Minggu, 14 Juli 2013

Tom, Laki-Laki yang Patah Hati

Photo: www.m5x.eu

Kita lebih sering mendengar kisah perempuan yang tersakiti perasaan oleh seorang laki-laki, namun bagaimana jika berbalik justru laki-laki yang tersakiti oleh perempuan. Kisah cinta yang diterima, sebanding dengan kisah cinta yang ditolak, rupanya hal ini yang dialami oleh seorang penulis script film Scott Neustadter, yang kemudian mengkisahkan percintaan gagalnya, penuh perasaan dan berpuncak pada patah hati. Kisah cinta ini dirangkum dalam sebuah film berjudul (500) Days of Summer  yang di produksi oleh Fox Searchlight Pictures tahun 2009 di Amerika. 

Sang penulis script rupanya ingin mengabadikan sebuah kisah yang privat untuk dijadikan film. Memang beberapa kisah cinta di dunia ini selalu ingin diabadikan dalam berbagai bentuk karya sebagai apresiasi terhadap cinta, walau itu terasa pahit. Sayang dengan agak sinis film ini dimulai dengan catatan penulis: "setiap kemiripan dengan orang baik hidup atau mati adalah murni kebetulan, terutama Anda, Jenny Beckman ... bit**h”. Dari catatan itu mengindikasikan bahwa sang penulis memang masih menyimpan trauma yang mendalam terhadap perempuan yang tampaknya telah melukai perasaannya, kebencian yang dipeliharanya.
 
Film ini disajikan dengan panduan narasi non linier, yaitu dari hari ke hari yang loncat tidak runtut dalam rentang waktu 500 hari kisah hubungan antara Tom dan Summer, yang penuh kenangan, diperankan oleh aktor Joseph Gordon-Levitt (Tom Hansen) dan artis Zooey Deschanel (Summer Finn) sebagai dua tokoh sentral dalam kisah film ini. Tom adalah seorang laki-laki yang percaya bahwa setiap manusia terlahir berpasangan, dengan keyakinan seseorang pasti akan menemukan pasangannya dan akan menjalani kehidupan ini bersama. Namun berbeda dengan karakter Summer yang  justru tidak percaya dengan adanya cinta sejati, Summer sama sekali tak percaya pada laki-laki atau hubungan percintaan. Mereka kemudian dipertemukan, maka yang terjadi adalah sebuah kisah semi romantis yang berakhir kepedihan bagi Tom, bahwa apa yang diharapkan tidak sebagaimana realitas yang dihadapi.



Bermula tanggal 8 Januari, Tom Hansen bertemu dengan Summer Finn yang sama-sama bekerja di sebuah perusahaan kartu ucapan di Los Angeles. Mereka menjalin hubungan yang unik yang mana Tom menganggap mereka telah berpacaran, sedangkan menurut Summer mereka hanya menjalin pertemanan saja. Mereka rupanya harus mendefenisikan apa itu relationship dari prespektif masing-masing, karena perbedaan prinsip inilah akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah. Dampak besar dialami oleh Tom sebagai orang yang percaya bahwa Summer adalah takdir satu-satunya yang kemudian menjadi patah hati dan kehilangan arah, bingung, sangat emosional dan mengalami depresi berat, hingga Tom harus mengundurkan diri dari kantor tempat ia bekerja. Disinilah terlihat bagiamana kekuatan perempuan yang dapat menghancurkan hati seorang laki-laki.

Seperti juga yang dikisahkan dalam film ini, seorang teman pernah menyarankan Tom untuk menulis buku karena melihat kegalauan yang dihadapi Tom. Temannya mengutip pendapat Henry Miller (1891-1980) seorang penulis Amerika, cara terbaik untuk melupakan perempuan adalah dengan menjadikannya sebagai karya sastera. Mungkin benar adanya karena kita bisa mengalihkan emosi sentimental ke dalam bentuk tulisan, dengan menghabiskan waktu menulis sembari menghadapi proses transisi perasaan yang tersakiti oleh kekasih atau apapun namanya selain kekasih.

 Photo: www.soapmotion.com

 Photo: smoanwnet.deviantart.com


Akhir klimaks dari kisah ini ketika pada hari ke-488, Summer yang sudah menikah dengan orang lain bertemu dengan Tom di tempat favoritnya di kota (Angelus Plaza) dan memang selalu ada tempat yang menyimpan kenangan bagi setiap pasangan baik itu berkasih atau berteman. Dalam kesempatan itu Tom menyatakan kurangnya pemahaman terhadap tindakan Summer. Lalu Summer menjelaskan bahwa ia baru mengakui tentang adanya cinta sejati dan yang dia ditemukan pada orang lain, bukan Tom. Bahwa ada semacam takdir lain untuk seseorang menemukan kekasihnya. Mereka akhirnya berpisah dengan saling berharap kebaikan dan kebahagiaan masing-masing.

Tom kemudian mendedikasikan dirinya untuk kembali belajar arsitektur sebagaimana minat awalnya, dan mulai melamar ke berbagai perusahaan. Pada Rabu 23 Mei, dalam sebuah persiapan wawancara kerja, Tom bertemu dengan seorang perempuan yang bernama "Autumn", dan sepertinya kisah baru dan hari baru akan dijalani Tom. Akhirnya ada kekuatan bukan kosmik untuk sesuatu yang terjadi bagi entitas kehidupan dunia, bahwa tidak ada yang namanya keajaiban dan tidak ada yang namanya takdir yang ada hanya “kebetulan”. Entah ini menjadi sebuah kesimpulan!

Film yang keluar dari pakem klise film romantisme menawarkan kisah yang berbeda, sehingga mengapa film ini di beri tagline “this is not a love story, this is a story about love”, termuat dengan dialog emosional tentang cinta, yang terkadang juga kocak, sehingga film ini menuai begitu banyak kritik pujian dengan prestasi dan penghargaan yang menempatkannya sebagai film terbaik. Film ini dapat di download di sini dengan subtitle-nya di sini. (*)

Kupang, 14 Juli 2013
©daonlontar.blogspot.com

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;