sampul buku yang sama dijual di Toko Buku Gramedia. Tetapi ada yang menarik dari tumpukan buku yang dibawa oleh bapak-bapak penjual buku itu, yaitu buku-buku Tetralogi Buru karya Pramodya Ananta Toer serta buku Pramodya lainnya. Harga yang tertera di sampul cenderung tinggi sehingga perlu untuk ditawar. Dengan penawaran, saya mendapatkan harga yang sangat murah dibandingkan dengan harga pasaran yang saya ketahui. Hingga membawa pulang kembali ke hotel satu set novel Tetralogi Buru, yang terdiri empat judul buku  (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca).

comments
Senin, 02 Juli 2012

Perempuan dari Lembah Mutis

Sebuah novel karya Mezra E. Pellondou, seorang pendidik di Kota Kupang yang telah dikenal sebagai sastrawati lokal yang sering mendapatkan penghargaan nasional di bidang sastra. Kehadiran novel Perempuan dari Lembah Mutis (2012), melengkapi beberapa novel yang  telah ditulis sebelumnya seperti Surga Retak (2006), Loge (2007) dan Nama Saya Tawwe Kabotta (2008). Novel Perempuan dari Lembah Mutis ini, sama halnya dengan beberapa novel populer lainnya, bercerita tentang anak kampung yang ketika masa kecilnya mengalami getirnya hidup, namun tetap memiliki semangat dan harapan. Asa itu kemudian dituangkan dalam bentuk imajinasi yang terinsipirasi dari kehidupan. Imajinasi itu dapat ditemukan di mana saja, baik dari pesan orang tua, petuah guru, nyanyian alam, kumpulan hewan bahkan hingga sesuatu yang dianggap sepele. Dari imajinasi yang mengawang itulah timbul hasrat untuk mencapainya, yang dinamakan motivasi hingga seseorang dapat mencapai mimpinya.

comments
Minggu, 24 Juni 2012

Bunga Rampai Vs Rumpu Rampe

photo: http://theirhands.blogspot.com

Dari judul di atas seolah mengambarkan perbedaan antara kedua kosa kata tersebut baik dari peristilahaan, arti atau juga berkaitan dengan makna. Istilah bunga rampai sudah begitu jamak dipergunakan dalam pembedaharaan bahasa Indonesia. Konon istilah ini berasal dari Sumatra Selatan yang artinya kumpulan bunga-bunga untuk digunakan sebagai sesajen, wadah interaksi supranatural dan merupakan salah satu syarat untuk jampi-jampi dukun. Selain itu bunga rampai juga digunakan untuk bunga tabur makam.

comments
Minggu, 10 Juni 2012

Perahu Kertas: Menulis dengan lukisan dan melukis dengan tulisan!


Jika kita memasuki dunia melukis maka kita tak bisa lepas dari salah satu nama yaitu Vincent van Gogh. Seorang seniman dunia yang menggeluti seni lukis dan menjadikan sebagai jalan hidup. Dikisahkan bahwa Van Gogh ingin merasakan penderitaan bersama buruh tambang di Borinage, Belgia. Ia bergabung dan hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan. Disitulah Van Gogh mulai menghibur, menolong bahkan merelakan hartanya untuk para buruh miskin tersebut. Namun hal ini dikritik oleh sastrawan Emile Zola, yang menganggap bahwa tindakan tersebut bodoh dan tidak akan membantu kehidupan para buruh tambang. Sebagai sastrawan Emile Zola lalu menulis buku yang menggambarkan kehidupan dari para buruh tambang tersebut. Jauh lebih banyak membantu mereka dengan membuat penderitaan mereka lebih diketahui secara universal dari pada yang dapat dilakukan oleh Van Gogh dengan cara menderita bersama mereka. 
 
comments
Jumat, 13 April 2012

Menonton teater: Ratu Balonita

Sudah sekian tahun saya tidak pernah menonton teater. Sewaktu masih kuliah saya sering menyaksikan teater jalanan teman-teman demonstran dengan tema-tema kritik pembangunan. Sedangkan teater lainnya adalah pada malam inaugurasi pengukuhan keluarga mahasiswa fakultas yang digelar setiap tahunnya, dipersembahkan oleh mahasiswa baru dalam bentuk opera. Untuk yang terakhir ini tema cendrung pada kehidupan kampus dan percintaan.

comments
Kamis, 12 April 2012

Seminar tentang Seni dan Budaya


Suatu kesempatan langkah, khususnya di Kota Kupang. Bisa datang mengikuti seminar dan berdiskusi secara langsung dengan para budayawan. Di antara yang hadir adalah Gerson Poyk, Putu Wijaya, Fellysianus Sanga dan Radhar Panca Dahana. Dari empat nama pembicara yang disebutkan, maka seminar ini menjadi lebih menarik karena disajikan oleh budayawan kenamaan dan mumpuni dibidangnya.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;