Kamis, 31 Desember 2015

Warna Warni Desember di Kota Kupang


Bulan Desember tahun 2015, mungkin adalah bulan tersibuk sepanjang sejarah Kota Kupang. Bagaimana tidak, jika beberapa event nasional diselenggarakan di Kota Kupang. Mulai dari Perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Perayaan Hari Ibu Nasional dan khususnya Perayaan Natal Nasional yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di NTT. Di samping itu event tahunan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang jatuh pada tanggal 20 Desember 2015, juga event lainnya seperti expo dan pameran untuk menarik investor dalam rangka menyambut Hari HKSN serta event kegiatan Tour de Timor dengan titik start di Atambua, Kabupaten Belu dan finish di Kota Kupang. Kupang menjadi kota digelarnya berbagai event tersebut, telah menjadi sebuah kepercayaan yang diberikan dan diharapkan agar warga Kota Kupang menjadi tuan rumah yang baik. 


Suatu alasan rasional Kota Kupang terpilih menjadi tuan rumah natal nasional adalah bahwa Kota Kupang telah menjadi sebagai simbol kerukunan umat beragama yang menjunjung tinggi asas toleransi. Alasan lain, bahwa Kupang juga memiliki potensi sumber daya alam, ekonomi, sosial dan budaya yang perlu diketahui masyarakat dunia. Sehingga pemerintah pusat mengambil momentum ini untuk mewujudkan cita-cita membangun Indonesia dari pinggiran. Kota Kupang juga telah menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur yang lebih baik lagi disamping peningkatan anggaran belanja daerah dari tahun ke tahun.

Rangkaian kegiatan nasional yang diadakan di alun-alun rumah jabatan ini, turut mendatangkan orang-orang berkepentingan sebagai tamu undangan, mulai dari presiden, para menteri, gubernur dari luar daerah lainnya, hingga perwakilan negara sahabat. Demikian juga dengan perwakilan dari 33 provinsi se-Indonesia, belum lagi dengan tamu undangan dari 22 kabupaten/kota se Provinsi NTT. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak tamu yang datang beserta mereka yang menyertai tamu-tamu penting. Dari beberapa event tersebut, ribuan orang datang mengalir ke kota dari berbagai penjuru tanah air dan menjadi ajang yang tepat untuk mempromosikan Kota Kupang di tingkat nasional. Hal inilah yang membuat aktivitas Kota Kupang sangat meningkat drastis di bulan desember ini. Di saat biasa saja bulan desember sudah biasa menjadi bulan tersibuk sepanjang tahun bagi warga kota, apalagi dengan adanya tambahan aktivitas tingkat nasional maka Kupang semakin ramai. Walau bukan kategori kota besar, Kupang sudah beranjak menjadi kota sedang yang aktivitasnya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Meningkatnya aktivitas warga Kupang, seiring dengan meningkatkan perputaran uang di Kota Kupang. Kedatangan tamu dari NTT dan luar NTT ini menjadi berkah bagi jasa perhotelan, transportasi dan restoran di Kota Kupang, serta UKM yang berkosentrasi pada produk-produk etnik dalam bentuk kain tenun, kostum daerah, souvenir hingga pangan lokal. Industri oleh-oleh kecipratan rejeki dari event nasional yang turut memperkenalkan Kota Kupang untuk lebih dikenal lagi melalui barang dagangan yang akan dibawa pulang tamu ke daerah asalnya. Belum lagi masyarakat Kota diberikan bantuan sosial, modal dan bingkisan lainnya. Tingkat okupasi kamar hotel meningkat, hingga tidak ada lagi kamar yang tersedia, restoran kebanjiran permintaan makanan khas lokal hingga pengusaha jasa penyewaan rental mobil yang semua armadanya terpakai penuh. Demikian juga dengan peningkatan penghasilan transportasi udara hingga jasa ojek yang menerima surplus dari sibuknya kota kupang. Begitu banyaknya aktivitas, turut juga meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak dan pemakaian listrik yang besar di saat bersamaan Kota Kupang sedang mengalami defisit daya yang menjadi masalah dari tahun ke tahun.

Semenjak digelarnya event Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Kupang tahun 2011 lalu, Kota Kupang telah dilirik oleh berbagai kementerian, lembaga dan swasta untuk dijadikan sebagai kota diselenggarakannya event berstandar nasional. Hal inilah kemudian membuat Kota Kupang semakin berkembang dengan begitu masifnya dalam lima tahun terakhir pembangunan akomodasi perhotelan, restauran dan akomodasi lainnya untuk menggelar event-event berskala nasional dan internasional yang terus dilakukan di Kota Kupang.



