Jumat, 26 Februari 2016

Bulan Pertamaku!



Kini sudah sebulan umurku, memang waktu berputar begitu cepat. Aku seorang bayi lucu yang sedang mengalami pertumbuhan. Tak ada pertumbuhan manusia paling cepat selain masa bayi. Minggu pertama aku belum begitu ekspresif karena indra penglihatanku belum terlalu melihat dengan jelas, walau mataku telah terbuka lebar, hanya bayang-bayang yang kutemukan. Kadang aku masih terlihat bermain sendirian, menurut orang-orang tua aku sedang bermain dengan ruh ari-ari yang pernah menemaniku selama di kandungan. Minggu ketiga aku sudah bisa merasakan pergerakan bayang-bayang wajah kedua orang tuaku. Dan sebulan kemudian aku seperti sudah mengenali orang-orang disekelilingku, wajah ibu selalu aku tatap baik-baik ketika menyusu dan sesekali melemparkan pandang ke ayahku. 

comments
Sabtu, 30 Januari 2016

Aku datang dari Ayah dan Ibuku (Catatan Anakku)



Aku dilahirkan pada hari selasa tanggal 26-01-2016, bukan karena direncanakan begitu saja, ada proses hingga aku dilahirkan di tanggal itu. Berdasarkan advice dokter ahli kandungan yang sudah setahun lalu menangani kesehatan reproduksi ibuku, bahwa aku sejak bulan ke tujuh kehamilan ibuku telah memiliki satu lilitan dileherku layaknya menggunakan syal. Namun di minggu ke delapan lilitan bertambah menjadi dua, sehingga disarankan untuk menghindari resiko dengan menjalani persalinan sesar. Namun tidak serta merta saran itu di terima orang tuaku, ayah dan ibuku seolah mengulur-ulur waktu agar persalinan bisa berlangsung normal saja. Tak sesuai dengan harapan waktuku berada di kandungan sudah berada dipenghujung dan belum memberikan tanda bahwa aku akan segera lahir dan akhirnya ayah ibuku mengambil keputusan untuk segera melakukan operasi sesar tanpa harus mencoba menggunakan perangsang. 

comments
Senin, 11 Januari 2016

Tanjung Takari Noelmina


Foto: Rens Benu

Ketika masih tinggal di pedalaman Pulau Timor, saya hampir selalu bolak balik Kota SoE-Kupang-SoE, semua dilakukan hampir di setiap suasana hari entah itu shubuh, pagi, siang, petang hingga malam dan juga di segala suasana hati baik senang maupun sedih. Dalam keremangan fajar hingga gelap malam masih ada terlintas dalam bekas sisa-sisa memori yang tak hilang di mata. Seperti jigsaw yang berkelebat dalam ingatan perjalanan menggunakan bis antar kota dalam provinsi, ketika melewati dan melihat lekukan jalan, jembatan, turunan dan mendaki sesuai dengan topografi Pulau Timor. Entah dalam sadar atau sedikit tertidur semua itu kini sudah sangat jarang dilakukan lagi. Semua itu terjadi antara tahun 1997-2000 hingga 2006-2009.

comments
Kamis, 31 Desember 2015

Warna Warni Desember di Kota Kupang


Bulan Desember tahun 2015, mungkin adalah bulan tersibuk sepanjang sejarah Kota Kupang. Bagaimana tidak, jika beberapa event nasional diselenggarakan di Kota Kupang. Mulai dari Perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Perayaan Hari Ibu Nasional dan khususnya Perayaan Natal Nasional yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di NTT. Di samping itu event tahunan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang jatuh pada tanggal 20 Desember 2015, juga event lainnya seperti expo dan pameran untuk menarik investor dalam rangka menyambut Hari HKSN serta event kegiatan Tour de Timor dengan titik start di Atambua, Kabupaten Belu dan finish di Kota Kupang. Kupang menjadi kota digelarnya berbagai event tersebut, telah menjadi sebuah kepercayaan yang diberikan dan diharapkan agar warga Kota Kupang menjadi tuan rumah yang baik. 

comments
Minggu, 20 Desember 2015

Vatikan, Timor dan Traffic Pengujung Blog yang tiba-tiba Membludak



Kemarin tanggal 19/12/2015, saya dikagetkan dengan traffic pengujung blog pribadi saya yang begitu melonjak, sudah seperti biasanya saya langsung bisa mendeteksi laman apa dari blog saya yang sedang trend dibaca, dan sebab apa yang terjadi sehingga laman itu ramai dikunjungi. Kali ini tulisan saya tentang mitologi Pulau Timor begitu ramai dilihat, entah ada sebab apa dan setidaknya memerlukan sesuatu untuk segera dianalisa. Lalu kemudian di awal pagi ini, di berbagi kiriman media sosial facebook dari seorang teman yang baru dikenal, saya menemukan kutipan tulisan dari Antoninho Benjamim Monteiro yang berisi seperti di bawah ini:

comments
Selasa, 27 Oktober 2015

Tragedi Terbakarnya Bemo Ridho Galih di Kupang 17 Mei 1978


Jam menunjukan pukul 7.00 wita pagi hari. Seperti biasanya masyarakat Kota Kupang memulai aktivitasnya, pergi ke pasar, tempat kerja hingga ke sekolah. Dan seperti biasa pula masyarakat kota menggunakan sarana masing-masing menuju tempat tujuan, jika dekat ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi umum. Bagi yang menggunakan transportasi umum akan menggunakan angkutan bemo model mikrolet tipe Pick Up dengan pintu penumpang berada di bagian belakang kendaraan. Di tahun 70-an ongkos dalam kota jauh dekat masih sebesar Rp. 25,- saja dan keadaan Kota Kupang saat itu masih lengang, tak banyak kendaraan dan suasana tidak seramai saat ini.

comments
Selasa, 13 Oktober 2015

Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi


Foto: flash-screen.com

Matahari begitu penting bagi kehidupan di alam semesta ini, tanpa sinar matahari tentu tak ada kehidupan. Hampir semua makhluk hidup membutuhkan sinar matahari, apa jadinya jika sinar matahari tidak ada, dan tanaman tidak bisa melakukan pembakaran melalui proses fontosintesis dan menghasilkan oksigen, maka kehidupan akan menemukan ketidakseimbangan. Matahari selain sebagai sistem yang berfungsi menghidupkan kehidupan juga memiliki misteri penyembuhan bagi kesehatan umat manusia.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;