Tampilkan postingan dengan label Pulau Timor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Timor. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 Agustus 2020

Mick Jagger di Malaka – Nusa Tenggara Timur


Bagi generasi 80 dan 90-an, siapa yang tidak mengenal Mick Jagger. Pentolan dan vokalis grup band The Rolling Stones asal Inggris yang mengusung aliran rock, blues rock, rock and roll hingga country rock. Gema Mick Jagger juga sampai ke Pulau Timor, banyak kaula muda yang mengemari sang lagenda musik rock ini, poster Rolling Stones ada di kamar-kamar anak muda. Logo dari band bertebaran di Kota Kupang, orang Kupang biasa menyebutnya logo lo lidah atau menjulurkan lidah, sebagaimana ikon dari Mick Jagger sendiri.

comments
Kamis, 10 Mei 2018

Kosmologi Timor


Foto credit: EL Ghyzel Glenn

Raputasi besar keberadaan manusia di kehidupan ini adalah karena manusia memiliki akal pikiran. Dan akal yang menentukan sikap dan pola tingkah laku selanjutnya dan kemudian menjadi pandangan yang harus ditempuhnya. Masyarakat Timor sebagai entitas awal penghuni pulau Timor telah memiliki keakraban dengan pandangan khusus tentang alam semesta, tentang kosmos. Inilah menjadi dasar awal pandangan dan penilaian terhadap kosmos. Relasi pola hubungan dasar ini yang dibangun dalam sebuah tata tertib kosmos dan membentuk pola berpikir kosmis, di mana manusia hanyalah sebuah bagian kecil dari alam semesta ini, atau sebagai pelengkap kosmos yang terletak menetap dalam peredaran di raya ini.

comments
Selasa, 20 September 2016

Boneka Atauro, Dakocan dari Timor Leste


Adalah boneka legendaris Dakocan (Dakko-chan) yang pernah memiliki masa kejayaan sejak tahun 1960-an hingga tahun 1990-an. Boneka khas berwarna hitam ini berasal dari Yokohama, Jepang dan begitu mendunia. Semula adalah boneka plastik berisi angin yang ditiupkan hingga kemudian menjadi boneka mainan dengan berbagai bentuk. Sejarah boneka sebagai mainan tertua sudah ada sejak zaman Yunani, Romawi dan Mesir kuno. Baru pada abad ke-15, boneka di produksi massal dan dijual, negara perintisnya adalah Jerman. Dan kini industri boneka berkembang pesat dengan berbagai karakter dan dari segala penjuru dunia. Salah satunya datang dari salah satu industri kecil yang dikembangkan dari Pulau Atauro di negara Timor Leste, dan telah menjadi boneka ikon dari Pulau Atauro yaitu Boneca de Atauro (Boneka Atauro).

comments
Jumat, 09 September 2016

Promosi Timor Leste di NTT


Pada pelaksanaan event kegiatan Sunda Kecil Expo 2016, yang berlangsung 07-10 September 2016 di Kupang. Sebagai implementasi dari semangat “historika Sunda Kecil” yang melahirkan kerjasama antara 3 (tiga) Provinsi yaitu, Bali, NTB dan NTT, sebagai wujud sarana promosi dalam mendukung sinergitas antara pemerintah dan swasta/investor/pelaku usaha untuk mendukung percepatan proses pengembangan investasi di daerah. Kegiatan ini dalam menunjang segi tiga pertumbuhan ekonomi antara Indonesia (NTT), Timor Leste (Dili) dan Australia (Darwin) dengan melakukan serangkaian kegiatan berupa pameran pembangunan, pariwisata, potensi investasi, industri dan perdagangan, UKM dan industri kreatif serta pergelaran seminar, kesenian, kebudayaan dan hiburan lainnya.

