Rabu, 30 November 2011

Alam mimpi manusia

photo: http://daenggassing.com

Setidaknya manusia memiliki empat alam (ruang) dalam kehidupannya, yakni alam nyata, alam pikiran, alam digital dan alam mimpi. Alam nyata adalah alam keseharian yang bersentuhan dengan realitas. Alam nyata berdasarkan fakta yang terdimensi dalam pola ruang dan waktu. Apapun tindak laku kita merupakan realitas dari alam nyata, diluar itu dianggap sebagai alam immaterial.

Sedangkan alam pikiran adalah alam ruh manusia, alam yang tidak membatasi ruang gerak manusia. Jika alam nyata terbatas pada fisik ruang dan waktu, tidak demikian dengan alam pikiran yang dapat melampaui ruang dan waktu. Manusia bisa saja berkhayal tentang masa lalu hingga masa depan, dari sesuatu yang dekat hingga yang sesuatu yang jauh, atau dapat juga berkhayal hal-hal irrasional yang tidak dapat diterima oleh akal sehat. Hal demikian terjadi karena memang alam khayalan tak membatasinya. Berkhayal menjadi superhero hingga menjadi penghuni surga dapat terjadi hanya dalam alam pikiran. Hebatnya beberapa khayalan yang masih rasional dapat memberikan motivasi manusia untuk kemungkinan mencapainya. Alam pikiran inilah yang membedakan seseorang sebagai manusia waras atau tidak, tergantung bekerjanya otak sebagai pusat pikir manusia.

Selain itu ada alam digital. Sebuah alam ala film The Matrix, alam yang membuat seseorang mengaktualisasikan dirinya dalam dunia maya, seseorang dapat membentuk jati diri yang sebenarnya atau dengan membentuk identitas yang baru atau palsu. Dunia digital dapat membawa seseorang seolah dalam dunia real yang penuh dengan banyak kemajuan. Kini berbagai aktivitas dapat dilakukan melalui media digital mulai dari transaksi bisnis hingga propaganda. Bahkan ada yang mempunyai obsesi memilih alam digital sebagai alam nyata sesungguhnya dalam hidup.  

Dan terakhir adalah alam mimpi yang merupakan alam manusia diluar dari kesadarannya. Sebagaimana otak menyimpan semua memori manusia sejak ia lahir hingga dewasa. Memori itu tergantung oleh mekanisme otak, jika ia sesuatu yang berbekas maka akan tersimpan dalam long term memory sehingga dapat selalu diingat sewaktu-waktu dan bila ia sesuatu yang dapat saja terlupakan karena terjadi secara berulang-ulang seperti peristiwa dari kegiatan hidup sehari-hari (activities of daily living), maka tersimpan dalam short term memory. Apa saja yang dilihat dan terekam pikiran telah menjadi memori dalam otak kita. Memori manusia ibarat sebuah kota modern yang terdiri dari beratus ribu apartmen, setiap apartmen terdiri dari ratusan lantai, setiap lantai terdiri dari puluhan kamar, setiap kamar terdiri dari ratusan lemari, dan setiap lemari terdiri dari puluhan laci dan di dalam setiap laci ini tersimpan suatu item memori. Sehingga nampak bahwa memori manusia dapat diperbandingkan dengan memori komputer yang tersimpan dalam cakram hardisk. Uniknya dari memori-memori ini cerita mimpi dimulai. Seperti ada kejutan listrik pada otak yang menghubungkan beberapa senarai memori yang berbeda sehingga menciptakan suatu alur cerita mimpi yang kadangkala aneh, tak mengenal long atau short term memory. Seperti bertemu dengan seseorang semasa kecil di atas bus Surabaya-Yogyakarta sambil menikmati nasi goreng mercon dan kemudian tiba-tiba muncul teman kantor yang memakai jubah Harry Potter datang membagikan tugas pekerjaan dengan sampul map bergambar Che Guevara

Mimpi ini menunjukkan hal-hal yang sebenarnya berbeda level tetapi membentuk mosaik dalam frame mimpi. Mimpi juga kadangkala membawa kita bertemu dengan orang yang sama sekali belum dikenali tetapi serasa sudah akrab, atau bahkan seseorang tidak disangka hadir dalam mimpi kita, walau belum bertemu dalam referensi memori kita saat ini tetapi mungkin  saja berada pada memori masa depan kita. Tentunya dalam semalam banyak yang kita mimpikan, namun hanya beberapa mimpi yang berhasil kita ingat karena kebetulan berada di penghujung tidur atau penghujung kesadaran kita. Dengan demikian mimpi menjadi bunga tidur yang misterius. Banyak yang menilai alam mimpi sebagai pemberi alamat untuk sesuatu yang akan terjadi di alam nyata. Wallahu a’lam.

Ada teman kerja yang datang dipagi hari terlebih dahulu mengisahkan mimpinya semalam, ada teman yang mengontak mbah google dan mencari tafsir mimpinya, adalagi teman yang mimpinya dijadikan peruntungan di meja judi atau mungkin ada juga teman yang hanya diam tanpa menceritakan mimpi semalamnya yang berkesan. 

Selamat bermimpi
Kupang dini hari, 30 November 2011


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;