Jumat, 26 Agustus 2016

7 Bulan Pertama Usiaku


Tujuh bulan pertama yang telah kulewati, memberi semangat bagi kedua orang tuaku. Bulan yang sangat memberi harapan baik bagi perkembangan awal pikiran, emosional dan tingkah lakuku. Aku kini begitu aktifnya layaknya anak yang kuat dan sehat. Sejak masa akhir ASI eksklusif, aku sudah coba diberi makanan tambahan, namun sangat sulit bagiku untuk bagaimana mengantikan makanan cair atau ASI yang selama ini telah menjadi makanan pokokku dengan makanan lainnya. Hingga bulan ini aku tak bisa mengkonsumsi selain ASI, padahal orang tuaku sudah mengusahakan berbagai cara mulai dari makanan buatan rumah, buatan pabrik dari sereal hingga biskuit, namun tetap tak bisa masuk dalam perutku, begitu ada di bibir aku telah menolaknya.

Walaupun di bulan ini aku mengalami perkembangan yang baik, untuk pertama kalinya aku mengalami sakit diare yang begitu menyiksa. Sakit pertama yang aku alami cukup membuat orangtuaku panik selama kurang lebih seminggu, tepat di malam 17 agustus aku mengalami diare yang cukup parah dan besoknya libur, suhu tubuh sedikit di atas 38° C dan buang air besar hingga 8-9 kali sehari. Setelah libur, esoknya kami pergi ke dokter praktek untuk pertama kalinya, dengan dokter spesialis anak dr. Simplicia Fernandes, Sp.A. Ibu dokter memberikan resep: Oral Rehydration Salts (Oralit), Aditrim contrimoxazole suspensi dan ZincPro Zinc Elemental 20 gr. Setelah empat hari aku sudah membaik dan kembali ceria seperti sedia kala.

Aku sedang di periksa dokter anak


Aku dan Ibunda di Posyandu

Aku di masa yang begitu aktifnya, mulanya di awal bulan ini aku merayap dengan menggunakan otot dada sebagai pendorong, kemudian berganti dengan kekuatan kedua lengan, sehingga aku bisa merangkak dengan gerakan yang sangat cepat. Hal inilah yang membutuhkan pengawasan lebih dari kedua orang tuaku. Sebelum-sebelumnya usaha yang aku lakukan untuk berpindah tempat adalah dengan berguling saja.

Aku juga sudah bisa melihat sekeliling dan memantau benda-benda yang aku inginkan, begitu aku melihatnya, aku akan berusaha untuk mengapainya. Ada rasa gemas dengan ekspresi jika senang melihat sesuatu yang menarik dari benda hingga sesuatu yang bergerak seperti melihat kucing. Jika aku sudah mendapatkan yang aku inginkan, aku biasa memainkan sendirian atau juga memainkan dimulut. Disinilah sifat posesifku mulai muncul, ketika barang milikku diambil aku akan segera menangis, dan kemudian diam jika dikembalikan. Karena aku begitu aktifnya aku sering keringat berlebihan. Aku juga sudah jauh memahami televisi, kadang aku begitu terpaku dengan apa yang ditayangkan di televisi, aku tertegun melihat berita, film dan acara lainnya, sehingga aku sudah punya kemampuan fokus. Aku juga sudah bisa mengerti hubungan antara remote dengan televisi, ketika aku menemukan remote aku tahu bahwa dengan menekan-nekan tombol akan mempengaruhi layar televisi yang aku lihat, aku sudah sangat mengerti disaat usiaku masih 7 bulan ini.

Kini aku sudah bisa duduk dengan sempurna, sebelumnya kalau duduk masih membungkuk karena aku belum bisa menopang beban tubuh. Sekarang aku bisa dengan senangnya bermain sambil duduk, namun aku juga bisa kehilngan keseimbangan jika aku terlalu banyak gerak dalam duduk. Aku juga sudah punya kesadaran di mana tempat aku bermain, aku akan bergerak aktif dan berguling riang jika berada di tempat tidur yang empuk, sebaliknya aku akan bergerak dengan hati-hati bila berada di lantai. Pengalaman beberapa kali kejedot lantai, membuat kemampuan menyesuaikan terhadap lingkungan sudah aku miliki.


Aku dengan tablet/playpad muslim oleh-oleh dari ayah dari Jakarta


Aku sedang serius nonton tv

Tertawa dan tersenyum menjadi bagian penting hari-hariku. Aku bisa saja menangis dan terisak jika ada sesuatu yang menganjal hatiku, dari rasa buang air besar, kepanasan, digigit nyamuk, pingin digendong, mengantuk berat hingga rasa lapar atau haus. Di saat lain aku juga bisa tertawa terpingkal-pingkal karena orang tuaku yang membuat lucu atau memang ada hal lain sehingga aku merasa nyaman dan tertawa lebar. Hal yang lucu juga adalah ketika aku mengejan, seketika wajahku memerah dan terlihat kecut, ini menjadi hiburan bagi kedua orang tuaku. Gaya tidurku sepertinya mengikuti gaya tidur kedua orang tuaku di masa kecilnya mereka. Kini siklus tidurku sudah menyesuikan dengan gelapnya kamar, sayangnya tidur siangku yang tidak begitu lama dan sesekali aku sangat suka bermain sendirian hinggga larut.

Aku semakin cerewet, sudah pandai mengucapkan panggilan mama dan papa dan kata-kata lainnya layaknya anak yang dengan riangnya berceloteh apapun. Ini konon dari nenek ajiku, beliau mengambil sedikit nasi yang belum matang dari periuk tanak nasi yang sedang berbuih karena mendidih dan diberikan ke mulutku agar aku cepat berbicara, hal ini dilakukan di hari jumat saja. Sebuah mitos leluhurku yang diwariskan dari garis nenekku. Bulan ini juga untuk ke sekian kalinya aku ke Posyandu, dan juga bertepatan dengan bulan yang secara nasional pemberian vitamin A, untuk kesehatan mataku.(*)

Kupang, 26 Agustus 2016
©daonlontar.blogspot.com



comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;