Jumat, 21 Juni 2013

Postingan Tulisan Ke-100

photo: http://jinu7.com

Ini adalah postingan ke seratus dari blog yang saya kelola. Sudah saya sangka sebelumnya bahwa saya akan mencapai angka demikian dari tekad harus keep moving dalam memposting berbagai tulisan baru di blog ini, walaupun berusaha dengan meluangkan sedikit waktu dari kesibukan pekerjaan yang ada. Alhasil saya telah sampai pada postingan yang ke seratus. Ini tentu akan memberi pengharapan bahwa blog yang saya kelola akan berkembang menjadi lebih baik lagi, karena disinilah saya mulai belajar menulis, belajar merangkai kata, belajar menyampaikan gagasan dan ide, belajar berbagi pengetahuan dan informasi, belajar menerima kesalahan dan lain sebagainya.

Mencapai angka seratus adalah ujian sesungguhnya, karena banyak blog yang layu sebelum berkembang karena ketiadaan komitmen untuk terus merawatnya. Seorang pemimpin biasa diuji dari seratus hari pertama masa ia menjabat, begitupun seorang pengelola blog harus diuji dari seratus postingan pertamanya. Setidaknya saya telah menjadi pemimpin dari blog yang saya asuh. Dari seratus tulisan pertama, pembaca mungkin akan menemukan beberapa kesalahan penulisan, pendalaman topik dan tema yang kurang, cara penyampaian ide yang belum terstruktur atau berbagai kekurangan lainnya. Tapi itulah proses belajar!. Bagaimanapun proses belajar terus berlanjut, dan akan sulit ketika kita bisa mengklaim diri sebagai yang terbaik tanpa pernah merasakan proses belajar yang banyak menguras waktu dan tenaga.

Selalu ada semangat untuk terus aktif mengelola blog yang saya dirikan sejak November 2011, hingga kini selama kurang lebih 1½ tahun saya baru menghasilkan 100 tulisan. Bisa dikatakan prestasi mempertahankan keberlanjutan blog, tetapi sebenarnya belum ada konsistensi rutin untuk terus menulis. Namun ada kabar baiknya, bahwa apa yang telah saya hasilkan selama ini, beberapanya telah mendapatkan respon. Hal ini saya dapatkan dari komentar-komentar di setiap akhir tulisan saya, yang menyenangkan bahwa komentar-komentar itu sesuatu yang positif buat saya, apalagi yang memberi komentar adalah mereka-mereka yang ekspert di bidangnya sebut saja Bapak Peter Rohi, sejarawan nasional. Ada yang menyampaikan sedikit pelurusan kesalahan namun kemudian memberikan pujian, ada yang memberikan apresiasi kesukaan dan kadang juga men-share ke temannya yang lain, ada yang mengucapkan terima kasih karena artikel dalam blog saya digunakan dalam tugas kuliah dan beberapa pujian positif lainnya.

Saya juga dapat memantau dari software suplemen blog yang saya gunakan, bahwa tulisan-tulisan saya, oleh pembaca telah banyak yang menyimpannya dalam drive D, E atau F dari storage komputer yang mereka gunakan, yang juga disimpan dalam folder yang bertuliskan bahan blablabla dan seterusnya. Walau tanpa konfirmasi ke saya, hal ini sangat menyenangkan ketika apa yang telah ditulis dapat menjadi bahan untuk membuat materi lainnya, setidaknya apa yang telah saya lakukan bermanfaat.

Selain itu ada juga yang telah melakukan rebloging atau repost tulisan artikel saya kedalam blog yang mereka kelola, hal yang wajar dalam dunia maya, namun dengan tetap memegang etika menyebutkan sumber artikel yang di-repost berasal dari blog saya. Saya juga sering ditandai oleh teman, bahwa mereka telah mempubliksasikan tulisan saya dalam wall facebook mereka, dan ini tentu menyenangkan bahwa tulisan saya di-share oleh beberapa pihak yang menganggapnya penting, di samping usaha saya sendiri untuk mempublikasikan di beberapa grup terkait dalam facebook. Ada perasaan yang melegakan ketika blog yang dikelola dapat memberikan manfaat. Hal ini yang kemudian saya harus pupuk sehinga menjaga konsistensi dalam terus menulis. Mulai berkarya dari hal yang kecil, lebih baik daripada memaksakan diri membuat suatu perubahan besar. (*)


Waingapu, 21 Juni 2013
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;