Setiap orang punya minat masing-masing. Minat
ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan dari kecil hingga kita dewasa, dari
keluarga hingga teman atau juga bukan dari keduanya. Minat ini yang kemudian
menjadi hobby. Sedari sekolah dasar saya punya ketertarikan khusus dengan buku.
Saya suka sekali mencium aroma buku tulis yang baru dibeli di toko dan atau
buku mata pelajaran baik yang lama dan baru. Ada aroma memori dari bau
buku-buku itu. Ia seperti makanan, bukan untuk perut tetapi untuk jiwa.
Tampilkan postingan dengan label Tentang Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Buku. Tampilkan semua postingan
Bagi peminat atau penggila buku, datang ke toko buku ibarat sedang berekrasi ke puncak gunung atau ke tepi pantai, ada kesan yang selalu bisa dibawa pulang sampai ke rumah selain dengan membeli buku. Toko buku semakin banyak, maka semakin banyak pilihan buku yang diinginkan. Berkunjung ke toko buku menjadi gaya hidup orang modern yang menjadikannya tempat rekreasi fisik dan batin. Penjual buku menjamur dari kelas kaki lima hingga mall, dari lapak pinggir jalan hingga toko buku online, dari toko seadanya hingga ruang megah berpendingin, dari toko buku yang menjual semua kategori umum hingga toko buku spesifik yang menjual tema tertentu. Sehingga toko buku menjadi tempat terbaik membuang waktu!.
Beberapa waktu lalu, saya melakukan pemesanan
buku terbitan luar negeri via salah satu toko buku online nasional. Pemesanan buku ditujukan ke Amazon.com yang adalah salah satu perusahaan perdagangan
buku online multinasional dan memiliki
cabang di beberapa negara yaitu United State, United
Kingdom, Canada, Japan, France, Germany, Italy,
Spain dan China.
Buku yang saya pesan adalah Lonely Planet Indonesia 10th
Edition (Paperback), karena buku yang
saya inginkan adalah terbitan Kanada, maka buku tersebut dikirim langsung dari
Kanada oleh Amazon. Bila buku ready di gudang Amazon, maka pengiriman akan dilakukan dengan cepat. Seperti
pengalaman kali ini, tak sampai seminggu buku yang dipesan telah tiba, menggunakan
jasa pengiriman DHL International dengan Standard
International Shipping (CA). Pengiriman buku
dari Kanada hingga Kota Kupang hanya membutuhkan waktu 6 hari, tidak termasuk
proses pemesanan.
Dunia maya menghubungkan setiap orang
dimana saja ketika telah tersambung dalam konektivitas internet. Jarak tidak
lagi dikenal karena dunia seperti dilipat. Begitu kita menjadi bagian dari
dunia maya, kita terhubung dalam media sosial yang membuat kita bisa menambah
begitu banyak teman dari yang dekat hingga dari negeri yang jauh. Korelasi nirkabel
ini membuat komunikasi menjadi cair dan seketika. Pertemanan dalam dunia maya
ini juga mempertemukan berbagai kepentingan dan kebutuhan, sehingga membuka
ruang informasi menjadi begitu terbuka dan semua orang bebas untuk
mengaksesnya.
photo: djangkarubumi.com
Seperti
kurang lengkap jika mengaku sebagai pecinta buku, namun belum pernah
mengunjungi salah satu toko buku yang telah menjadi legenda di negeri ini. Adalah
Toko Gunung Agung yang masyhur dikenal sebagai
perintis toko buku dan alat tulis (stationery)
terkemuka di Indonesia. Hingga kini dalam usahanya selalu menyediakan kebutuhan
akan buku-buku berkualitas dan produk-produk pilihan lainnya bagi pelanggan, dengan
harga bersaing serta pelayanan yang prima.
