Jumat, 06 Januari 2012

Revolusi Informasi, sebuah langkah peradaban

photo: http://www.astronomind.com/
Segala yang ada di dunia ini, selalu mengalami perubahan transformasional. Transformasi yang terjadi menandakan kehidupan manusia sangat dinamis yang berdampak pada dimensi sosial, politik, ekonomi, budaya dan iptek berubah sejalan dengan transformasi besar yang dibangun oleh peradaban. Transformasi berlangsung terus menerus, semakin cepat dan membutuhkan waktu yang tidak lama. 

Transformasi yang terjadi di dunia ini, dimulai dari revolusi pertanian yang dibangun ribuan tahun lalu. Revolusi pertanian ini membawa perubahan besar pada hasil panen yang melimpah. Peningkatan hasil tersebut mempengaruhi prilaku masyarakat, yang telah terpenuhi secara maksimal kebutuhan primernya, maka akan berangkat pada pemenuhan kebutuhan sekunder. Akibatnya revolusi industri tak dapat dielakkan yang terjadi tiga ratus tahun yang lalu. Revolusi ini ditandai dengan peningkatan hasil produksi, yang mana ditemukan teknologi yang mendukung produksi massal, sehingga biaya total (total cost) dapat ditekan.

Dari dua transformasi besar tersebut, kesejahteraan manusia secara komulatif terjadi peningkatan signifikan. Namun kita dikejutkan lagi oleh transformasi besar yang datangnya begitu cepat dan tidak dapat diperkirakan di awal abad ke-20. Ditandai dengan penemuan komputer oleh Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, Jr, pada tahun 1939. Hadirnya komputer membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, hal ini terjadi di lingkungan ekonomi, sosial, politik hingga pertahanan keamanan. General Electric adalah perusahaan pertama yang menggunakan komputer pada operasional perusahaannya, yang menandakan dimulainya penggunaan komputer dalam bisnis pemrosesan data. Semula komputer dioperasikan untuk memudahkan dalam aktivitas produksi untuk sektor industri. Karena perubahan yang sangat cepat, maka kedudukan komputer bukan lagi sebagai pendukung aktivitas produksi, namun telah jauh melampauinya dan menjadi motor perubahan baru dalam informasi.

Transformasi tersebut dikenal dengan nama Revolusi Informasi atau sering disebut sebagai rangkaian abad informasi. Jika peradaban pertanian disimbolkan dengan cangkul dan peradaban industri disimbolkan dengan jalur produksi, maka abad informasi ini, komputer telah menjadi ikon baru peradaban. Komputer menciptakan dunianya sendiri, dunia nyata seakan tertutupi oleh kecanggihan perangkat dunia maya ini. Salah satu kemajuan dalam perkembangan komputer, yaitu dipergunakan web. Web yang berarti jaringan telah menjadi sebuah imperium yang melingkupi dunia dan bila mana seseorang telah terkoneksi didalamnya, maka ia akan terhubung dengan informasi apa saja yang diinginkan dari seluruh dunia.

Internet telah mengubah wajah dunia, tidak disangka aktivitas manusia modern pun tidak terlepas dari penggunaan internet. Mulai dari sekedar mencari informasi, surat menyurat, pertemanan, transaksi jual beli, registrasi sampai pada propaganda. Hal ini sejalan dengan apa yang pernah diungkapkan oleh Bill Gates, Chairman and Architect Microsoft, bahwa “kita akan membuat taruhan besar pada internet”. Jika kita melihat keadaan sekarang, kehidupan manusia modern sudah kecanduan dengan perangkat internet. Hal ini telah direspon oleh berbagai institusi dengan membangun sistem informasi berbasis teknologi atau sering disebut Teknologi Informasi (Information Tecnology).
   
Buku Menciptakan Peradaban Baru

Toffler bersaudara dalam bukunya “Menciptakan Peradaban Baru”, menggungkapkan bahwa “pendistribusi informasi saat ini telah menjadi produktivitas sentral, di mana setiap sudut kita melihat revolusi yang tengah mengubah susunan, langkah dan substansi hidup kita”. Perubahan ini terlihat jelas pada susunan organisasi perusahaan. Di mana kompensasi atas para manajer (white collar) adalah lebih besar dari para karyawan (blue collar). Ini bukan hanya dikarenakan oleh struktur atasan bawahan, tetapi karena manajer diarahkan untuk dapat mencari pelbagai informasi yang berhubungan dengan orientasi perusahaan, dan kemudian diolah dan hasilnya dipergunakan dalam pengambilan keputusan strategis bagi perusahaan yang berdampak pada perusahaan secara keseluruhan. Dengan demikian apa yang dilakukan karyawan (tenaga kerja) sangat ditentukan oleh manajer, padahal mereka yaitu tenaga kerja yang sesungguhnya menghasilkan barang atau jasa perusahaan.

