Rabu, 06 Mei 2015

Peringatan Hari Bidan Sedunia



Kemarin, atau tepatnya 5 Mei 2015 dirayakan sebagai Hari Bidan Sedunia atau International Midwives’ Day. Rupanya kebidanan di mata dunia sudah dihargai sebagai profesi yang sangat penting, walaupun peringatan Hari Bidan Internasional sudah dirayakan sejak 5 Mei 1991, yang diadakan untuk menghormati jasa para bidan yang pada tahun 1987 mengadakan International Confederation of Midwives Conference di Belanda. Namun gaungnya terasa lemah, dan baru di tahun ini Saya, dan mungkin juga banyak orang yang baru mengetahuinya. Itupun kebanyakan diketahui dari kampanye media sosial semacam twitter dan facebook.

Eksistensi kebidanan dan profesi kebidanan menjadi penting, mana kala Millennium Development Goals (MDGs) menetapkan dua tujuan yang sangat terkait dengan profesi bidan yaitu menurunkan angka kematian anak dengan target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun dan meningkatkan kesehatan ibu dengan target untuk 2015 adalah Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.

Perayaan hari Bidan Internasional tahun ini mengangkat tema “Bidan untuk esok yang lebih baik”. Tema yang sangat futuristik, menyangkut hampir seluruh perempuan dan anak-anak dan terutama keluarga diseluruh dunia. Tak dipungkiri keberadaan bidan memiliki dampak yang meluas dan mampu mengubah dunia di masa depan, karena kehidupan dunia tersusun oleh entitas yang disebut keluarga, kesejahteraan keluarga bukan hanya dinilai dari sisi material tetapi juga dari sisi kesehatan dan kebahagiaan. Profesi kebidanan dapat memberikan manfaat yang besar baik dalam praktis dan pengetahuan bagi kesehatan ibu hamil dan bayi. Guna menuju masyarakat dunia yang lebih sehat dan sejahtera. (*)
Selamat Hari Bidan Sedunia!

Kupang, 06 Mei 2015
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;