comments
Selasa, 19 April 2016

Budaya Kosu di Timor dan Ma’ Toding di Toraja


Budaya Kosu, foto: fb Atoni van Timor

Kebudayaan itu seperti spora yang yang terbawa angin, entah kemana dan kemudian akan tumbuh dan menjadi sebuah kebudayaan sebagai jejak dari kebudayaan asalnya, atau seperti biji-bijian yang di bawa burung dalam perutnya untuk dibuang ke ranah jauh, bertumbuh dan menjadi pohon kebudayaan yang baru di tanah tempat berlabuh. Sulit untuk menemukan asal muasal budaya karena budaya tumbuh tanpa pemberitahun, bergerak tanpa peta dan berkembang tanpa mengenal dimensi.

comments
Senin, 11 Januari 2016

Tanjung Takari Noelmina


Foto: Rens Benu

Ketika masih tinggal di pedalaman Pulau Timor, saya hampir selalu bolak balik Kota SoE-Kupang-SoE, semua dilakukan hampir di setiap suasana hari entah itu shubuh, pagi, siang, petang hingga malam dan juga di segala suasana hati baik senang maupun sedih. Dalam keremangan fajar hingga gelap malam masih ada terlintas dalam bekas sisa-sisa memori yang tak hilang di mata. Seperti jigsaw yang berkelebat dalam ingatan perjalanan menggunakan bis antar kota dalam provinsi, ketika melewati dan melihat lekukan jalan, jembatan, turunan dan mendaki sesuai dengan topografi Pulau Timor. Entah dalam sadar atau sedikit tertidur semua itu kini sudah sangat jarang dilakukan lagi. Semua itu terjadi antara tahun 1997-2000 hingga 2006-2009.

comments
Minggu, 20 Desember 2015

Vatikan, Timor dan Traffic Pengujung Blog yang tiba-tiba Membludak



Kemarin tanggal 19/12/2015, saya dikagetkan dengan traffic pengujung blog pribadi saya yang begitu melonjak, sudah seperti biasanya saya langsung bisa mendeteksi laman apa dari blog saya yang sedang trend dibaca, dan sebab apa yang terjadi sehingga laman itu ramai dikunjungi. Kali ini tulisan saya tentang mitologi Pulau Timor begitu ramai dilihat, entah ada sebab apa dan setidaknya memerlukan sesuatu untuk segera dianalisa. Lalu kemudian di awal pagi ini, di berbagi kiriman media sosial facebook dari seorang teman yang baru dikenal, saya menemukan kutipan tulisan dari Antoninho Benjamim Monteiro yang berisi seperti di bawah ini:

comments
Sabtu, 11 April 2015

Pentas Tarian Bidu Hodi Hakdaur




Nusa Tenggara Timur selalu memberikan corak kebudayaan yang berbeda dengan wilayah lainnya di Nusantara. Salah satunya bisa dilihat dari beragamnya jenis tarian dari daerah ini. Umumnya tarian asal NTT memiliki kesan tarian pergaulan, ritual adat istiadat, pesta  perkawinan,  pesta  panen  baru  atau  acara  dengan nuansa kegembiraan lainnya. Kini tarian yang semula hanya dilihat oleh kalangan terbatas, saat ini telah dipentaskan diruang publik yang lebih luas. Tarian sebagai sebuah kesenian memperlihatkan gerak tubuh yang memiliki irama, dengan menampilkan tema masing-masing seperti tari pergaulan, ungkapan perasaan, maksud dan pikiran. Tarian tentunya selalu diiringgi dengan alat musik yang membantu mengiringi penari untuk lebih mengekspresikan diri secara estetis. Keharmonisan sebuah tari tentunya dilihat dari aspek yang ditampilkan yaitu wiraga (raga), wirama (irama), dan wirasa (rasa). 

