Senin, 19 Maret 2012

Menikmati kacang rebus!

Sambil menonton atau mengobrol di musim penghujan seperti ini paling nikmat jika ditemani dengan cemilan. Salah satunya adalah kacang rebus yang biasa dijual keliling hingga kompleks perumahan. Memang di musim penghujan seperti ini banyak ditemukan penjual kacang rebus di kota Kupang, mereka tidak menggunakan kereta dorong seperti di kota lainnya, namun membawa kacang rebus dengan pikulan atau juga dijunjung di atas kepala. Saya cukup menikmati kacang rebus, bahkan kucing jantan saya juga menggemarinya, seraya mengeong lagi setelah jatahnya rampung dilahap.

Penjual kacang rebus di tahun 90-an tidak memakai bungkusan kantong plastik atau lembaran kertas sebagaimana digunakan saat ini, tetapi memakai lembaran daun dari Pohon Jati (Tectona grandis) sebagai wadah bungkusan kacang rebus. Daun yang lebar tersebut, tentunya memberikan aroma yang sangat menyatu dengan harumnya kacang rebus, seperti juga perpaduan sejati antara aroma bungkusan daun pisang dengan nasi kuning, kedua contoh tersebut telah menjadi nostalgia yang tak terlupakan. Penggunaan bungkusan daun jati dengan kesan back to nature dan ramah lingkungan tersebut telah ditinggalkan dengan alasan praktis, ataukah mungkin sekarang telah sulit menemukan lagi pohon jati, entahlah!. Selain itu saat ini kacang rebus yang dinikmati kebanyakan hanya dua polong saja, kemudian Saya membandingkan dengan masa lalu, yang lebih banyakan tiga hingga empat bahkan mungkin ada yang sampai lima polong. Kenapa kini hanya dua polong saja yang banyak, padahal kualitas kacang di tanah Timor ini terbaik. kemungkinan adalah pengaruh perubahan iklim dan curah hujan atau juga kualitas tanah yang tidak lagi mendukung untuk menghasilkan kacang tanah yang lebih bermutu, entahlah!.


Penjual kacang rebus di Kota Kupang

Pengolahan kacang tanah menjadi kacang rebus juga perlu menjadi perhatian. Sebab tidak mudah dilakukan apalagi dengan cara merebus biasa. Hal ini dikarenakan kacang tanah masih dalam polong (kulit) sehingga membutuhkan waktu lebih lama, ada yang menyiasati dengan menggunakan panci presto. Namun tentu hasil dan rasanya akan berbeda dengan apa yang dilakukan oleh para penjual kacang rebus. Mereka merebus kacang tanah dengan wadah yang lebih besar, serta menggunakan kayu bakar sehingga aroma kayu dengan campuran garam dapat menyatu dalam rasa kacang rebus khas kupang ini.

Selain kacang rebus yang sangat digemari, di Kota Kupang juga terdapat penganan khas dari kacang tanah lainnya seperti kacang tanah yang disangrai dengan pasir, biasanya dijual dalam bungkusan plastik kecil dan juga kacang gula yaitu kacang tanah mentah yang dicampur dengan gula merah (gula aren) yang dimasak kemudian didinginkan agar mengeras. Beberapa turunan dari produk kacang dengan nama lokal sendiri juga banyak seperti kacang telur (kacang atom), kacang kulit (kacang goreng dengan kulit ari), dan kacang kupas kulit (kacang bawang).

wikipedia.org/wiki/Jimmy_Carter
Berkaitan dengan kacang ada sebuah testimoni menarik dari Jimmy Carter, mantan petani kacang yang sukses menjadi Presiden Amerika Serikat. Ia mengatakan “Saya bisa saja bangun jam sembilan pagi dan menjadi petani kacang atau bangun jam enam pagi dan menjadi presiden”. Masa kekuasaannya berakhir sebelum saya dilahirkan dan berikutnya Presiden Ronald Reagan yang menggantikannya. Menarik juga bahwa saat ini lebih dari empat triliun rupiah ekonomi Amerika Serikat berasal dari kacang tanah. Perbedaannya mungkin karena kita lebih senang memakan kacang rebus, sedangkan di negara maju telah mengubahnya menjadi selai kacang (peanut butter) dan minyak kacang (groundnut oil) yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi!

Di Timor sendiri saat ini PT. Garuda Food Indonesia, telah menjalin kerja sama dengan para kelompok tani dalam budidaya kacang tanah di Kabupaten Timor Tengah Utara. Sudah ratusan ton kacang tanah yang dikapalkan ke PT. Garuda Food di Jawa. Memang Garuda Food merupakan produsen nasional terbesar kacang kulit asin, pasaingnya adalah produk Kacang Dua Kelinci. Namun miris jika kacang yang berasal dari Timor, di olah di Jawa dan kembali ke Timor dalam bentuk produk berlabel kemudian dijual dan di konsumsi di Kupang. Sehingga perlu dipikirkan bagaimana membangun basis industri lokal yang kelak mampu bersaing secara regional.

photo: http://en.wikipedia.org/wiki/File:PeanutButter.jpg
photo: http://www.buzzle.com

Kacang tanah (Arachis hypogaea), merupakan jenis tanaman tropika polong-polongan yang tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 centimeter, dengan mengeluarkan dedaunan kecil. Mungkin dinamakan kacang tanah karena tumbuh di dalam tanah. Tanaman ini berasal dari Brazillia Amerika Selatan yang kemudian menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis. Kacang tanah mulai diperkenalkan di Timor sekitar abad ke-17 oleh pedagang Portugis dan Cina. 

Sebagai penutup kiranya kita perlu mengetahui kandungan dan manfaat dari kacang tanah. Kandungan kacang tanah kaya dengan lemak, protein, mineral, zat besi, kalsium, omega 3, omega 9, vitamin E, vitamin B kompleks, vitamin A dan K, fosforus, lesitin, kolin dan kalsium. Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi dari daging, telur dan kacang soya (Glycine max). Kacang tanah juga mengandung fitosterol yang dapat menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker payudara, kanker lambung, kanker paru-paru, kanker prostat, kanker usus dan stroke. Serta menurunkan resiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi risiko beberapa cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang, penyakit hemofilia (kecenderungan mudah berdarah), penyakit diabetes, penyakit keputihan dan insomnia.(*)

Diolah dari berbagai sumber oleh penulis,
Kupang, 19 Maret 2012
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;