Rabu, 14 Agustus 2013
Flobamora,
Tentang Buku,
Traveling
Cerita dari Penerbit Buku “Nusa Indah” Ende – NTT
Toko Buku Nusa Indah dengan arsitektur bangunan bulat dibangun tahun 1954
Kota
Ende adalah sebuah kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah dikenal
sebagai kota destinasi wisata alam, sejarah dan budaya, namun tidak lengkap
rasanya jika kita tidak menikmati wisata belanja buku dengan mengunjungi Toko Buku dan
Penerbit Nusa Indah. Sebagai penerbit buku yang telah menjadi legenda di ranah
Flobamora, Penerbit Nusa Indah pernah mengalami masa keemasan yang tidak
terlupakan dan pernah mengangkat Nusa Tenggara Timur dalam usaha penerbitan
buku berkualitas hingga dipasarkan secara nasional. Setidaknya menjadi spirit
dari Bumi Flores, bagaimana cerita Penerbit Nusa Indah, berikut sepenggal
kisahnya.
Ramadhan memang telah berlalu,
begitupun dengan amalan-amalan yang dilakukan di bulan penuh berkah. Namun
selalu ada yang berbekas dari setiap kepergian ramadhan, yang adalah manejemen
waktu atau tepatnya mengelola waktu. Ramadhan adalah bulan tersibuk bagi umat
muslim yaitu ketika umat berlomba-lomba melipatgandakan amal ibadahnya,
menjalankan berbagai aktivitas dari sahur hingga berbuka dan dari berbuka
hingga sahur, bahkan hingga harus menjalankan pekerjaan reguler kantor yang tidak
mudah ditinggalkan begitu saja. Salah satu amalan ibadah adalah dengan banyak
membaca mulai dari Al-Qurannul Karim, terjemahannya dan dzikir hingga
bacaan-bacaan tema islami lainnya. Dalam Bulan Ramadhan memang sebaiknya melakukan
hal positif dengan banyak membaca selain mengisi waktu juga menambah nilai keislaman
dan keilmuan.
Mengenang adalah kelebihan manusia
yang tidak dimiliki makhluk manapun. Membuka kembali guratan halaman-halaman
yang pernah dibuka memberi sentuhan ritmik sanubari akan halaman-halaman yang
pernah dibaca, pernah dilalui, pernah diceritakan dan pernah didiskusikan. Kenangan
itu membawa keteduhan bahwa masa lalu adalah keindahan yang pernah digapai.
Mendekap lalu menciumi dan mengharumi rentetan halaman yang seperti berlari,
menepuk punggung buku seakan tak ingin melepaskannya, mengengamnya ibarat peti
emas dan menimangnya laksana merpati dan kemudian merapikannya kembali.
Beberapa malam yang lalu saya membeli empat buah buku di
Toko Buku Gramedia Kupang, dan seperti sebuah kebiasaan sekembalinya dirumah adalah melihat-lihat sejenak buku yang
baru dibeli, mulai dengan membuka bungkusan plastik buku, mengharumi
lembaran-lembaran buku baru yang ibaratnya mencium aroma yang selalu dikenali.
Memperhatikan kembali daftar isi dan melihat sekilas isi bab buku. Sebenarnya hal
ini telah dilakukan di toko buku sebelum membeli, tetapi mengulang kembali di
rumah menjadi keharusan. Karena sulit menyiapkan waktu untuk segera membaca,
terkadang buku tersebut kemudian terdiam hingga bertahun-tahun baru dibaca.
Jika
menggunakan transportasi darat, saya sulit untuk mengisi waktu dengan membaca,
gerak kendaraan membuat mata sulit fokus pada bacaan dan kadang membuat pusing apa lagi jika jalannya
berkelok-kelok. Tidak demikian bila saya menggunakan jasa angkutan laut atau udara, kita
bisa menemukan momen membaca yang mengasyikan. Membaca dalam pelayaran memberi
kita waktu yang banyak, karena dapat menghabiskan waktu berhari-hari menempuh
pulau demi pulau dengan suasana di tengah lautan luas. Sedangkan dalam
penerbangan, membaca hanya untuk sekedar menghabiskan waktu beberapa jam saja.