Iptek adalah dimensi yang selalu disandingkan dengan kecepatan informasi. Ilmu pengetahuan begitu mudah berkembang saat ini, karena informasi memberi nilai konstribusi yang tinggi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Seorang ilmuan tentu membutuhkan informasi lebih, baik pengetahuan yang ada atau sedang dikaji di pelbagai belahan dunia atau pengetahuan di luar cakupan kompetensinya. Hal ini akan membawa perubahan pola pengetahuan yang bersifat parsialis ke pola pengetahuan yang lebih holistik. Sedangkan teknologi adalah sarana informasi yang membuat dunia tanpa batas dengan menghilangkan sekat teritorial. Informasi dapat diakses di titik manapun di dunia ini, tanpa mengenal starta sosial, ekonomi, budaya, agama dalan lain-lain. Setiap orang berhak untuk mencari, memiliki, menahan, mengembangkan dan mendistribusikan informasi.

“Perang telah dimenangkan di tenda jenderal”, peribahasa inilah yang mendasari bahwa informasi awalnya digunakan dalam dunia militer. Seorang jenderal yang menguasai banyak informasi tentang musuhnya, maka ia akan menerapkan strategi jitu, dan kemenangan telah berpihak padanya. Dengan demikian seseorang yang tidak menguasai informasi, dipastikan akan tersisih dari panggung kompetisi. Semua orang sebenarnya memiliki aksesibilitas yang sama terhadap informasi. Informasi yang didapat dari yang murah sampai eksklusif, dari klasik (sejarah) sampai aktual, bahkan dari privat (rahasia) sampai publik. Media informasi itu dapat berupa teks, audio dan video dalam jumlah yang besar saat ini. Media teks merupakan sumber yang paling banyak, ditandai dengan diterbitkan di seluruh dunia ratusan ribu surat kabar setiap harinya, ribuan buku dicetak setiap harinya, ribuan situs web diluncurkan setiap harinya, dan puluhan ribu majalah, jurnal, hasil riset yang dipublikasikan setiap tahunnya. Media tersebut diterbitkan oleh pelbagai organisasi, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan, ormas dan institusi lainnya atau bahkan secara pribadi. Informasi tersebut akan selalu berubah-ubah atau di up date karena adanya informasi data terbarukan. Ini memberikan peluang untuk menentukan langkah selanjutnya dalam penyempurnaan keilmuan sesuai dengan bidang yang diketahui bagi setiap orang yang telah memperoleh informasi tersebut.

photo: http://thegreen-village.com/

Gambaran di atas memberikan warning, bahwa kita berada dalam era ledakan informasi. Bagi individu yang tidak mampu mengendalikan derasnya informasi yang diperoleh, maka ia akan lambat dalam pengambilan keputusan, sehingga dibutuhkan skill untuk mampu beradaptasi dengan pelbagai informasi tersebut. Individu diharapkan mempunyai cara tersendiri untuk mengelola informasi yang ia peroleh dan yang dibutuhkan dan kemudian dijadikan sebagai dasar pengetahuan pribadinya. Strategi inilah yang disebut personnal knowledge management (mengelola pengetahuan pribadi), yang dimaksudkan untuk menguasai dan memanfaatkan informasi. Personnal knowledge management menyarankan seseorang untuk dapat meramu pelbagai informasi yang masih “berserakan”, untuk dijadikan sebagai pengetahuan pribadi yang oleh bersangkutan dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi ibarat senjata, dunia bisnis tak ketinggalan menggunakan informasi sebagai salah satu strategi. Spionase ala militer diterapkan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari pesaing bisnis. Ini dilakukan dengan memata-matai startegi yang diterapkan oleh pesaing bisnis baik dalam produk, harga, distribusi dan promosi yang telah dan akan dijalankan. Dari informasi tersebut, maka akan ditentukan pula strategi mengantisipasi, menghadang atau menantang guna mempertahankan atau mendapatkan pengguna produk atau jasa mereka. Sementara itu informasi itu sesuatu yang dinamis, bila ia ditahan oleh suatu kekuatan politik, maka informasi tersebut akan terbendung. Namun bila pada momentum tertentu, maka informasi memiliki kekuatan yang dashyat untuk keluar. Hal ini biasanya terjadi saat rezim politik dalam keadaan goyah atau telah berakhir. Perlu diingat bahwa kekuatan informasi telah membawa revolusi sosial politik pada berbagai negara di dunia.

Satu hal yang menarik, bahwasahnya informasi kadang kala tidak bisa bebas dari nilai. Dikuatirkan bahwa informasi dapat dijadikan komoditas propaganda yang bukannya untuk memajukan peradaban tapi menghancurkan peradaban. Akhirnya hal yang terpenting adalah informasi layaknya sebuah belati yang memiliki dua mata, bila kita tidak menguasainya maka kita yang dikuasai. Dibutuhkan tindakan ekstra untuk mencari dan memilah informasi. Informasi itu sangat dibutuhkan saat ini dan untuk mengantisipasi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian (uncertainly). Abad informasi bukanlah akhir dari peradaban umat manusia, mungkin suatu saat akan ada lagi perubahan transformasional menuju peradaban berikutnya, entah apa dan kapan…..!!!.

engan ditemukan komputer oleh Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, Jr, pada tahun 1939.
nifikan. namun  akan berangkat pa
diproduksi kembali dari tulisan yang pernah dibuat tahun 2006
dengan pengeditan seperlunya oleh penulis

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;