Sabtu, 26 Maret 2016

Alhamdulillah! Umurku sudah dua bulan



Kini umurku sudah dua bulan, aku semakin bertumbuh. Pusarku juga sudah mengering. Karena lama mengering banyak teman-teman ayah yang mengatakan aku akan menjadi anak yang hemat, pandai mengelola keuangan dan anak yang pandai menjaga barang-barang miliknya. Sekarang juga tidurku sudah mengikuti jadwal tidur ayah dan ibuku, aku bisa tertidur lelap bersama istirahat malamnya kedua orang tuaku. Sekarang aku sedang berada di rumah oma, dan inilah liburan aku yang pertama mengunjungi oma dan tente dari ayahku.

comments
Kamis, 03 Maret 2016

Kursi Sice sudah tidak ada lagi!


foto: antikpraveda.blogspot.co.id

Interior dan eksteror rumah kini sudah semakin berubah dari dekade ke dekade. Berbagai perabot ruangan sudah berubah bentuk menjadi lebih modern. Yang kuno dan jadul telah menghilang di gudang atau bahkan telah dimusnahkan. Sejenak kita melihat kembali seperangkat kursi yang biasanya ada di ruang tamu dan beranda rumah tahun 90-an. Kursi besi ringan dengan jalinan tali-temali karet dan meja menyerupai meja marmer. Di Kota Kupang satu set kursi ini di sebut dengan kursi sice. Kata sice berasal dari kata zice, merupakan kata benda yang berasal dari Bahasa Belanda zitje, yang diartikan sebagai tempat duduk lengkap dengan meja ditengah-tengahnya yang ditempatkan di ruang depan atau ruang menerima tamu. Namun istilah kursi sice tidak lagi digunakan dan yang kini femilier adalah kursi tamu atau sofa yang terbuat dari kayu, rotan, bambu, plastik, baja ringan dan lain sebagainya.

comments
Jumat, 26 Februari 2016

Bulan Pertamaku!



Kini sudah sebulan umurku, memang waktu berputar begitu cepat. Aku seorang bayi lucu yang sedang mengalami pertumbuhan. Tak ada pertumbuhan manusia paling cepat selain masa bayi. Minggu pertama aku belum begitu ekspresif karena indra penglihatanku belum terlalu melihat dengan jelas, walau mataku telah terbuka lebar, hanya bayang-bayang yang kutemukan. Kadang aku masih terlihat bermain sendirian, menurut orang-orang tua aku sedang bermain dengan ruh ari-ari yang pernah menemaniku selama di kandungan. Minggu ketiga aku sudah bisa merasakan pergerakan bayang-bayang wajah kedua orang tuaku. Dan sebulan kemudian aku seperti sudah mengenali orang-orang disekelilingku, wajah ibu selalu aku tatap baik-baik ketika menyusu dan sesekali melemparkan pandang ke ayahku. 

comments
Sabtu, 30 Januari 2016

Aku datang dari Ayah dan Ibuku (Catatan Anakku)



Aku dilahirkan pada hari selasa tanggal 26-01-2016, bukan karena direncanakan begitu saja, ada proses hingga aku dilahirkan di tanggal itu. Berdasarkan advice dokter ahli kandungan yang sudah setahun lalu menangani kesehatan reproduksi ibuku, bahwa aku sejak bulan ke tujuh kehamilan ibuku telah memiliki satu lilitan dileherku layaknya menggunakan syal. Namun di minggu ke delapan lilitan bertambah menjadi dua, sehingga disarankan untuk menghindari resiko dengan menjalani persalinan sesar. Namun tidak serta merta saran itu di terima orang tuaku, ayah dan ibuku seolah mengulur-ulur waktu agar persalinan bisa berlangsung normal saja. Tak sesuai dengan harapan waktuku berada di kandungan sudah berada dipenghujung dan belum memberikan tanda bahwa aku akan segera lahir dan akhirnya ayah ibuku mengambil keputusan untuk segera melakukan operasi sesar tanpa harus mencoba menggunakan perangsang. 

comments
Senin, 11 Januari 2016

Tanjung Takari Noelmina


Foto: Rens Benu

Ketika masih tinggal di pedalaman Pulau Timor, saya hampir selalu bolak balik Kota SoE-Kupang-SoE, semua dilakukan hampir di setiap suasana hari entah itu shubuh, pagi, siang, petang hingga malam dan juga di segala suasana hati baik senang maupun sedih. Dalam keremangan fajar hingga gelap malam masih ada terlintas dalam bekas sisa-sisa memori yang tak hilang di mata. Seperti jigsaw yang berkelebat dalam ingatan perjalanan menggunakan bis antar kota dalam provinsi, ketika melewati dan melihat lekukan jalan, jembatan, turunan dan mendaki sesuai dengan topografi Pulau Timor. Entah dalam sadar atau sedikit tertidur semua itu kini sudah sangat jarang dilakukan lagi. Semua itu terjadi antara tahun 1997-2000 hingga 2006-2009.

comments
Kamis, 31 Desember 2015

Warna Warni Desember di Kota Kupang


Bulan Desember tahun 2015, mungkin adalah bulan tersibuk sepanjang sejarah Kota Kupang. Bagaimana tidak, jika beberapa event nasional diselenggarakan di Kota Kupang. Mulai dari Perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Perayaan Hari Ibu Nasional dan khususnya Perayaan Natal Nasional yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di NTT. Di samping itu event tahunan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang jatuh pada tanggal 20 Desember 2015, juga event lainnya seperti expo dan pameran untuk menarik investor dalam rangka menyambut Hari HKSN serta event kegiatan Tour de Timor dengan titik start di Atambua, Kabupaten Belu dan finish di Kota Kupang. Kupang menjadi kota digelarnya berbagai event tersebut, telah menjadi sebuah kepercayaan yang diberikan dan diharapkan agar warga Kota Kupang menjadi tuan rumah yang baik. 

comments
Minggu, 20 Desember 2015

Vatikan, Timor dan Traffic Pengujung Blog yang tiba-tiba Membludak



Kemarin tanggal 19/12/2015, saya dikagetkan dengan traffic pengujung blog pribadi saya yang begitu melonjak, sudah seperti biasanya saya langsung bisa mendeteksi laman apa dari blog saya yang sedang trend dibaca, dan sebab apa yang terjadi sehingga laman itu ramai dikunjungi. Kali ini tulisan saya tentang mitologi Pulau Timor begitu ramai dilihat, entah ada sebab apa dan setidaknya memerlukan sesuatu untuk segera dianalisa. Lalu kemudian di awal pagi ini, di berbagi kiriman media sosial facebook dari seorang teman yang baru dikenal, saya menemukan kutipan tulisan dari Antoninho Benjamim Monteiro yang berisi seperti di bawah ini:

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;