Suatu kesempatan akhirnya tiba yaitu kembali mengunjungi Kota Makassar, karena hampir lima tahun lamanya tidak melihat rupa Makassar. Beberapa
saat setibanya di penginapan, saya langsung meluncur ke alamat Rumah Penerbit
Ininnawa yang berada di Jalan
Abdullah Daeng Sirua 192E Makassar. Penerbit Ininnawa merupakan salah satu
penerbit lokal di Kota Makassar yang menghadirkan buku bacaan bertemakan tentang Sulawesi Selatan. Buku terbitan lokal dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan tentang kebudayaan
sendiri yang sedikit terabaikan dalam modernisme kebudayaan global.
| Buku terbitan koleksi penerbit |
Pada
pertengahan bulan lalu, saya menyempatkan berkunjung ke Komunitas Bambu yang
terletak di Depok, Jawa Barat. Komunitas Bambu yang kemudian disingkat menjadi
KOBAM, telah dikenal sebagai sebuah lembaga penerbitan buku yang secara khusus menggarap buku-buku ilmu pengetahuan
sejarah, budaya dan humaniora. Kehadiran penerbitan ini menambah khazanah
keilmuan terkhusus bertemakan sejarah bangsa. Penerbit Kobam didukung dengan jaringan
distribusi buku yang luas, sehingga memudahkan menemukan buku terbitan Kobam di
berbagai toko buku, termasuk di Toko Buku Gramedia se-Indonesia dan jaringan
toko buku online.
Pekan lalu (23/09/2012) saya membaca berita tentang wafatnya
Guru Besar Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia Prof. dr. Firman Lubis, MPH, beliau berpulang dalam usia 68 tahun. Seorang yang
pakar dalam pengembangan kedokteran komunitas di Indonesia dan juga sekaligus
sebagai seorang sejarahwan
yang saya kagumi. Latar belakang kekaguman saya adalah buku-buku tentang sejarah sosial Kota Jakarta yang ditulis beliau, dan menurut saya unik karena menjadi sebuah bentuk
penulisan autobiografi dengan genre berbeda, melalui pendekatan kontekstual
kehidupan Ibu Kota Jakarta dan pengaruh konstelasi terhadap perkembangan nasional
kala itu.
Bosan mencari-cari buku di toko buku atau sulit
menemukan judul yang di cari, mungkin alternatifnya adalah membeli buku via
online!. Selama
ini saya telah menggunakan jasa beberapa toko buku online seperti di:
kutukutubuku.com, bukabuku.com, belbuk.com, bukukita.com, inibuku.com dan palasarionline.com. Selain itu pemesanan buku
online juga bisa langsung ke penerbit yang menyediakan penjualan secara online.
Semua bookstore online tersebut
memiliki sistem kerja yang hampir sama mengikuti sistem kerja toko buku online
modern, mulai dari mencari judul buku, memilih buku, memasukan dalam keranjang
belanja maya, membayar online, pengiriman hingga sampai pada pemesan. Di antara
bookstore online tersebut di atas saya
dapat menilai mana yang memiliki kemudahan transaksi, ketepatan produk dan
waktu hingga pelayanan secara keseluruhan. Namun saya masih menemukan beberapa
kelemahan, seperti pesanan buku yang ready
stock ternyata sudah kosong (tidak di update!)
sehingga harus menunggu konfirmasi dari penerbit, mengganti buku yang dipesan
atau mengembalikan dana (refund).
Celah lain lagi adalah berat buku yang tidak dihitung secara akurat sehingga
pembeli terasa berat pada ongkos pengiriman apalagi tujuan wilayah yang lebih
jauh.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Facebook
Catatan....!!!
Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!













- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact