Selasa, 04 November 2014

Kupang Sea View



Beberapa tahun terakhir pertumbuhan akomodasi perhotelan di Kota Kupang mengalami peningkatan signifikan. Walau terbilang terlambat dibandingkan dengan pertumbuhan perhotelan di Kota-kota lainnya di Indonesia. Namun Kota Kupang saat ini sudah bisa menikmati pertumbuhan lapangan usaha di sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sebagai tolok ukur pertumbuhan ekonomi, berdasarkan kenaikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Kupang. Dengan demikian semua stakeholder dapat berkerja sama meningkatkan lagi keadaan yang ada, untuk terus memacu pertumbuhan sektor yang satu ini di Kota Kupang.


Dalam dunia perhotelan kita mengenal penawaran room yang memiliki nilai tambah seperti sea view, city view, mountain view, lake view, harbour view atau desert view yang diisesuaikan dengan kekhasan lanskap dan topografi dimana hotel itu berdiri. Saat booking atau check-in, tak jarang tamu hotel memesan atau memilih kamar dengan pemandangan yang sesuai dengan seleranya. Kamar hotel bukan hanya sebagai ruang menginap tetapi juga bisa menjadi ruang untuk mengamati pemandangan dari hotel. Di Kota Kupang, salah satu peluang yang telah dimanfaatkan sektor swasta dengan membangun akomodasi perhotelan dengan memanfaatkan laut sebagai view. Beberapa hotel bintang di Kota Kupang yang setidaknya memiliki room dengan sea view adalah Sasando Hotel, Swiss-Belinn Kristal Hotel, On The Rock Hotel dan Hotel Aston.


 


Hotel Aston sebagai hotel yang memiliki view menghadap laut adalah salah satu akomodasi representatif di Kota Kupang berada di salah satu wilayah pesisir kota. Menawarkan pemandangan dan ketenangan pantai laut dan daerah sekitarnya yang masih original. Walau berada di salah satu jalan poros yaitu jalan Timor Raya Kota Kupang, tak tampak kemacetan di jam sibuk (rush hour) bahkan jalan terlihat sepi, tak menimbulkan kebisingan dan polusi, hal yang sulit dijumpai di kota besar lainnya seperti Jakarta. Demikian juga dengan aktivitas kampung nelayan yang dapat dilihat dari balkon hotel.

 



Dalam mewujudkan kota pantai yang memiliki kedudukan strategis, yang salah satunya mengupayakan Kota Kupang sebagai Kota Tepi Air (Waterfront City). Sehingga pembangunan sejauh mungkin memperhatikan keunggulan sebagai kota yang memiliki pantai dengan panorama yang bisa dijadikan nilai tambah dalam meningkatkan aspek pariwisata daerah. Sudah mulai dipahami bahwa akomodasi perhotelan dan pariwisata adalah lahan yang dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pembangunan daerah yang akan menjadi salah satu multiplayer effect terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di sektor lainnya. (*)


Aston Hotel, Kamar 1216 - Kupang, 04 November 2014
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;