Rabu, 19 April 2017

Saat Rossi berkunjung ke Labuan Bajo – Nusa Tenggara Timur


Pada tanggal 23 Januari 2017 yang lalu, siang itu tak ada bedanya hari biasa di Bandara Komodo Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, tetiba muncul seseorang yang masih di duga mirip Valentino Rosi turun dari pesawat sendirian tanpa pengawalan. Kru bandara yang sigap lalu mengabadikan kedatangan Rossi melalui vidio dan demikian juga dengan beberapa penumpang lainnya melalui kamera foto. Rossi turun dari tangga pesawat Garuda menggunakan stelan celana pendek dengan jaket dan ransel, sambil menggunakan kacamata hitam dan topi. Dan lalu dipastikan memang sosok Valentino Rosi, ia lalu dijemput oleh temannya berkewarganegaran asing dan kemudian pergi.



Tak berapa lama kedatangan Valentino Rossi menjadi viral di Indonesia terutama bagi di Nusa Tenggara Timur. Bermula dari media sosial, ramai diperbincangkan terkait pembalap Moto GP Movistar Yamaha itu yang sedang berkunjung ke Labuan Bajo. Umumnya para artis dan orang terkenal dunia lainnya yang sedang berlibur di tempat wisata ingin menjaga privasinya, tidak ingin diganggu, apalagi bila tidak ada hubungan dengan pekerjaannya. Banyak yang mengapresiasi kedatangan Rossi ke Labuan Bajo. Tak hanya bagi pendukungnya, yang di NTT seringkali menyebutnya dengan “Opa Rossi”, bagi pembalap gaek asal Italia tersebut tapi juga bagi seluruh fans Moto GP.

Kedatangan Pemegang 7 kali juara dunia MotoGP/500cc itu terasa humble dan mengutamakan privasi. Kedatangan Rossi yang tanpa pemnberitahuan, luput dari liputan media. Hal ini mengingatkan pada kedatangan Mick Jagger, sang vokalis Grup Band Rock Inggris The Rolling Stone di NTT tahun 90-an, tepatnya di Kabupaten Belu. Band rock yang paling digemari bagi anak-anak di Kota Kupang kala itu dengan lambang bandnya berupa lidah yang menjulur atau di Kupang dengan sebutan lo lida.  Plesirannya ke NTT tidak terlalu diekspose media saat itu.





Hampir setali tiga uang, kedatangan Rossi ke NTT karena kekayaan panorama alam dan manusianya telah terdengar dimana-mana. Rossi datang tentu karena raputasi komodo telah sampai kedirinya terlebih dahulu sebelum memutuskan akan datang berlibur ke Labuan Bajo. Tak ada misi khusus pemerintah untuk mempromosikan ke Rossi, karena Pulau Komodo telah terkenal mendunia setelah terpilih menjadi salah satu dari tujuh keajaiban warisan alam yang ada di dunia.

Selama tiga hari aktivitasnya adalah, di hari pertama setelah dari bandara yaitu berkeliling Kota Labuan Bajo, hari berikutnya mengunjugi 4 lokasi wisata yaitu  Pulau Padar, Pulau Komodo, Pantai Pink dan Poin Manta (Pulau Komodo), selain itu aktivitasnya adalah makan di salah satu restoran Italia La Cucina, dan hari ketiga Rosi pulang yang memilih menginap di Hotel Bintang Flores. Saat plesirannya Rossi hanya menggunakan pakaian yang santai dan The Doctor sangat terkesan dibuktikan dengan viralnya foto-foto wisatanya. Foto-foto tersebut diunggah beberapa hari setelah berkunjung ke tempat wisata di akun resminya Instagram, twitter dan facebook. Seperti status yang baru dimuatnya di facebook yang langsung di-like puluhan ribu penggemarnya diseluruh dunia dengan ratusan komentar dan bagikan.

 

Selain cerita di atas, ada juga kisah satu keluarga yang rela datang ke Labuan Bajo untuk bertemu dengan idolanya Vale, ada juga tentang wartawan yang mempersiapkan perjalanan khusus, agar dapat sederet dengan bintang Valentino Rossi. Dan berikut adalah beberapa foto yang didokumentasikan oleh warga yang dipajang di media sosial facebook dan juga yang di ambil dari official resmi akun Valentino Rossi.









Kedatangan Rosssi ke Labuan Bajo, diarahkan menjadi Rossi Effect, yang bisa lebih memperkenalkan Labuan Bajo, setelah Komodo terpilih sebagai keajaiban warisan dunia. Diharapkan tidak hanya Rossi yang berkunjung ke Labuan Bajo, semoga masih banyak bintang-bintang dunia dari berbagai profesi seperti olahragawan hingga film dan pemerintahan bisa berkunjung ke Indonesia terlebih ke Nusa Tenggara Timur.

Rossi begitu akrab dengan penduduk asli di Labuan Bajo, hal ini sepertinya menunjukan bahwa Rossi orangnya friendly, tidak sedemikian beberapa waktu sebelumnya Rossi dianggap tidak menghargai fans ketika menyepak seorang wanita yang menghalangi jalan motornya di paddock sirkuit beberapa waktu yang lalu, yang belakangan diakuinya untuk alasan agar keluar dari kerumunan fans yang mengerubutinya. Terlepas dari insiden itu masyarakat NTT khususnya Labuan Bajo sangat berterima kasih atas kunjungan liburan dari Valentino Rossi. (*)

Sumber foto diambil dari timeline facebook

Labuan Bajo, 19 April 2016
daonlontar.blogspot.com

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;