comments
Selasa, 14 Oktober 2014

Donald P. Tick, Sejarawan Pemerhati Kerajaan-Kerajaan Nusa Tenggara Timur

Tokoh yang satu ini telah berkecimpung dalam penelitian tentang kerajaaan-kerajaan di Indonesia selama 30 tahun. Beliau telah membentuk Pusat Dokumentasi Kerajaan-Kerajaan di Indonesia (PUSAKA) bermarkas di Vlaardingen (Belanda). Ia melakukan upaya besar untuk meneliti sejarah dan para pewaris dari kerajaan-kerajaan di Indonesia dengan kondisi kekiniannya. Dan saat ini Beliau sedang menekuni penyusunan ensiklopedia seluruh kerajaan di Nusantara. Harapannya adalah tetap menjaga ketersediaan informasi dari kurang lebih 300  kerajaan di tanah air dengan segala pendokumentasiannya. Dalam proses ini Beliau telah melakukan kunjungan ke berbagai kerajaan, serta mengunjungi para raja dan sultan di daerah-daerah tertentu di Indonesia untuk melakukan penelitian terkait sejarah mereka. Dengan demikian dapat terkumpulnya berbagai informasi lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia. Hal ini juga melibatkan keterkaitan dengan sumber-sumber dari banyak orang yang saling terhubung dengan sejarah kerajaan. Karena bagaimanapun sejarah sebuah kerajaan memilki kepentingan yang luas bagi lapisan masyarakat dalam mengukuhkan kearifan di masa lalu. Sumber-sumber yang ada seperti dokumentasi foto lama dan kini, serta sumber-sumber tertulis lainnya. Mengingat selama ini banyak sumber-sumber tentang sejarah sebuah kerajaan, hanya tersimpan rapi di negeri Belanda, dan hasrat dari sejarawan ini adalah membawa kembali sejarah kerajaan masa lalu ke tempat di mana sejarah itu berasal.

comments
Minggu, 17 Agustus 2014

Upacara Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1960 di SoE - Timor Tengah Selatan




Upacara kemerdekaan Republik Indonesia pertama kali digelar pada tanggal 17 Agustus 1945, dikediaman Soekarno, Jalan Pengangsaan Timur 56, Jakarta. Kegiatan berupa pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, kenaikan bendera dan nyanyian lagu Indonesia Raya telah menjadi tradisi yang hingga kini terus dirayakan setiap tahunnya di seluruh penjuru tanah air. Saat ini upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia digelar di 3 tempat, yakni tingkat Kabupaten/Kota (Kantor Bupati/Walikota), Provinsi (Kantor Gubernur), dan Nasional (Istana Negara).

comments
Rabu, 16 Juli 2014

Kamus Indonesia-Tetun # Tetun-Indonesia


Bahasa sebagai kapasitas yang dimiliki manusia merupakan sistem komunikasi yang kompleks. Sederhananya bahasalah yang membuat manusia saling mamahami dan bisa bekerja sama. Bahasa mengantarkan seseorang untuk berdiri di posisi sosial untuk saling mengekspresikan diri dan memanipulasi objek dalam lingkungan. Bahasa begitu beragam dan begitu produktif dari ribuan kosa kata bisa menjadi jutaan kalimat yang tidak terbatas. Selain itu bahasa bersifat dinamis sehingga berbagai kemungkinan perubahan dapat saja terjadi setiap saat dan apa saja dalam struktur bahasa.

comments
Minggu, 18 Mei 2014

Road to SoE



Kesempatan kali ini, kita akan beranjak keluar kota Kupang melintasi jalan trans Pulau Timor. Tujuan kita adalah Kota SoE yang berjarak 110 km dari Kota Kupang. SoE sebagai salah satu kota di pedalaman pulau Timor ini adalah ibu kota dari Kabupaten Timor Tengah Selatan. Untuk sampai ke Kota SoE dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan, baik menggunakan mobil pribadi, travel, bus ataupun dengan sepeda motor. Jalan trans Timor yang kita akan lewati relatif baik, namun sejenak kita berpikir bagaimana keadaan jalan ini satu abad atau seratus tahun yang lalu. Tentu tidak seperti yang kita lihat dan nikmati hari ini! 

