Selasa, 23 Juni 2015

Sepuluh Tahun Bersama Telkomsel II



Sebelumnya saya pernah menulis tentang nomor telkomsel yang telah saya gunakan selama 10 tahun. Namun baru-baru ini saya mendapatkan informasi unik, yaitu adanya sebuah survey yang dilakukan di Cina, Amerika, Inggris dan Korea. Kesimpulan penelitian tersebut adalah bahwa seseorang yang telah menggunakan nomor ponsel yang sama selama 10 tahun, dapat dipastikan bahwa ia adalah seorang yang layak dipercaya.

Kesimpulan tersebut didasarkan, bahwa jika seseorang selalu menggunakan nomer yang sama dan tak pernah menggantinya, adalah mereka yang:

1)      Tidak memiliki utang budi dengan orang lain, sehingga tidak takut saat ditelepon orang jika membutuhkan bantuan;
2)      Tidak berhutang uang, sehingga tidak ada rasa takut ditelepon dan dikejar oleh penagih hutang;
3)      Tidak takut direpotin oleh orang lain, ringan bahu;
4)      Suka bernostalgia, berharap teman lama masih mencarinya walaupun setelah lewat bertahun-tahun, maka ia bertahan untuk tidak mengganti nomor ponsel.

Di samping itu alasan kita tak mau mengganti nomer telepon, karena telah memiliki kesetiaan pada satu nomer. Tidak ada alasan untuk menggunakan nomer lainnya dan tentunya on atau aktif selama 24 jam, dapat dikontak setiap saat. Sehingga mungkin dengan berbagai alasan ini, kita dianggap sebagai orang yang dapat dipercaya. Tak menutup kemungkinan dari hal-hal seperti ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk menilai seseorang dari berapa lama usia nomer ponsel yang digunakannya. Kita pasti mengenal beberapa teman kita yang hampir selalu mengganti nomer ponsel, kita sesaat bisa menilai dirinya adalah orang yang tidak dapat dipercaya. Walau masih sebuah dugaan, seseorang mengganti nomer ponsel sekali atau selalu, tentu memiliki alasan tertentu. Alhamdulillah, sejak pertama kali menggunakan ponsel, nomer yang saya gunakan belum dan tak akan pernah digantikan, InsyaAllah!

Tak sedikit, namun terbilang sangat banyak orang yang sejak pertama kali menggunakan nomer ponsel tidak pernah digantikan hingga yang bersangkutan meninggal dunia. Bahkan pada kasus tertentu, nomer ponsel orang yang telah meninggal dunia di wariskan ke orang lain, yang tentunya dapat dipercaya oleh orang yang mewariskannya. Di sisi lain, kesetiaan dengan satu nomer, didukung oleh operator telepon seluler, yaitu bisa membantu membuatkan simcard baru, jika nomer simcard rusak, hilang atau di curi orang. Demikian juga nomer ponsel tidak perlu digantikan jika tengah pelesiran atau tinggal menetap di luar negeri. Dengan berbagai kemudahan mempertahankan nomer ponsel, kita diberikan kesempatan untuk tetap setia.

Ketika waktu terus berjalan, kini sudah sepuluh tahun lebih saya menggunakan nomer ponsel tunggal yang sama. Memang pernah ada juga keinginan untuk mengganti nomer karena alasan tertentu, namun sebagai sebuah pilihan sejak awal susah untuk mengantikannya dengan nomer yang lain!. (*)

Kupang, 23 Juni 2014
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;