Jumat, 27 Juni 2014

Menjadi Mempelai Perempuan


“Ketika seorang perempuan memutuskan menikah, Ia akan mengecewakan banyak lelaki hanya untuk dikecewakan oleh seorang lelaki.” (Helen Rowland)

Kutipan di atas, jika diajukan kepada seseorang perempuan, Ia akan menolaknya. Namun jika dilihat dari substansi pernyataan tersebut, mereka seharusnya mengakui bahwa ada hati para lelaki yang harus dikecewakan, ketika mereka telah memutuskan menikah dengan seseorang yang menjadi pilihan. Para perempuan hanya menolak jika mereka akan dikecewakan. Setiap insan punya ekspetasi yang cerah terhadap masa depannya, kita membentuk harapan bagai sebuah garis yang linear, namun nyatanya kadang garis itu bergerak acak. Dalam konteks sebuah hubungan personal misalnya, selalu ada konsekuensi yang harus diterima, dilanjutkan atau berhenti begitu saja, menjadi dimiliki atau tidak memiliki! Entah dalam perjalanannya kebahagiaan dan kekecewaan senantiasa dipisahkan oleh jarak yang tak jauh.

comments
Sabtu, 24 Mei 2014

“ich liebe dich”


Photo: Arno Burgi - "Ich liebe Dich" – Botschaft

Dalam sebuah film Jerman yang saya tonton, seorang perempuan mengucapkan “ich liebe dich” dengan tegas dan mengingatkan saya pada berbagai bahasa dunia, tentang bagaimana mengungkapkan perasaan cinta. Sebuah perasaan manusia yang sangat manusiawi, yang menghantarkan setiap orang pada kesempurnaan tentang hidup!. Kadang orang mengatakan bahwa jatuh cinta adalah bentuk kegilaan yang dapat diterima. Perasaan cinta tak mengenal batas dan zaman, yang seringkali terdefenisikan dalam semua hal, pada semua entitas yang kita gerakan atau kita temukan sehari-hari.

comments
Minggu, 18 Mei 2014

Road to SoE



Kesempatan kali ini, kita akan beranjak keluar kota Kupang melintasi jalan trans Pulau Timor. Tujuan kita adalah Kota SoE yang berjarak 110 km dari Kota Kupang. SoE sebagai salah satu kota di pedalaman pulau Timor ini adalah ibu kota dari Kabupaten Timor Tengah Selatan. Untuk sampai ke Kota SoE dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan, baik menggunakan mobil pribadi, travel, bus ataupun dengan sepeda motor. Jalan trans Timor yang kita akan lewati relatif baik, namun sejenak kita berpikir bagaimana keadaan jalan ini satu abad atau seratus tahun yang lalu. Tentu tidak seperti yang kita lihat dan nikmati hari ini! 

comments
Senin, 12 Mei 2014

Ngeblog Deadlock...

picture: bonniegroessl.com

Sudah sebulan lebih tidak ada post  terbaru dari blog ini!, dan juga untuk pertama kalinya saya melewatkan sebulan lebih tanpa menulis apapun di blog pribadi ini. Memang untuk enam bulan terakhir ini saya hanya mampu minimal menulis dua judul saja di setiap bulannya. Tampaknya pekerjaan utama begitu menumpuk, sehingga fokus terhadap pengelolaan blog sedikit terganggu atau lebih tepatnya ketiadaan waktu dan kehilangan semangat. Untungnya aktivitas yang menurun ini tampaknya tak menganggu jumlah intensitas pengunjung blog yang memperlihatkan track positif, sebuah kesan yang baik namun seperti ada yang kurang terhadap apa yang telah menjadi minat atau passion untuk serius mengelola blog diawal ketika membuatnya.

comments
Senin, 31 Maret 2014

Ima Hotel, sebuah catatan tentang nama


Sebuah hotel yang berada di Jalan Timor Raya Nomor 122, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Hotel dibuka sejak awal tahun 2011 dengan fasilitas 60 kamar, yang hingga saat ini terus dikembangkan untuk menjadi hotel berbintang tiga yang nyaman dan ramah di Kota Kupang. Hotel yang dibangun melalui konsorsium Taruna Kusan ini, menjadikan sebagai salah satu hotel bintang dengan kepemilikan lokal di Kota Kupang. Hotel yang menawarkan pilihan akomodasi sederhana terbaik untuk perjalanan wisata atau bisnis dengan lokasi strategis di dekat pantai Laut Timur Kupang, yang memudahkan akses ke berbagai destinasi di Kota Kupang dengan berbagai tambahan pelayanan spesial lainnya. Kehadiran hotel ini akan meningkatkan pertumbuhan konstribusi sektor ekonomi tersier bagi Kota Kupang yang juga tentunya berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

comments
Kamis, 27 Maret 2014

Sebuah Hubungan Jarak Jauh



Entah sejak kapan kata ini dipakai, hubungan jarak jauh atau dalam bahasa Inggrisnya long-distance relationship (LDR) atau dengan tambahan kata romantis menjadi long-distance romantic relationship (LDRR). Mungkin sudah setua dengan peradaban umat manusia, konon kabarnya Adam dan Hawa, ketika diusir dari taman firdaus jatuh ke bumi secara terpisah dalam jarak yang sangat jauh, dengan kontak batin mereka saling mencari keberadaan masing-masing hingga kemudian waktu bisa kembali mempertemukan mereka. Demikian juga berbagai kisah yang mengikuti di segala zaman, di kala sang kekasih terpisah jauh oleh bentangan alam yang memupuk rasa rindu untuk saling bertemu. Seperti sang pelaut yang berlayar jauh meninggalkan kekasihnya, sang prajurit yang ditugaskan di medan tempur hingga sang pekerja yang mengadu nasib di negeri orang.

comments
Rabu, 12 Maret 2014

Kepiting Bakau, Sebutan Sifat Kikir hingga Tuan Krab dalam serial kartun Spongbob



Sekitar tahun 90-an di kota kupang, saya sering melihat pedagang kepiting membawa barang dagangannya dengan mengunakan lalepak, yaitu bilah bambu yang digunakan  sebagai pikulan di bahu untuk membawa barang yang dikaitkan di kedua ujungnya. Uniknya setiap kepiting dibungkus dengan anyaman menggunakan daun kelapa, daun lontar atau juga daun gewang yang masih muda, dibuat seperti dompet yang penutupnya dijahit dengan tali dari daun. Kepiting yang ada dalam bungkusan diberi lumpur untuk membuatnya tetap berair. Cara demikian mungkin untuk membuat kepiting dapat bertahan hidup lebih lama, tetapi kemudian cara membungkus seperti ini tidaklah praktis. Kadang karena terlalu lama kepiting berada dalam bungkusan daun, setelah dimasak daging capitnya terlihat menyusut. Sekarang ini cara membungkus kepiting dengan daun tidak akan ditemui lagi dan hanya menjadi kenangan masa kecil. 

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;