Rabu, 01 Januari 2014

Catatan Singkat Awal tahun 2014



Pesta pergantian tahun telah berakhir, letupan kembang api telah berhenti, gemuruh petasan dan bunyi terompet telah selesai. Semua pada merayakan saat-saat pergantian tahun, dari desa sampai ke kota secara sporadis menyalakan kembang api untuk menandakan berakhirnya tahun lama dan menyambut datangnya tahun yang baru. Selalu saja ada semangat di tahun yang baru, akan selalu ada ekspetasi dan harapan di penanggalan yang baru ini. Hari-hari dalam pergantian minggu dan bulan telah dilewati dengan seksama dan apa yang telah terjadi menjadi bahan permenungan tersendiri. Sekedar merefleksi bahwa apa yang menjadi niatan dan tindakan adalah bagian dari ikhtiar sedangkan hasilnya adalah urusan Allah dan menjadi bagian dari takdir. 

Setahun yang lalu saya sempatkan membuat catatan pembuka tahun 2013 di blog ini, yang menuliskan beberapa resolusi atau harapan yang sekiranya dapat terjadi di tahun 2013 yang sekarang ini telah dilalui. Setelah tahun berakhir, ada yang berhasil saya gapai dengan hati yang tenang seperti mengunjungi beberapa tempat yang belum pernah saya kunjungi, mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, koleksi buku yang bertambah dan juga mendapatkan teman berbagi harapan yang ideal. Namun tentu masih lebih banyak apa yang belum berhasil saya dapatkan, tetapi yang namanya harapan selalu hidup untuk tahun-tahun yang akan datang.  

Mungkin akan banyak masalah-masalah yang dihadapi di tahun ini, namun akan ada juga harapan terhadap prestasi-prestasi yang bisa dituai di tahun ini. Semuanya adalah kado istimewa, karena semua masalah yang akan dihadapi adalah untuk menguatkan kualitas diri dan semua prestasi yang didapatkan akan memberikan harapan untuk yang sesuatu yang lebih baik. Semoga apa yang akan terjadi di semua urusan kehidupan dari impian, ibadah, pekerjaan, kesenangan, percintaan dan lain-lain dapat dilalui dengan kebaikan! (*)

  

Kupang, 01 Januari 2014
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;