Di bulan desember ini juga Kota Kupang melaksanakan beberapa proyek kejar waktu seperti pembangunan gedung di kampus lama Undana Oepura, pembangunan gedung Bank Indonesia, pembangunan Kantor Gubernur II di Jalan Eltari, pembangunan Kantor DPD. Demikian juga dengan sektor swasta, seperti pembangunan Hotel Sotis yang peresmiannya dilakukan di Bulan Desember ini. Selain pembangunan gedung juga Kota Kupang dalam peningkatan jalan-jalan dalam kota dan terutama pembangunan Jembatan Petuk di jalur Lingkar Luar Kelurahan Maulafa, jembatan yang memiliki panjang 320 meter yang akan menjadi jembatan dalam kota terpanjang.

Sebagaimana sudah diinformasikan sebelumnya Bulan Desember merupakan bulan tersibuk di kota ini, yang mana jumlah masyarakat kota Kupang meningkat dibandingkan dengan bulan biasanya. Selain event nasional, hitung saja berapa banyak orang kupang di luar daerah dan di luar negeri yang datang merayakan natal di kampung halaman. Juga yang patut diperhitungkan adalah berapa banyak warga Negara Timor Leste yang datang liburan akhir tahun di Kota Kupang. Hal ini ditandai dengan begitu banyaknya kendaraan asal Timor Leste yang lalu lalang di Kota Kupang, mudah saja menandai mobil asal Timor Leste, karena menggunakan plat berwarna putih.

Dengan jumlah manusia yang bertambah dan aktifitas bertambah maka kebutuhanpun semakin meningkat. Permintaan konsumtif barang dan jasa masyarakat Kota Kupang di bulan ini paling tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Kebutuhan bahan bangunan begitu tinggi hingga stok bahan di toko bangunan habis, belum lagi tukang bangunan yang full booked, mengingat kebiasaan warga kota yang akan merenovasi rumah kediaman dan memperbaiki kuburan keluarga menjelang perayaan natal. Begitu juga dengan kebutuhan pangan dan sandang. Pasar-pasar begitu ramainya dikunjungi masyarakat yang ingin membeli kebutuhan dapur lebih banyak. Kebutuhan akan daging terutama babi dan anjing meningkat. Selain itu pusat perbelanjaan untuk pakaian begitu di serbu dari toko-toko Padang hingga mall, stok pakaian di desember begitu melimpah ditambah lagi dengan diskon akhir tahun. Apalagi dengan telah dibukanya Matahari Lippo Plaza, sebuah pusat pernbelanjaan fashion kelas menengah di Kota Kupang. Di bulan ini penjualan aneka petasan dan kembang api meningkat dari harga grosir hingga tingkat eceran, ratusan juta hingga mungkin milyaran dibelanjakan oleh warga Kupang yang haus hiburan penutup akhir tahun. Permintaan kebutuhan parabot dan perkakas rumah tangga hingga kebutuhan sekunder meningkat, di jalan-jalan bersileweran kendaraan yang membawakan pesanan pelanggan untuk produk-produk seperti kursi sofa, lemari, tv, kulkas, motor, mobil dan lain sebagainya.

Begitu banyaknya multiplayer effect dari perayaan keagamaan natal dan event nasional lainnya membuat konsumsi masyarakat, pemerintah, swasta dan sektor luar negeri  bertumbuh yang secara tidak langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk konsumsi masyarakat, berdampak pada pencairan dana tabungan hingga pengajuan kredit. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kunjungan ke bank, Kantor Pengadaian dan lembaga keuangan lainnya untuk mendapatkan dana yang akan digunakan dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi. Dari sisi pemerintahan bulan ini merupakan bulan dengan presentase belanja daerah terbanyak, untuk menghindari tingginya sisa pengunaan anggaran belanja pemerintah di tahun berjalan. Perayaan event nasional juga turut meningkatkan suntikan dana belanja dari pemerintah pusat ke daerah. Di samping juga sektor swasta dan lembaga luar negeri yang turut meningkatkan pertumbuhan konsumsi di akhir tahun ini.   

Di bulan desember inilah produktifitas pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang sangat meningkat dan menutup tahun dengan momentum yang tepat. Diperkirakan bahwa di tahun 2015 ini, PDRB Kota Kupang bisa mencapai 9 triliun lebih, dengan asumsi bertumbuhnya pendapatan perkapita masyarakat Kota Kupang yang bisa mencapai 18 juta pertahun dan diharapkan semakin meningkat lagi dari tahu ke tahun. Sehingga geliat ekonomi semakin bertumbuh lagi dan membuka Kota Kupang untuk bersaing dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Bulan desember menjadi bulan berkah hampir disetiap tahun, dan tahun desember 2015 ini tak terlupakan. Untuk menunjukan bahwa Kota Kupang siap menjadi kota besar dalam rangka lebih memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat kota untuk lebih baik dan optimal lagi. (*)


Kupang Desember Batasibu, 31 Desember 2015
©daonlontar.blogspot.com

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;