Kamis, 16 Agustus 2012

Membeli Buku via Online!


Bosan mencari-cari buku di toko buku atau sulit menemukan judul yang di cari, mungkin alternatifnya adalah membeli buku via online!. Selama ini saya telah menggunakan jasa beberapa toko buku online seperti di: kutukutubuku.com, bukabuku.com, belbuk.com, bukukita.com, inibuku.com dan palasarionline.com. Selain itu pemesanan buku online juga bisa langsung ke penerbit yang menyediakan penjualan secara online. Semua bookstore online tersebut memiliki sistem kerja yang hampir sama mengikuti sistem kerja toko buku online modern, mulai dari mencari judul buku, memilih buku, memasukan dalam keranjang belanja maya, membayar online, pengiriman hingga sampai pada pemesan. Di antara bookstore online tersebut di atas saya dapat menilai mana yang memiliki kemudahan transaksi, ketepatan produk dan waktu hingga pelayanan secara keseluruhan. Namun saya masih menemukan beberapa kelemahan, seperti pesanan buku yang ready stock ternyata sudah kosong (tidak di update!) sehingga harus menunggu konfirmasi dari penerbit, mengganti buku yang dipesan atau mengembalikan dana (refund). Celah lain lagi adalah berat buku yang tidak dihitung secara akurat sehingga pembeli terasa berat pada ongkos pengiriman apalagi tujuan wilayah yang lebih jauh.



Untuk mengetahui content buku, memang ada beberapa buku yang memiliki sinopsis tetapi untuk kemudahan layaknya membeli di toko buku langsung, maka bookstore online perlu menyediakan pratinjau beberapa halaman buku terutama daftar isi. Sayangnya bookstore online yang saya kunjungi masih belum menyediakan fitur tersebut. Cara ini sebenarnya bisa kita lihat sebagaimana yang diaplikasikan oleh  Amazon.com, yang mana content buku dapat kita lihat sebagiannya. Membeli buku via online melibatkan begitu banyak pihak mulai dari penulis, penerbit, distributor, toko buku online, pergudangan, jasa perbankan, jasa perhubungan, jasa kurir hingga sampai pembeli. Sebuah rantai panjang pembelian buku yang hampir mirip juga dengan cara konvensional membeli buku langsung di toko buku namun memiliki cara kerja yang saling berbeda. 


Timbul pertanyaan, mengapa membeli buku via online. Mencari buku adalah hal yang lebih sulit dari pada hanya sekedar membeli buku. Butuh interest terhadap sebuah tema yang terjewantahkan dalam judul dan isi buku. Minat setiap orang tentu berbeda, toko buku konvensional tentu tidak dapat menyediakan semua keinginan kita, buktinya banyak buku yang kita cari di beberapa toko buku justru menemukan hasil yang nihil. Buku-buku yang ada di toko buku tentu memiliki masa pajang, begitu masa sebuah buku sudah habis maka akan digantikan dengan buku-buku yang baru terbit, hal ini berkaitan dengan keterbatasan storage pada toko buku. Ketika buku semakin sulit dicari atau sudah tidak lagi naik cetak, maka alternatif terbaik adalah mencari melalui toko buku online, mengingat mereka memiliki link ke penerbit atau mungkin masih tersedia di gudang sendiri. Selain itu ada juga yang menyediakan jasa Print on Demand (POD) atau buku akan dicetak jika ada permintaan. 


Sampai di sini saya mengingat cara pemesanan buku yang masih manual. Di akhir tahun 90-an di saat saya masih SMA, saya beberapa kali memesan banyak buku pengetahuan, ketrampilan dan hobby dari toko buku di Pulau Jawa. Pesanan buku berdasarkan katalog yang termuat dalam majalah, koran atau buku katalog penerbit yang dikirim bersamaan dengan buku pesanan jika telah melakukan pembelian. Pembayaranpun masih menggunakan wesel pos dan sekaligus melampirkan daftar buku pesanan. Paket buku pesanan dikirim via pos dan tiba dalam waktu yang cukup lama (jasa kurir masih belum digunakan). Kurangnya, kadang buku yang dikirim tidak sesuai dengan yang dipesan, hal yang mungkin bagian dari kesulitan dalam pengembalian dana (refund) jika buku yang dipesan tidak tersedia, serta kendala minimnya komunikasi antara pemesan dan toko buku. Namun sekarang hal tersebut telah diminimalkan dengan sistem online yang lebih modern, dengan sarana internet yang lebih mudah.


Kini di era yang semakin cepat, membeli buku via online sama halnya membeli buku langsung di toko buku. Seumpama memesan mebel di toko furniture menunggu beberapa waktu dan pesanan telah sampai di rumah. Begitulah kira-kira sebuah cara alternatif membeli buku yang memberikan sensasi berbeda dibandingkan membeli buku di toko buku konvensional. (*)

Kupang, 16 Agustus 2012
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;