Minggu, 26 Februari 2012

Rote Ndao Mutiara dari Selatan

Baru saja Saya selesai membaca buku Rote Ndao Mutiara dari Selatan, Falsafah dan Pandangan Hidup Suku Rote tentang Lontar. Buku yang diterbitkan tahun 2008 ini adalah buah karya Andre Z. Soh bersama putrinya Maria Indrayana. Hadirnya buku ini mengingatkan pada bukunya Prof. Dr. James J. Fox berjudul Harvest of The Palm yang diterbitkan tahun 1977. Sepintas kedua buku ini mendeskripsikan kehidupan Suku Rote yang tumbuh dan berkembang dalam kebudayaan lontar. Perbedaannya adalah dalam buku Harvest of The Palm lebih mengetengahkan pada pendekatan antropologis, sejarah dan ekologis terhadap dua suku yakni Suku Rote dan Suku Sabu dalam pemahaman terhadap kebudayaan lontar, serta perbedaan karakteristik diantara kedua suku tersebut. Selain itu Fox juga memperlihatkan perbandingan kebudayaan lontar dalam beberapa prespektif yang ada.

Sedangkan dalam buku Rote Ndao Mutiara dari Selatan lebih memperkenalkan sejarah Rote dengan keberadaan leo-leo (marga) dalam konteks hubungan kekerabatan masyarakat Rote. Kemudian menguraikan kebudayaan lontar di Pulau Rote yang dikaitkan dengan kehidupan seni dan sastra, benda-benda kebudayaan yang dihasilkan serta falsafah yang ada pada setiap proses dan hasil dari setiap interaksi masyarakat Rote dengan pohon lontar. Sehingga buku ini dapat membuka cakrawala berpikir lebih luas tentang kebudayaan masyarakat Rote dan problematika kehidupannya yang berakar dari kebudayaan leluhur.  

Dalam buku ini memaparkan berbagai macam istilah dari setiap proses penyadapan seperti edan yang berarti memasang tangga buatan dengan membuat takik pada batang pohon lontar. Ada juga maolen yang artinya membersihkan bulir-bulir mayang lontar, sedangkan mengiris bulir-bulir mayang untuk menyadap disebut dengan soen atau sada dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan proses pembuatan nira (tuak) menjadi gula air (tua nasu), kemudian menjadi gula lempeng atau gula batu (tua batu) hingga menjadi gula pasir lontar (tua batu meni). Dengan demikian dari cara menyadap, alat-alat yang digunakan, pantangan dan cara mengelola nira menunjukkan sebuah tradisi turun temurun dari masyarakat Rote Ndao.

Menarik juga dalam buku ini yang sedikit menjelaskan konsep kekeluargaan dalam istilah to’o bagi masyarakat Rote. Ternyata sebutan bagi saudara laki-laki dari pihak ibu ini begitu magis dan sakral. Begitu pentingnya kedudukan sebagai paman atau om, dikarenakan seorang to’o akan menjadi perantaraan penting bagi keponakannya, terutama dalam hal perkawinan, kematian, pembagian warisan hingga urusan adat lainnya. Bahkan di kehidupan modern seperti ini panggilan to’o bagi masyarakat Rote adalah sebuah penghargaan. Buku setebal 294 halaman ini dapat diperoleh di Toko Buku Gramedia, dengan harga yang cukup mahal yaitu Rp. 290.000, namun hal ini tidak terlalu mahal bagi sebuah pengetahuan tentang budaya bangsa sendiri.

Pukul 20:00 Wita
Minggu, 26 Februari 2012
@daonlontar.blogspot.com

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;