Eric
Thake (1904-1982) adalah seorang seniman Australia.
Ia terkenal dengan konsep surealisme
untuk menangkap suasana dari pemandangan yang dilihatnya. Ia memproduksi cetakan,
gambar, lukisan cat air dan foto, serta karya-karyanya dipertunjukan di galeri
seni nasional Australia dan luar negeri. Pada tahun 1943, Thake terdaftar di Angkatan Udara Royal
Australia (RAAF) dengan semula bekerja
sebagai juru gambar. Dan
karena
bakatnya ia kemudian diangkat sebagai seniman perang (warartist) di tahun 1944 pada liputan
sejarah Perang Dunia II.
Semalam tanpa
direncanakan saya menonton film yang ditayangkan Metro Tv, film berjudul Krakatoa: The Last Days.
Sebuah film drama dokumenter
produksi
BBC (British Broadcasting Corporation) yang disutradarai oleh Sam Miller
dan telah dirilis tahun 2006, namun sekarang baru saya menontonnya. Film yang mengisahkan letusan
Gunung Krakatau pada tahun 1883 dengan latar belakang kehidupan penduduk disekitarnya. Gunung berapi ini berada di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatra yang letusannya kala itu mengakibatkan gempa, tsunami, hujan abu dan gelombang panas yang menghujam daratan. Dampak letusan berakibat pada kerusakan alam lebih dari 18 kilometer dan menewaskan lebih dari 36.000 jiwa.
![]() |
| Suasana Arena Pameran Fatululi |
Arena Pameran dan
Promosi
Fatululi telah menjadi salah satu ikon
Kota Kupang. Disinilah tempat penyelenggaraan event tahunan perayaan Hari Ulang
Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahunnya. Awalnya
pembangunan arena pameran ini dimaksudkan untuk secara reguler mempromosikan komoditas
masyarakat Nusa Tenggara Timur. Namun dalam perjalanannya
arena ini hanya digunakan secara rutin pada parayaan HUT Kemerdekaan RI setiap
tahunnya, Selebihnya bangunan stand ini kosong tanpa aktivitas formal. Dampaknya
bangunan tidak terawat dan setiap tahunnya diadakan perbaikan untuk menunjang
pelaksanaan pameran. Menurut informasi deretan bangunan ini telah dijadikan
sebagai tempat tinggal sekitar 40 KK pendatang yang tidak memiliki rumah. Di
saat penyelenggaran pameran mereka membangun tempat tinggal darurat hingga
pergelaran berakhir dan kembali menempati bangunan stand.
Bosan mencari-cari buku di toko buku atau sulit
menemukan judul yang di cari, mungkin alternatifnya adalah membeli buku via
online!. Selama
ini saya telah menggunakan jasa beberapa toko buku online seperti di:
kutukutubuku.com, bukabuku.com, belbuk.com, bukukita.com, inibuku.com dan palasarionline.com. Selain itu pemesanan buku
online juga bisa langsung ke penerbit yang menyediakan penjualan secara online.
Semua bookstore online tersebut
memiliki sistem kerja yang hampir sama mengikuti sistem kerja toko buku online
modern, mulai dari mencari judul buku, memilih buku, memasukan dalam keranjang
belanja maya, membayar online, pengiriman hingga sampai pada pemesan. Di antara
bookstore online tersebut di atas saya
dapat menilai mana yang memiliki kemudahan transaksi, ketepatan produk dan
waktu hingga pelayanan secara keseluruhan. Namun saya masih menemukan beberapa
kelemahan, seperti pesanan buku yang ready
stock ternyata sudah kosong (tidak di update!)
sehingga harus menunggu konfirmasi dari penerbit, mengganti buku yang dipesan
atau mengembalikan dana (refund).
Celah lain lagi adalah berat buku yang tidak dihitung secara akurat sehingga
pembeli terasa berat pada ongkos pengiriman apalagi tujuan wilayah yang lebih
jauh.
| Jajanan Kampong Solor |
Penduduk muslim di Kota Kupang terbilang minoritas, namun suasana ramadhan tetap terasa. Ditandai dengan berbagai aktivitas keagamaan mulai dari berbuka puasa bersama hingga sholat tarawih berjamaah di mesjid-mesjid seputaran Kota Kupang. Selain itu selama Bulan Ramadhan di Kota Kupang juga banyak ditemui jajanan berbuka puasa yang saat ini femilier disebut dengan takjil (Arab, ta’jil), padahal arti sesungguhnya takjil adalah “keadaan untuk segera berbuka puasa”, namun kemudian istilah ini dipakai untuk menamai beragam makanan ringan yang mudah dikonsumsi sesegera saat azan maghrib berkumandang karena memasuki waktu sholat. Mungkin dimaksudkan sebagai jajanan praktis yang mudah mengembalikan energi untuk segera menunaikan ibadah sholat maghrib.
Entah berapa banyak orang yang mengucapkan selamat ulang tahun setiap harinya, kepada seseorang yang menurut penanggalan telah bertambah usia setahun. Orang-orang yang berulang tahun hari ini, mungkin ratusan di kota ini, mungkin puluhan juta di negeri ini dan mungkin juga beratusan juta orang di dunia ini. Mereka adalah orang-orang yang bersuka ria terhadap apa yang mereka telah capai dan mempersiapkan diri untuk hal yang ingin dicapai di masa depan. Ada yang merayakan dengan berpesta pora ataupun secara sederhana hanya dengan permenungan.
Sebuah novel sejarah yang
mengulas tentang kedudukan bandar niaga maritim
Benteng Somba Opu pada abad ke-17. Dalam
konstelasi persaingan dengan VOC berkaitan dengan penguasaan jalur ekonomi
perairan Indonesia Timur. Novel ini mengisahkan dua
kali perang laut antara armada Kerajaan Gowa dan barisan kapal perang VOC.
Perang pertama terjadi di Laut Masalembo,
mempertemukan armada Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh Kapal Gallek Karaenta, dalam rangka menghadang
armada kapal VOC yang dipimpin Kapal De
Leuwin dalam jalur pelayaran menuju Benteng Fort Rotterdam dari Batavia.
Sedangkan perang kedua terjadi di laut Banda mempertemukan armada Kerajaan Gowa
yang dipimpin oleh dua kapal perang Gallek
Karaenta dan Tunipallangga yang
berusaha menghadang Armada VOC beserta sekutu-sekutunya yang dipimpin oleh
Kapal Van Hoyer.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Facebook
Catatan....!!!
Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!













- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact