Kemarin, atau tepatnya 5 Mei 2015 dirayakan sebagai Hari Bidan Sedunia atau International Midwives’ Day. Rupanya kebidanan
di mata dunia sudah dihargai sebagai profesi yang sangat penting, walaupun
peringatan Hari Bidan Internasional sudah dirayakan sejak 5 Mei 1991, yang diadakan untuk menghormati jasa para bidan yang pada tahun 1987
mengadakan International Confederation of Midwives Conference di
Belanda. Namun gaungnya terasa lemah, dan baru di tahun ini Saya, dan mungkin juga banyak orang yang
baru mengetahuinya. Itupun kebanyakan diketahui dari kampanye media sosial semacam twitter dan facebook.
Nusa Tenggara Timur selalu
memberikan corak kebudayaan yang berbeda dengan wilayah lainnya di Nusantara.
Salah satunya bisa dilihat dari beragamnya jenis tarian dari daerah
ini. Umumnya tarian asal NTT memiliki kesan tarian pergaulan, ritual adat istiadat, pesta
perkawinan, pesta panen
baru atau acara
dengan nuansa kegembiraan lainnya. Kini tarian yang semula hanya dilihat oleh kalangan terbatas,
saat ini telah dipentaskan diruang publik yang lebih luas. Tarian sebagai sebuah kesenian memperlihatkan gerak tubuh yang memiliki irama, dengan menampilkan tema masing-masing seperti tari pergaulan, ungkapan perasaan, maksud dan
pikiran. Tarian tentunya selalu diiringgi dengan alat musik yang membantu mengiringi penari untuk lebih mengekspresikan diri secara estetis. Keharmonisan sebuah tari
tentunya dilihat dari aspek yang ditampilkan yaitu wiraga (raga), wirama (irama), dan wirasa (rasa).
Pelabuhan Pasar Mbongawani – Kota Ende
Kali ini saya punya kesempatan
menyeberang dan jalan-jalan ke pulau kecil yang ada di Nusa Tenggara Timur
yaitu Pulau Ende. Pulau yang berada di
selatan Pulau Flores ini, tepatnya berada di Barat Daya Kabupaten Ende. Nama pulau diambil dari nama kabupaten induknya, dan juga sama dengan nama ibu kota kabupaten. Menurut mitologi
masyarakat setempat, Pulau Ende adalah jelmaan parang yang digunakan oleh Gunung Wongge untuk memenggal kepala Gunung Meja. Hal ini
terlihat dari bentuk pulau yang menyerupai parang yang memanjang. Kisah tentang
mitos Pulau Ende dapat dibaca lengkap di sini.
A’uzubillahiminasyaitonnirojim
Bismillaahirrohmaanirroohiim
Astaghfirullaahhal a’dziim x 3
Alazila illahaillahu wal hayul qaayum
waatubuilaik
Asyhadu Allah illaaha illallaah
Wa’asyhadu anna Muhamad darrosuullulaah
Allah huma shali ala syaidina muhammad
wa’ala ali syaidina Muhammad
Saya terima nikahnya Intan Binti Mansyur
Djelil
dengan mas kawin sebentuk cicin emas
seberat 2,9 gram di bayar tunai!
Demikianlah lafald dan ucapan ketika saya mengakhiri masa
lajang dengan menikahi seorang gadis. Terhitung di umur 32 Tahun ini akhirnya
impian saya untuk duduk di pelaminan tercapai. Ada rasa gundah ketika
mengakhiri
masa lajang, tetapi ada juga rasa bangga ketika sudah bisa
membangun rumah tangga sendiri sebagaimana yang
telah dialami teman-teman seperjuangan sebelumnya. Kalau menurut standar yang sudah saya
ketahui sejak berseragam putih merah, bahwa usia ideal perkawinanan atau disebut
dengan Pasangan usia Subur (PUS) adalah 20 tahun bagi perempuan dan 25 bagi
laki-laki, maka saya telah tertunda selama tujuh tahun lamanya.
Namun bisa dibilang usia bukan sekedar faktor utama, ada hal lain yang perlu dipertimbangkan
yaitu jodoh, persiapan materi dan
kesiapan
mental. Dan alhamdulillah ketiga hal tersebut telah terpenuhi bagi
saya.
Beberapa waktu lalu, saya melakukan pemesanan
buku terbitan luar negeri via salah satu toko buku online nasional. Pemesanan buku ditujukan ke Amazon.com yang adalah salah satu perusahaan perdagangan
buku online multinasional dan memiliki
cabang di beberapa negara yaitu United State, United
Kingdom, Canada, Japan, France, Germany, Italy,
Spain dan China.
Buku yang saya pesan adalah Lonely Planet Indonesia 10th
Edition (Paperback), karena buku yang
saya inginkan adalah terbitan Kanada, maka buku tersebut dikirim langsung dari
Kanada oleh Amazon. Bila buku ready di gudang Amazon, maka pengiriman akan dilakukan dengan cepat. Seperti
pengalaman kali ini, tak sampai seminggu buku yang dipesan telah tiba, menggunakan
jasa pengiriman DHL International dengan Standard
International Shipping (CA). Pengiriman buku
dari Kanada hingga Kota Kupang hanya membutuhkan waktu 6 hari, tidak termasuk
proses pemesanan.
Tiga tahun sudah saya mengelola blog
ini, dan sudah seratus ribu lebih halaman statistik blog ini yang di buka
pengunjung. Sebagai pemula di dunia blog saya merasa senang juga, ketika blog yang saya kelola mendapat apresasi dari beberapa pihak lain. Sudah banyak komentar yang saya dapatkan, sudah banyak juga
meng-like halaman facebook blog, sudah banyak yang menjadikan blog saya sebagai referensi penulisan, sudah banyak juga
yang melakukan re-blogging terhadap
tulisan-tulisan saya di blog ini. Demikian juga dengan beberapa foto hasil
jepretan sendiri yang saya muat dalam blog ini, telah di-upload ulang di beberapa media online ternama.
Beberapa tahun
terakhir pertumbuhan akomodasi perhotelan di Kota Kupang mengalami peningkatan signifikan. Walau terbilang terlambat dibandingkan dengan pertumbuhan
perhotelan di Kota-kota lainnya di Indonesia. Namun Kota Kupang saat ini sudah bisa menikmati pertumbuhan lapangan usaha di sektor perdagangan,
hotel dan restoran. Sebagai tolok ukur
pertumbuhan ekonomi, berdasarkan kenaikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Kupang. Dengan demikian semua stakeholder
dapat berkerja sama meningkatkan lagi keadaan yang ada, untuk terus memacu
pertumbuhan sektor yang satu ini di Kota Kupang.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Facebook
Catatan....!!!
Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!











- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact