Rabu, 31 Juli 2013

Pameran Seni Rupa di Kota Kupang



Mungkin untuk pertama kalinya digelar pameran seni rupa di Kota Kupang, yang setidaknya memberi warna terhadap perkembangan dan minat terhadap karya seni. Bahwa seni senantiasa dapat menampilkan isu-isu kontemporer dalam pengaruhnya terhadap kondisi sosial, budaya, ekonomi dan tema-tema urban lainnya. Pameran ini mengambil tema potpuri: reposisi medium dan lokasi, dengan melibatkan 30 peserta seniman seni rupa dari Kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Kupang. Menampilkan dan memadukan karya seni rupa seperti seni lukis, karya grafis, keramik dan karya instalasi kontemporer dalam media dua dan tiga dimensi.  

comments
Sabtu, 27 Juli 2013

Mengabadikan Tulisan dalam Dunia Maya


Mungkin benar adanya bahwa peradaban manusia yang terus berkembang hingga saat ini adalah bentuk ketakutan dari kematian manusia. Manusia berusaha untuk selalu meninggalkan sesuatu sebagai jejaknya, entah untuk dikenang atau untuk menjadi amal jariahnya di bumi. Baik itu berupa khazanah pemikiran, ilmu, lukisan, puisi, buku, arsitektur dan lain sebagainya. Dan kiranya bila kematian datang maka nama mereka akan selalu disebut seolah mereka menjadi nan abadi. Sampai pada kekuatiran bahwa dunia mengingat kita atau dunia yang melupakan kita.

comments
Senin, 22 Juli 2013

Memahami Perempuan melalui: Perempuan

Dalam bulan Ramadhan memang sebaiknya mengisi waktu dengan banyak membaca, baik Al-Qurannul Karim maupun bacaan islami lainnya. Kali ini saya membaca buku tentang perempuan berjudul “Perempuan” dengan judul kecil, “dari Cinta sampai Seks, dari Nikah Mut'ah sampai Nikah Sunnah, dari Bias Lama sampai Bias Baru” karya M. Quraish Shihab, yang telah dikenal sebagai pakar al-Qur'an di Indonesia dan sudah menghasilkan lebih dari 50 karya yang telah dibukukan. Penulisan buku ini memiliki karakteristik sesuai dengan kemampuan sang penulis dalam menerjemahkan dan meyampaikan pesan-pesan al-Qur'an dalam konteks kekinian tanpa kaku menilai al-Qur'an secara tekstual. Model penafsirannya adalah dengan menggunakan sejumlah ayat al-Qur'an, hadis rasul, pandangan ulama tradisional dan kontemporer serta keilmuan modern yang membahas masalah tertentu, kemudian menjelaskan pengertian menyeluruh dari ayat-ayat tersebut dan selanjutnya menarik kesimpulan sebagai jawaban terhadap permasalahan yang menjadi pokok pembahasan. 

comments
Minggu, 14 Juli 2013

Tom, Laki-Laki yang Patah Hati

Photo: www.m5x.eu

Kita lebih sering mendengar kisah perempuan yang tersakiti perasaan oleh seorang laki-laki, namun bagaimana jika berbalik justru laki-laki yang tersakiti oleh perempuan. Kisah cinta yang diterima, sebanding dengan kisah cinta yang ditolak, rupanya hal ini yang dialami oleh seorang penulis script film Scott Neustadter, yang kemudian mengkisahkan percintaan gagalnya, penuh perasaan dan berpuncak pada patah hati. Kisah cinta ini dirangkum dalam sebuah film berjudul (500) Days of Summer  yang di produksi oleh Fox Searchlight Pictures tahun 2009 di Amerika. 

comments
Kamis, 11 Juli 2013

Buku yang sudah dibeli dapat dikembalikan


Beberapa malam yang lalu saya membeli empat buah buku di Toko Buku Gramedia Kupang, dan seperti sebuah kebiasaan sekembalinya dirumah adalah melihat-lihat sejenak buku yang baru dibeli, mulai dengan membuka bungkusan plastik buku, mengharumi lembaran-lembaran buku baru yang ibaratnya mencium aroma yang selalu dikenali. Memperhatikan kembali daftar isi dan melihat sekilas isi bab buku. Sebenarnya hal ini telah dilakukan di toko buku sebelum membeli, tetapi mengulang kembali di rumah menjadi keharusan. Karena sulit menyiapkan waktu untuk segera membaca, terkadang buku tersebut kemudian terdiam hingga bertahun-tahun baru dibaca.

comments
Minggu, 30 Juni 2013

Soevenir dari Waingapu – Sumba Timur


Ketika berada di Kota Waingapu, saya berkesempatan jalan-jalan di Pasar Matawai, yang masih semrawut karena masih menunggu rehabilitasi pasar yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Menariknya saya menyinggahi salah satu lapak pedagang kaki lima yang mengelar dagangan cenderamata benda seni dan budaya khas Sumba, diantaranya saya melihat kerajinan tulang, logam hingga tenun ikat. Berbagai soevenir ini ditawar dengan harga yang termurah puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung kerumitan benda yang dibuat hingga nilai intrinsik dan ekstrinsiknya atau juga karena keantikannya.

comments
Senin, 24 Juni 2013

Oleh-Oleh Kacang Mete khas Pulau Sumba


Jika punya kesempatan berkunjung ke Pulau Sumba, jangan lupa membeli oleh-oleh kacang sumba, itulah pesan teman-teman jika hendak pergi ke Pulau Sumba. Pulau Sumba yang dikenal sebagai destinasi wisata lokal dan internasional ini memang menarik untuk dikunjungi, selain karena panorama alam dan khazanah budayanya, para wisatawan juga dapat membeli berbagai benda seni dan budaya yang banyak ditemukan dari pasar tradisional hingga art shop, yang juga menarik adalah oleh-oleh peganan khas dari Pulau Sumba. Salah satu yang sering di cari adalah kacang sumba dan terutama kacang mete, atau juga biasa disebut dengan kacang mede atau kacang mente, yang merupakan hasil bumi Pulau Sumba. Kacang mete berasal dari jambu monyet (cashew) yang diambil bijinya, dikeringkan dan kemudian digoreng dan dapat langsung dimakan.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;