Minggu, 20 Desember 2015

Vatikan, Timor dan Traffic Pengujung Blog yang tiba-tiba Membludak



Kemarin tanggal 19/12/2015, saya dikagetkan dengan traffic pengujung blog pribadi saya yang begitu melonjak, sudah seperti biasanya saya langsung bisa mendeteksi laman apa dari blog saya yang sedang trend dibaca, dan sebab apa yang terjadi sehingga laman itu ramai dikunjungi. Kali ini tulisan saya tentang mitologi Pulau Timor begitu ramai dilihat, entah ada sebab apa dan setidaknya memerlukan sesuatu untuk segera dianalisa. Lalu kemudian di awal pagi ini, di berbagi kiriman media sosial facebook dari seorang teman yang baru dikenal, saya menemukan kutipan tulisan dari Antoninho Benjamim Monteiro yang berisi seperti di bawah ini:


PESAN MENGEJUTKAN DARI BANGSAWAN ATARA DI INGGRIS 

Kemarin sore, tanggal 18 Desember 2015, ada pesan dari Inggris masuk ke inbox saya. Pesan tersebut masuk tepat pada pukul 18:57. Ini berdasarkan catatan waktu yang tertera di inbox saya. Pesan mengejutkan tersebut dikirim oleh "Bangsawan Atara" yang saat ini tinggal di Inggris.

Pesan tersebut cukup panjang. Tapi intinya (poin sentralnya), secara redaksional, dapat saya rangkum ke dalam pernyataan berikut;

"Jika TANAH TIMOR (tanpa Leste) tidak pernah mengandung dan melahirkan TUNAS DAUD yang diwarisi dari DARAH SALOMO, maka satu peristiwa penting tidak akan terjadi di Vatican dalam rentang waktu 12 hari ke depan (20 Desember 2015 - 31 Desember 2015). Dan akun kesaksian iman ini harus ditutup untuk selama-lamanya pada 1 Januari 2016" .

"Tapi jika TANAH TIMOR (tanpa Leste) benar-benar pernah mengandung dan melahirkan TUNAS DAUD yang diwarisi dari DARAH SALOMO (atau nama lainnya SULAIMAN), maka dalam kurun waktu 12 hari ke depan, satu peristiwa penting akan benar-benar terjadi di Vatican".

Tolong dicerna baik-baik penggunaan kata-kata; "TANAH TIMOR (tanpa Leste)". Kalimat tersebut memiliki maksud dan terminologi tertentu.

Kita serahkan segala sesuatunya kepada "Kuasa dan Penyelenggaraan Ilahi", sambil mengarahkan perhatian kita ke Vatican dalam durasi waktu 12 hari ke depan. Saya sendiri tidak tahu, apa yang bakal(an) terjadi???

Demikian informasi ini disampaikan untuk dimaklumi. Selamat berakhir pekan bersama Keluarga tercinta. Semoga TUHAN YESUS Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Entah berita ini benar atau sekedar hoax, telah memiliki pengaruh di dunia maya, karena berbagai tulisan serupa yang telah di-share oleh berbagai orang ke penjuru dunia ini, juga telah disangkutpautkan antara Vatikan dan Pulau Timor, sehingga saya menduga dan memperkirakan bahwa tulisan ini mempengaruhi orang di belahan dunia lain untuk mencari tahu tentang Pulau Timor itu. Berbagai tulisan tentang Pulau Timor menjadi sasaran keingintahuan orang tentang beredarnya berita ini, salah satunya melalui apa yang telah ada di blog saya. Sehingga terlihat ada relasi antara keingintahuan dan sumber informasi dari internet yang menjadi semudah saat ini.

Kemudian perlu juga dilihat keterkaitan antara Vatikan dan Pulau Timor, terutama pengaruh agama Katolik yang besar di pulau ini. Pulau Timor ini memiliki sejarah sosial dan politik yang panjang, pulau ini telah dibagi menjadi dua bagian selama berabad-abad akibat penjajahan. Melalui perjanjian Lisboa pada tahun 1859, Belanda dan Portugis menjalin kesepakatan bahwa Belanda menguasai bagian barat pulau Timor dan Portugis menguasai bagian timurnya. Sekarang Timor Barat atau dahulu dikenal sebagai Timor Belanda sampai 1949, telah menjadi bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur - Indonesia, sedangkan Timor Timur atau dahulu dikenal sebagai Timor Portugis, sebuah koloni Portugis sampai tahun 1975 dan sempat menjadi bagian dari Indonesia hingga tahun 1999, dan pada tahun 2002 telah menjadi negara merdeka Republik Demokratik Timor Leste.

Sebagai bekas koloni dua negara besar dari Eropa, faktor agama menjadi rekam jejak sejarah pengaruh Eropa di Pulau ini. Dari hitungan sepintas, jumlah penduduk pulau Timor tahun 2014 sekitar  3.046.285 orang, yang terdiri dari populasi penduduk Timor Barat 1.762.693 (57,86 %)  dan Timor Leste 1.283.592 (42,14 %). Sedangkan berdasarkan agama jumlah pemeluk agama Kristen sekitar 33,71 % dan Katolik 58,29 %, dengan asumsi 8 % pemeluk agama lainnya. Jadi bisa dilihat bahwa jumlah pemeluk agama Katolik adalah terbanyak di Pulau ini. Sehingga berita ini akan menjadi perhatian bagi sebagian besar penduduk dunia Katolik dengan melihat sebuah serpihan umat yang ada di wilayah ini.

Kemarin pengujung blog saya hampir mencapai 600 orang dengan halaman terbaca sekitar hampir 800 laman dengan status ol terbanyak 19 on line, padahal pada hari biasanya rata-rata pengunjung harian 50-60 pengunjung dan halaman terbaca antara 80-100 dan status ol terbanyak 3-4 on line. Untuk ukuran blog kecil seperti yang saya kelola, hal ini sudah menjadi luar biasa bagi saya. Dalam rentang waktu kemarin hingga saat ini, blog saya telah dikunjungi dari berbagai negara seperti Indonesia, US, Timor Leste, Portugal, Australia, Nigeria, United Kingdom, Vietnam, Italy, Philippines, Norway, Mozambique, Japan, Republic of Korea, Spain, Angola, Thailand, Brazil, Singapore, Hongkong, Malaysia, Germany, Sudan, Israel, Slovakia, Austria, Netherlands dan juga masih dari beberapa negara yang tidak teridentifikasi di Asia/Pasific Region dan Europe, dan sepertinya masih memiliki tren kunjungan meningkat untuk beberapa hari kedepan. Di akhir tulisan ini, kita menunggu apa yang terjadi pada 20 Desember 2015 - 31 Desember 2015. (*)

Kupang, 20 Desember 2015
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;