Rabu, 18 Juli 2012

Gerson Poyk, Sastrawan Nusa Tenggara Timur


Serasa beruntung suatu kali sempat bercakap-cakap dengan seorang sastrawan besar Nusa Tenggara Timur yang telah lama bergelut dalam kubangan makna dunia kesusastraan. Beliau adalah Gerson Poyk, sastrawan senior Nusa Tenggara Timur yang lebih dikenal di luar daerah dibandingkan dengan tanah kelahirannya sendiri. Jika bukan dengan penjelajahan di dunia maya dan membaca karyanya, maka saya kurang mengenal siapa Gerson Poyk. Memang pada umumnya pelajar dan generasi muda Nusa Tenggara Timur saat ini kurang mengenal sosok hebat ini. Padahal Ia adalah seorang penulis, wartawan, dan juga mantan guru yang karya-karyanya telah menempatkan dirinya sebagai salah seorang penulis besar dari Kawasan Timur Indonesia. Hal yang mungkin dimaklumi karena Gerson Poyk adalah perintis sastra Nusa Tenggara Timur. Namun dibelakang Gerson Poyk sudah ada beberapa sastrawan muda yang mulai bermunculan untuk melanjutkan pengembangan sastra Flobamora kedepan, sebagaimana yang kita harapkan demikian. 
 
comments
Jumat, 06 Juli 2012

Tetralogi Buru (The Buru Quartet): Karya Pramoedya Ananta Toer


Di suatu tengah malam, seorang teman mengajak keluar hotel mencari santap malam. Walau tidak dalam keadaan lapar saya pun nurut saja. Kota metropolitan Jakarta membuat insomnia seolah kambuh. Kami menyusuri Jalan KH. Agus Salim, dahulunya jalan ini bernama Jalan Sabang, sehingga lebih dikenal dengan kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Kami singgah di sebuah warung tenda dan memesan ikan bakar lalapan. Memang tidak lengkap jika menunggu, menikmati dan mengakhiri santap malam tanpa di temani para pengamen dan peminta-minta. Namun ada juga beberapa pedagang yang membawa banyak buku-buku jualan. Disinilah baru saya melihat pedagang buku yang mobile dari satu warung tenda ke warung tenda yang lainnya, sambil membawa banyak tumpukan buku. Buku yang ditawarkan bermacam-macam ada yang asli ada juga yang bajakan. Buku bajakan dapat dikenali dari warna sampul buku yang berbeda dari sampul buku yang sama dijual di Toko Buku Gramedia. Tetapi ada yang menarik dari tumpukan buku yang dibawa oleh bapak-bapak penjual buku itu, yaitu buku-buku Tetralogi Buru karya Pramodya Ananta Toer serta buku Pramodya lainnya. Harga yang tertera di sampul cenderung tinggi sehingga perlu untuk ditawar. Dengan penawaran, saya mendapatkan harga yang sangat murah dibandingkan dengan harga pasaran yang saya ketahui. Hingga membawa pulang kembali ke hotel satu set novel Tetralogi Buru, yang terdiri empat judul buku  (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca).

comments
Senin, 02 Juli 2012

Perempuan dari Lembah Mutis

Sebuah novel karya Mezra E. Pellondou, seorang pendidik di Kota Kupang yang telah dikenal sebagai sastrawati lokal yang sering mendapatkan penghargaan nasional di bidang sastra. Kehadiran novel Perempuan dari Lembah Mutis (2012), melengkapi beberapa novel yang  telah ditulis sebelumnya seperti Surga Retak (2006), Loge (2007) dan Nama Saya Tawwe Kabotta (2008). Novel Perempuan dari Lembah Mutis ini, sama halnya dengan beberapa novel populer lainnya, bercerita tentang anak kampung yang ketika masa kecilnya mengalami getirnya hidup, namun tetap memiliki semangat dan harapan. Asa itu kemudian dituangkan dalam bentuk imajinasi yang terinsipirasi dari kehidupan. Imajinasi itu dapat ditemukan di mana saja, baik dari pesan orang tua, petuah guru, nyanyian alam, kumpulan hewan bahkan hingga sesuatu yang dianggap sepele. Dari imajinasi yang mengawang itulah timbul hasrat untuk mencapainya, yang dinamakan motivasi hingga seseorang dapat mencapai mimpinya.