comments
Senin, 17 Juni 2013

Buku: Koepang Tempo Doeloe

Sebuah buku tentang khazanah sejarah Kota Kupang berjudul “Koepang Tempo Doeloe”, setidaknya menambah deretan buku-buku sejarah yang masih sedikit tentang keberadaan kota Kupang dalam skala lokal hingga nasional. Buku yang menambah referensi tentang Kota Kupang ini, tentunya menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Kupang yang merindukan dan ingin kembali menemukan unsur heritage pembangunan Kota Kupang dari masa ke masa, dan dibawakannya ke hadapan pembaca sebagai bacaan alternatif kilasan sejarah dengan nuansa yang baru dan sedikit berbeda. Salah satunya adalah dengan menguatkan kajian dengan menambah unsur folklore atau cerita rakyat yang berkaitan dengan migrasi komunitas yang semula berasal dari sejarah penceritaan (oral history).
comments
Kamis, 30 Mei 2013

Bagaimana Rupa Pahlawan Sobe Sonbai III ?



Ketika masih bersekolah di tingkat SD dan SMP, saya masih menghapal hingga kini wajah para pahlawan nasional yang lukisannya terpajang di hampir sekeliling dinding ruang kelas dan termuat di dalam uang kertas BI dengan berbagai pecahan yang dicetak oleh Perum Peruri, sebut saja Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Imam Bonjol, Pangeran Antasari, Kapiten Pattimura, dan lain-lain atau juga bisa melihat siluet dalam tanda air uang kertas tersebut. Sejauh ini apa telah disosialisasikan pemerintah berbekas bagi generasi saat ini. Namun kemudian muncul pertanyaan siapa pahlawan nasional yang berasal dari NTT, yang berjuang dengan gigih mempertahankan wilayahnya dari ekspansi kolonial, kita hanya sekedar tahu dari pelajaran muatan lokal saja. 

comments
Minggu, 26 Mei 2013

Koes Plus dan “Kolam Susu(k)”




“Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai, tiada topan kau temui, ikan dan udang datang menghampirimu, orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Itulah syair lagu "Kolam Susu" yang pernah dipopulerkan grup musik legendaris Koes Plus pada era 1970-an. Koes Plus adalah grup musik yang sangat terkenal pada dasawarsa 1970-an yang berasal dari Tuban, Jawa Timur dan dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Personil band ini pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap membawa aliran semangat budaya kapitalisme, disaat pemerintah kala itu anti terhadap kapitalisme atau sesuatu yang berasal dari barat.

comments
Selasa, 23 April 2013

Ethnic Runaway, Episode: Fatukoto Timor Tengah Selatan – NTT



Memang kemilau etnik di Nusa Tenggara Timur tak habis untuk dieksplorasi. Tak berselang lama Ethnic Runaway kembali ke Pulau Timor, sempat sebelumnya Ethnic Runaway dengan Episode: Fatukopa Timor Tengah Selatan tayang Maret lalu, kali ini Trans Coproration berkesempatan untuk menayangkan Ethnic Runaway, Episode: Fatukoto yang merupakan sebuah desa di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan - NTT dengan mendatangkan dua orang artis Jakarta, mereka adalah Agung Hercules dan Chacha Frederica.
 
comments
Senin, 08 April 2013

Mitologi Asal Usul Pulau Timor


Pulau Timor (google maps)

Pulau Timor dengan luas sekitar 30.777 km² ini, terletak dibagian selatan nusantara. Dalam sejarah politik pulau ini dipartisi menjadi dua bagian selama berabad-abad akibat penjajahan. Melalui perjanjian Lisboa pada tahun 1859, Belanda dan Portugis menjalin kesepakatan bahwa Belanda menguasai bagian barat pulau Timor dan Portugis menguasai bagian timurnya. Sekarang Timor Barat atau dahulu dikenal sebagai Timor Belanda sampai 1949, telah menjadi bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur - Indonesia, sedangkan Timor Timur atau dahulu dikenal sebagai Timor Portugis, sebuah koloni Portugis sampai tahun 1975 dan sempat menjadi bagian dari Indonesia hingga tahun 1999, dan pada tahun 2002 telah menjadi negara merdeka Republik Demokratik Timor Leste. Walau demikian menurut legenda masyarakat di Pulau Timor baik di bagian barat maupun timur sebagai akar sejarah budaya yang sama sebelum kedatangan imprealisme, bahwa Pulau Timor berasal dari buaya (Crocodylidae) yang menjelma menjadi sebuah pulau.

