Minggu, 26 Juni 2016

Kini Lima Bulan Sudah Usiaku…


Usiaku telah mencapai lima bulan, memang bulan-bulan awal pertumbuhan seorang bayi sungguh luar biasa. Dari semula memiliki fungsi indra dan gerak tubuh yang terbatas, namun kini fungsi indra dan gerak tubuh semakin meningkat. Alangkah senangnya diriku setelah melewati tahapan bulan demi bulan karena pertumbuhan berat dan tinggiku semakin meningkat hari demi hari.


Kini aku juga telah sedikit memahami arti panggilan, tak jarang aku segera menoleh bila ada yang memanggil namaku. Selain itu rangsangan seperti bunyi-bunyian dari mainan giring-giring sudah bisa memfokuskan perhatianku. Aku juga semakin mengenal orang-orang disekitarku terutama kedua orang tuaku. Aku sudah bisa mengajak berkomunikasi walau dengan bahasa masing-masing. Namun kadang aku juga menolak orang jika ia belum femilier bagiku, jangankan itu ibuku yang memakai helm saja aku menolaknya karena seolah tidak mengenali.

Pertumbuhan kakiku juga panjang, sebagaimana biasanya aku juga sering memainkan kedua kaki dengan kedua jemariku, bahkan jika luput dari pantauan kedua orang tuaku aku sering mengisap jempol kakiku secara bergantian. Banyak yang mengatakan bahwa kelak aku akan menjadi orang yang memiliki postur tinggi. Kini aku sudah leluasa berguling sendirian tanpa perlu dibantu lagi. Pergerakanku semakin lincah dan justru memerlukan ekstra perhatian kedua orangtuaku. Dalam usiaku ini juga aku mendapatkan imunisasi DPT, dan sekali lagi seperti bulan sebelumnya, aku mengalami panas hingga dua hari dua malam sungguh tak membuat nyaman diriku.

Saat ini juga aku seperti sudah merasakan bakal gigi susuku mulai tumbuh, aku sering mengulum bibirku dan menggigitnya dengan guzi. Bahkan ikutan menggigit mainan dan teether sebagai bentuk adaptasi rangsangan gatalnya pertumbuhan gigi baruku. Dan satu hal lagi adalah kebiasaanku bercanda dan berceloteh dengan menjulurkan lidah yang runcing dan sepertinya hal ini telah mengikuti kebiasaan canda ibuku. Fungsi pencernaanku mulai sempurna atau mengalami perubahan, ditandai dengan BAB dalam dua atau tiga hari dan tidak lagi sesering atau beberapa kali dalam sehari seperti pada bulan pertama hingga ketiga usiaku.

Dan bulan ini adalah bulan Ramadhan 1437 H/2016 M pertama yang aku lewati hidupku. Ibuku atas saran ayahku tidak melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh, dengan mempertimbangkan bahwa aku masih sangat membutuhkan ASI yang banyak dari ibuku. Seperti juga dahulu, ketika ibu mengandung aku di hamil mudanya pada Ramadhan 1436 H/2015 M, ibu juga tidak berpuasa sebulan dengan mempertimbangkan aku masih janin yang baru berkembang. Alhamdulillah kehadiranku telah membanggakan kedua orang tuaku. (*)

Kupang, 26 Juni 2016

©daonlontar.blogspot.com

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;