comments
Rabu, 27 Juni 2012

Final: Pilkada Kota Kupang 2012-2017


27 Juni 2012, adalah hari pemilihan putaran kedua Walikota Kupang Provinsi Nusa Tengggara Timur. Di saat Ibu Kota Indonesia sedang dalam tahap persiapan Pilkada Provinsi DKI, maka di Kota Kupang telah melalui tahap akhir proses pemilihan Walikota dan Wakil Walikota periode 2012-2017. Tidak bermaksud membandingkan antara Jabatan Gubernur DKI Jakarta dengan Jabatan Walikota di sebuah kota sedang bertumbuh di tenggara Indonesia. Namun dari proses demokrasi yang berjalan dapat dilihat sebuah kesamaan dinamika politik masyarakat yang seiring bertumbuh dalam aras pemilihan langsung pimpinan daerah. Dalam sejarah, Kota Kupang telah melangsungkan dua kali pemilihan kepala daerah secara langsung dan khusus kali ini berlangsung hingga putaran ke-II.

comments
Minggu, 24 Juni 2012

Bunga Rampai Vs Rumpu Rampe

photo: http://theirhands.blogspot.com

Dari judul di atas seolah mengambarkan perbedaan antara kedua kosa kata tersebut baik dari peristilahaan, arti atau juga berkaitan dengan makna. Istilah bunga rampai sudah begitu jamak dipergunakan dalam pembedaharaan bahasa Indonesia. Konon istilah ini berasal dari Sumatra Selatan yang artinya kumpulan bunga-bunga untuk digunakan sebagai sesajen, wadah interaksi supranatural dan merupakan salah satu syarat untuk jampi-jampi dukun. Selain itu bunga rampai juga digunakan untuk bunga tabur makam.

comments
Sabtu, 16 Juni 2012

Kota Bogor, Kota Hujan


Tugu Kujang
Baru pertama kali menginjakan kaki di Kota Bogor. Memang awalnya udara terasa panas, namun menjelang sore hari, hujanpun tumpah ruah membasahi Kota Bogor. Mafhum saja kalau Kota Bogor telah dikenal dengan sebutan kota hujan. Letaknya di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede, membuat Kota Bogor memiliki curah hujan yang sangat tinggi sehingga turun hujan (hujan orografis) hampir setiap harinya. Hal inilah yang membuat Kota Bogor menjadi unik. Kota Bogor berjarak 60 kilometer dari pusat Kota Jakarta dan berada pada ketinggian 190-350 mdpl, dengan suhu udara yang relatif sejuk. Kota ini terkenal dengan ikon Tugu Kujang, yang merupakan bentuk senjata tradisional khas masyarakat Sunda yang terletak berhadapan dengan Kampus IPB Baranag Siang.

comments
Minggu, 10 Juni 2012

Perahu Kertas: Menulis dengan lukisan dan melukis dengan tulisan!


Jika kita memasuki dunia melukis maka kita tak bisa lepas dari salah satu nama yaitu Vincent van Gogh. Seorang seniman dunia yang menggeluti seni lukis dan menjadikan sebagai jalan hidup. Dikisahkan bahwa Van Gogh ingin merasakan penderitaan bersama buruh tambang di Borinage, Belgia. Ia bergabung dan hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan. Disitulah Van Gogh mulai menghibur, menolong bahkan merelakan hartanya untuk para buruh miskin tersebut. Namun hal ini dikritik oleh sastrawan Emile Zola, yang menganggap bahwa tindakan tersebut bodoh dan tidak akan membantu kehidupan para buruh tambang. Sebagai sastrawan Emile Zola lalu menulis buku yang menggambarkan kehidupan dari para buruh tambang tersebut. Jauh lebih banyak membantu mereka dengan membuat penderitaan mereka lebih diketahui secara universal dari pada yang dapat dilakukan oleh Van Gogh dengan cara menderita bersama mereka. 
 
comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;