comments
Selasa, 05 Maret 2013

Ethnic Runaway, Episode: Fatukopa Timor Tengah Selatan – NTT



Menarik adalah untuk sekian kalinya, Nusa Tenggara Timur menjadi tempat tujuan lokasi pengambilan gambar tayangan adventure yang lagi marak di berbagai stasiun televisi nasional saat ini. Tak terhitung berapa banyak kekayaan kebudayaan NTT yang telah di ekspose seperti dalam rubrik Si Bolang, Jejak Petualang dan Ethnic Runaway atau tayangan sejenis lainnya. Ini menunjukkan bahwa NTT tersimpan begitu banyak potensi pariwisata budaya dan tradisi yang tak habisnya dieksplorasi. Tentu sebuah prestasi bagi dunia swasta yang ikut membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan aspek pariwisatanya.
  
comments
Jumat, 08 Februari 2013

Ambigu dalam Lukisan Tempo Doeloe


Harus disadari bahwa lukisan tempo doeloe adalah produk masa lalu yang dikembangkan di negeri Hindia Belanda, oleh para penjelajah Eropa dengan kepentingan tertentu. Sehingga karya-karya pelukis Eropa tersebut memiliki unsur subjektivitas dalam memahami realitas. Terkadang lukisan dihasilkan lebih mempertimbangkan hasil imajinasi, bahkan lebih ekstrem lagi jika sang pelukis tidak pernah datang ke nusantara atau melihat realitas secara langsung dan malah melukis berdasarkan naratif dan deskriptif dari orang lain yang pernah bertualang di nusantara. Dengan demikian lukisan sebaiknya ditelaah untuk memahami unsur imaji dari para pelukisnya. 

Dalam beberapa pengamatan, saya telah menemukan beberapa kisah yang ambigu dalam lukisan seperti terlihat pada rangkaian lukisan-lukisan dengan argumen berikut ini: 

1)    Ambassadors of the VOC to Timor in 1756

collectie.tropenmuseum.nl
comments
Sabtu, 05 Januari 2013

Simpang Lima Atambua




Mengunjungi Kota Atambua, Kabupaten Belu adalah yang pertama kalinya buat saya. Atambua adalah kota perbatasan dengan Negara Timor Leste dan berjarak sekitar 289 kilometer dari Kupang dan berada di sentral Pulau Timor. Arti nama Kota Atambua diperkirakan berasal dari nama sebuah tempat berkumpul orang-orang untuk melakukan aktifitas perdagangan budak. Kemungkinan yang dijadikan budak saat itu adalah orang-orang yang dianggap memiliki ilmu sihir (suanggi), sehingga ditangkap dan dijadikan budak. Suanggi dalam bahasa Belu (Tetun) adalah “buan dan untuk budak atau hamba sahaya adalah ata”, sehingga menjadi nama atambua, yang berarti “budak atau hamba suanggi”. Masih menurut cerita bahwa budak-budak yang telah dibeli dibawa ke pantai utara, saat ini dikenal dengan nama Pelabuhan Atapupu yang berjarak 48 kilometer dari Kora Atambua. Nama Atapupu berasal dari kata “ata” untuk budak dan “pupu” (berkumpul) atau juga berasal dari kata “futu” (diikat), sehingga berarti “tempat budak berkumpul atau budak diikat”, sambil menunggu kapal untuk di bawa keluar Pulau Timor.  
comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;